
Aldi cepat-cepat mengendarai mobilnya sesuai dengan arahan Vino, Aldi tak kalah ngebutnya seperti Vino sehingga menimbulkan kemarahan para pengguna jalan yang lain.
"Maaf terlambat tuan," ujar Aldi setelah sampai dihadapan sang Bos.
"Tidak apa-apa. Saya ingin kamu menelusuri jalan disini dan cari CCTV yang masih menyala, hanya itu satu-satunya cara agar menemukan istri saya."
"Baik, akan saya lakukan sekarang." Aldi berjalan jauh ke depan memeriksa disetiap jalan apakah ada kamera pengintai alias CCTV disekitar sini. Hanya ada satu yang terletak diujung jalan samping kanan. Aldi segera menghubungi Vino untuk menyusulnya kesana.
"Tuan tidak perlu risau, saya punya teman yang pintar meretas CCTV kalau bisa akan saya hubungi sekarang," tawar Aldi yang hanya dijawab anggukan oleh Vino.
Teman Aldi datang dengan mengendarai mobil sport miliknya, dengan gagah dia turun dari mobil itu.
"Sok gaya lo," ujar Aldi jengkel melihat tingkah temannya ini.
"Woh iya tanpa gaya itu hidup gue terasa hampa," jawabnya sok puitis.
"Gak usah banyak drama mending lo selesaikan cepat, Bos gue udah panik banget," Aldi membawa temannya ini ke hadapan Vino, mereka berjabat tangan sebentar lalu dengan cekatan teman Aldi yang bernama Kevin ini menggerakkan jari jemarinya diataa keyboard laptop yang dibawanya untuk melakukan aksi yang bisa meretas CCTV yang ada disana. Hasilnya langsung keluar tanpa menunggu sehari dua hari karena Kevin terbilang sudah cukup handal dalam hal beginian. Kevin menggeser laptopnya kearah Vino agar melihat dengan jelas, tapi dilayar tersebut tidak menampilkan sosok Keisya hanya ada mobil hitam yang lewat itu pun hanya sekejap bahkan satu detik pun kurang, mobil tersebut seperti kilat melesat begitu cepat membuat yang lainnya tidak bisa melihat plat mobil tersebut dengan jelas. Vino semakin frustasi tapi dia yakin pasti mobil tadi ada hubungannya dengan kehilangan Keisya.
Tiba-tiba Vino teringat sesuatu, matanya sedikit berbinar. Sepertinya masih ada harapan untuk menemukan Keisya dalam waktu yang singkat. Vino kemudian mengeluarkan ponsel dalam saku celananya lalu menyerahkannya pada Kevin.
"Coba lacak lokasi istri saya menggunakan Maps!" Kevin meraih ponsel Vino dan melakukan tugasnya dengan cepat. Untung saja jauh-jauh hari Vino telah memasang pelacaj di HP Keisya sehingga ponsel mereka bisa terhubung jika salah satu dari mereka dalam masalah. Setelah lama mengotak atik ponsel Vino sekitar 30 menit an lah akhirnya Kevin mendapatkannya.
"Yes dapat, lokasinya berada sangat jauh darisini. Ditempuh dengan mobil bisa lima jam an, dan menurut lokasi disini tempatnya sangat terpencil bahkan hampir mendekati hutan," ujar Kevin setelah menelusuri dengan seksama, penjelasan Kevin tentu saja membuat Vino semakin panik tak karuan. Tiba-tiba ponsel yang digenggam Vino bergetar tanda ada panggilan masuk namun Vino tidak tau dari siapa karena menggunakan nomor pribadi, awalnya Vino ingin mengabaikannya tapi Zahra mendesaknya siapa tau ada hubungannya dengan Keisya. Vino dengan malas menekan tombol hijau dan menggeser nya keatas.
"Halo!"
__ADS_1
"Halo tuan Vino," terdengar suara berat dari seberang sana. Vino mengernyit heran menunggu laki-laki itu melanjutkan kata-katanya, tapi setelah satu menit tidak ada suara lagi.
"Siapa kamu?" akhirnya Vino yang bicara.
"Mau tau aja atau mau tau banget?"
"Anj*ng, tidak usah mempermainkan saya cepat beritahu dimana istri saya!" Vino membentak dengan suara marah.
"Eyy santai bro, istrimu baik-baik saja dia tidur dengan sangat nyenyak setelah ku benturkan kepalanya ke tembok," ujar nya dengan santai sambil tertawa cekikikan Emosi Vino semakin meluap setelah mendengar penuturan lawan bicaranya.
"Jauhkan tangan busukmu dari istriku bangs*t!" Kali ini Vino berteriak dengan sangat sangat marah sehingga membuat yang lain terkejut.
"Vino tenanglah, jangan terbawa emosi!" Zahra mengelus bahu Vino agar dia tenang tapi tidak bisa jika amarah sudah menguasainya bagaimanapun ditenangkan tidak akan bisa.
"Aku tidak menginginkan uang mu tuan," jawabnya dengan sisa tawanya yang menggelegar.
"Lantas? Dengan tujuan apa kau menculik istriku?" Vino sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Hanya untuk bersenang-senang saja, aku ingin mengisi waktu luang ku dengan cara menyiksa seseorang agar aku tidak terlalu bosan disini," ujarnya dengan seringai ngeri yang tentu saja tidak dapat dilihat oleh Vino.
"Sekali lagi ku peringatkan jangan sentuh dia atau kau akan tau akibatnya," ancam Vino.
"Wow aku sangat takut. Emak Bapak tolong aku, aku diancam oleh dia," laki-laki itu mengejek Vino.
"Eh tunggu dulu sepertinya istrimu sudah sadar, mau berbicara dengannya untuk terakhir kali?" Laki-laki itu mendekatkan ponsel kearah Keisya yang baru sadar dari pingsannya.
__ADS_1
"Hey bocah, suamimu ingin bicara denganmu. Cepat sapa dia dan ucapkan kata-kata terakhir sebelum kamu menemui ajalmu," berucap dengan garang pada Keisya seraya menarik rambut Keisya sehingga membuatnya meringis kesakitan. Vino yang mendengarnya merasa khawatir dan mendesak ingin segera berbicara dengannya.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Vino dengan suara panik. Keisya masih terisak tidak mampi bicara karena tarikan dirambutnya yang sangat kuat.
"A-a-ku takut," samar-samar suara Keisya terdengar membuat hati Vino sakit, entah apa yang terjadi padanya sekarang disana yang jelas Vino sudah menaruh dendam pada orang yang melakukan hal ini pada Keisya, tangannya terkepal sempurnya dia ingin secepatnya melampiaskan kemarahannya pada laki-laki diseberang yang sedang tertawa puas.
"Keisya jaga diri kamu baik-baik disana, aku akan menyusulmu segera," ucap Vino.
"Jangan berani kesini atau istrimu akan mati sekarang juga," ancam laki-laki tersebut.
"Huh kau takut? Dasar pengecut, taunya main kasar sama wanita memang tidak jantan, kau pantas disebut banci."
"Ohh menantang ya, dengar ini!"
Plakkk!!
"Aaaaahhhkkk!" suara teriakan Keisya.
Dia langsung menampar pipi Keisya dengan keras sehingga menimbulkan suara yang sangat besar diiringi dengan suara tangisan Keisya yang pecah memenuhi ruangan. Vino sudah tidak bisa menahan kesabarannya, dia memutus telpon dan langsung menaiki mobil Aldi.
"Aldi ikut saya sekarang ke alamat yang Kevin beri, Mama sebaiknya pulang saja dan kasih tau Papa. Nanti jika terjadi sesuatu akan Vino hubungi. Kevin kamu juga ikut," ujar Vino.
"Loh kok gue yang kena juga?" Kevin menunjuk dirinya.
"Jangan banyak bacot, udah ikut siapa tau lo berguna dijadiin umpan nantinya," Aldi menarik kemeja Kevin untuk mengikutinya kedalam mobil. Sementara Zahra mengikuti perkataan Vino dan kembali ke rumah untuk mengabari sang suami.
__ADS_1