
Aldi menatap jam tangannya.
"Huh satu jam lagi meeting," gumamnya pelan, badan ia sandarkan di kap mobil sambil menunggu seseorang.
"Kak, nunggu lama ya? Maaf ya tadi bujuk Kak Vino lama banget," kekeh Keisya.
"Iya santai saja, jadi pergi gak?"
"Iya jadi. Ayo!" Keisya membuka pintu mobil kemudian masuk begitu juga dengan Aldi. Moment mereka tak lepas dari pandangan para karyawan disana, ada yang mikir aneh aneh kalo Keisya tuh selingkuh sama Asisten suaminya sendiri.
"Sudah dapat bos nya ehh malah gebet asistennya, kurang waras tuh bocah."
"Iya ya, kalo gue mah bersyukur pake banget kalo dapat tuan Vino sampe di sepertiga malam gue berdoa biar dapetin tuh CEO ganteng tapi kayaknya takdir itu tidak berpihak pada gue deh," sungut salah satu karyawan perempuan bersama temannya yang satu tadi bergosip, tidak sengaja melihat kedekatan Keisya dengan Aldi. Biasa kalo orang jaman sekarang, belum ada bukti main nuduh aja padahal kenyataannya kan gak kayak gitu.
Keisya menatap kearah luar lewat jendela mobil melihat pohon pohon yang berderet dipinggir jalan, hari ini sedikit mendung jadi tidak terlalu panas.
"Kak masih jauh gak?" tanya Keisya berpaling dari pemandangan luar. Aldi hanya menggeleng sambil menoleh sekilas kemudian fokus lagi menyetir, takut nanti nabrak orang atau pohon.
"Tapi kok daritadi gak sampe-sampe?" merasa belum puas dengan jawaban isyarat yang diberikan Aldi.
"Sudah dekat, didepan sana."
**
__ADS_1
"Wah tempatnya bagus banget," Keisya takjub melihat bangunan minimalis yang diatasnya bertuliskan "CHICKEN RESTAURANT". Di restoran ini jual ayam ya semuanya makanya nama restorannya kayak gitu, kalo jual sapi baru deh jadi BEEF RESTSURANT hehe...
"Ayo masuk!" ajak Aldi dibalas anggukan oleh Keisya. Dalamnya juga sangat cantik, kursi kayu yang diukir dengan elegan serta mejanya yang mungil sangat menarik perhatian orang yang berkunjung, suatu strategi pemasaran yang bagus. Jika seperti ini sih sudah lumayan bagus bukan lumayan lagi tapi bagus banget. Hanya dua tes terakhir yaitu bagaimana rasa makanannya dan bagaimana pelayanannya, hal inilah yang bisa menentukan bagus atau tidaknya sebuah restoran. Jika pelayanannya kurang baik otomatis pelanggan tidak akan tertarik lagi datang kesini.
Aldi dan Keisya duduk dikursi kosong khusus dua orang, kemudian meraih menu nya.
"Mau pesan apa?" datang seorang pelayan perempuan cantik yang sudah siap menulis pesanan mereka.
"Aku mau chicken wings nya satu porsi deh ditambah nasi, terus minumannya es teh. Kalo kak Aldi?" tanya Keisya setelah selesai memesan makanan untuk dirinya sendiri.
"Samain aja, lagian saya tidak terlalu lapar," jawab Aldi seadanya.
"Sudah itu saja?" tanya pelayan tadu, Keisya mengangguk mengiyakan.
"Baik tunggu sebentar, pesanan akan segera tiba," pelayan cantik itu pergi ke arah kanan yang menurut Keisya dalah dapur tempat makanannya akan diambilkan. Sambil menunggu Keisya menatap sekitar, ramai sekali pengunjung restoran ini sampai ada yang berebut kursi duduk karena hampir direbut oleh pelanggan yang lain, Keisya tersenyum simpul membayangkan jika dirinya yang ada diposisi orang orang yang berebut kursi tadi, kira-kira bagaimana ya cara dia melawan.
Tanpa pikir panjang Keisya menyambar satu buah sayap ayam lalu memakannya dengan lahap ditambah nasi juga, Aldi langsung bengong liat Keisya kayak gitu, gak ada gitu jaim nya sedikit padahal dia kan istri CEO harusnya kan jaga image sedikit tapi ini? Ahh sudahlah yang penting kenyang kan..
"Kakak gak makan?" tanya Keisya disela kunyahan nya.
"Liat kamu makan saja saya sudah kenyang," kekeh Aldi. Keisya tertawa, ada gitu orang yang kenyang liat orang makan, yang ada ngiler gak sih?
Keisya makan sampai belepotan disudut bibirnya bahkan pipinya juga ikut makan. Aldi menggelengkan kepalanya melihat cara makan Keisya yang menurutnya brutal, kayak orang kelaparan yang gak pernah makan sebulan haha.
__ADS_1
"Maaf ya, pipi kamu ada noda, biar saya yang bersihin," Aldi menarik selembar tisu kemudian menghapus noda yang ada dipipi sebelah kanan Keisya. Terjadi sesi tatap menatap sebentar, kemudian keduanya langsung tertawa renyah merasa konyol dengan hal tersebut. Tanpa mereka sadari ada yang merekam kejadian tadi.
Aldi balik melihat jam, sudah pukul 10:35, 25 menit lagi meeting kantor.
"Jika sudah selesai ayo balik," Aldi beranjak dari tempat duduknya merapikan jasnya yang terlihat kusut akibat kelamaan duduk.
"Ada meeting ya di kantor?" tebak Keisya. Aldi mengangguk sebagai jawaban iya.
"Oke deh, kapan-kapan aku mau ajak kak Vino kesini lagi, kak Aldi juga boleh ikut," Keisya menyunggingkan senyum manisnya membuat Aldi merasa gemas pengen gigit tuh pipi gembul milik Keisya, tapi sadar jika perempuan kecil ini adalah istri Bos nya bisa diteror selamanya nanti.
Aldi melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, walaupun dikejar waktu tapi dia harus tetap tenang walaupun rapat dimulai sebentar lagi, mana dia belum ada persiapan buat rapat nanti. Tapi gak apa-apa deh dia keluar juga untuk menemani istri Bos nya bukan bersenang-senang.
***
Aldi menatap tempat parkir sudah full dengan mobil, entah mobil siapa yang jelas Aldi sudah menduga jika rapat akan segera dimulai atau bahkan sudah dimulai mungkin, bukan main paniknya. Alhasil Aldi memilih parkir mobil ditempat khusus mobil Vino disana masih ada ruang kosong.
"Kita segera ke lantai atas," ajak Aldi menarik tangan Keisya, sebelumnya dia minta maaf dulu karena sudah lancang menyentuh istri Vino ini, takut Keisya nya ngadu ke Vino. Keisya yang ditarik tangannya cuma planga plongo gak paham dengan raut wajah panik Aldi.
Pintu lift terbuka menampilkan dua insan yang berada didalamnya.
"Tunggu tuan Vino diruangannga saja, mungkin beliau sedang menghadiri rapat sekarang, kalo begitu saya pamit undur diri," Aldi berjalan cepat menuju lorong tempat dimana rapat diadakan. Belum sempat Keisya bilang terima kasih udah ngilang aja tuh orang.
"Gak apa-apa deh nanti saja," Keisya memasuki ruang kerja Vino dan mendapati ruangan itu kosong, benar kata Aldi sang suami sekarang sedang ada rapat penting. Untuk mengusir rasa bosan Keisya berkekeliling didalam ruangan itu mengitari apakah ada yang menarik yang bisa mengusir rasa bosannya.
__ADS_1
"Eh ada pintu?" Keisya berhasil menemukan sebuah pintu, tapi sayangnya terkunci. Dan pintu itu sudah tua sekali dilihat dari warna cat nya yang mulai memudar dan gelap, ditambah tempatnya juga berada diposisi paling belakang banget, ternyata ruang kerja Vino luas juga sampai ada ruangan lagi didalamnya.
"Mungkin saja ini gudang, tapi kok bisa ada gudang disini, membingungkan," gumam Keisya sambil sesekali menarik knop pintu berharap pintunya terbuka, tapi tetap saja tidak bisa.