Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
70


__ADS_3

Di sinilah mereka sekarang, di pusat perbelanjaan umum alias Mall, dimana sebagian orang terutama perempuan memilih hanya sekedar jalan-jalan berkeliling untuk mengisi story instagram atau media sosial lainnya, masalah belanja mah belakangan. Tapi tidak untuk perempuan gila shopping ini, ke Mall bukan untuk hal seperti itu jika sudah sampai Mall ya harus belanja sayang kan uangnya kalo gak dipake. Holang kaya mah beda.


Mereka berangkat sekitar pukul delapan setelah suami mereka masing-masing berangkat kerja, memilih pergi pagi-pagi sekali karena takutnya nanti panas di jalan.


Zahra berkeliling kesana kemari memilih baju yang menurutnya cocok dan bagus di matanya gak perlu lihat harga, tinggal gesek kartu kelar semuanya.


Keisya merasa jenuh karena daritadi hanya Zahra yang sibuk menelusuri setiap baju-baju yang digantung disana, dia sendiri yang tidak mengerti fashion memilih untuk melihat-lihat saja sama sekali tidak ada yang membuatnya tertarik meski kadang Zahra menawarkan baju yang menurutnya sendiri cocok dibadan mungil Keisya.


"Ayo sayang sekarang kita ke toko sepatu," Zahra dengan antusias menarik lengan Keisya untuk bergerak lebih cepat, karena brand terkenal telah mengeluarkan produk sepatu terbaru mereka tentu saja Zahra tidak ingin ketinggalan.


Mata bulat Zahra menangkap sepatu yang sudah menjadi incarannya, dan itu terletak di tempat khusus dengan penutup kaca transparan, sepertinya barang itu hanya tersisa satu pasang dan inilah kesempatannya untuk mendapatkan apa yang sudah ia idamkan, dengan cepat Zahra berlari menghampiri untuk mengambilnya, tapi tiba-tiba sebuah tangan mendarat diatas penutup kaca itu menandakan ada orang lain juga yang menginginkan sepatu itu.


"Ehh saya yang duluan melihat sepatu itu," teriak Zahra tidak terima karena orang itu duluan mengambilnya.


"Saya melihatnya dari jarak satu kilometer," ujar orang itu tidak mau kalah dan segera menjunjung sepatu itu tinggi-tinggi karena Zahra berusaha meraihnya.


"Jangan asal ngomong ya, saya sudah memesan ini dari kemarin."


"Anda yang asal ngomong, sudah ya saya harus cepat jadi jangan ajak saya main-main, sudah jelas saya yang duluan kok anda yang sewot," ketus nya. Karena kesal Zahra langsung saja tuh menjambak rambut perempuan yang mengambil barang impiannya, tidak terima dengan perlakuan Zahra perempuan tadi ikut ikutan menjambak rambut si penjambak dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya tengah memegang erat sepatu itu, dan terjadilah aksi saling menjambak sampai-sampai mereka jadi tontonan semua orang yang berlalu lalang disana, bahkan ada juga yang sempat-sempatnya memvideoakan tingkah mereka.


Keisya kewalahan melerai Mama mertuanya agar berhenti bertengkar tapi nihil dengan badannya yang kecil dia jadi mudah terpental karena aksi sengit kedua perempuan paruh baya yang sedang adu mekanik ini, pegawai toko itu langsung saja menghubungi satpam untuk menghentikan aksi mereka.

__ADS_1


Dua satpam dengan badan besar datang tergesa-gesa, segera saja mereka melerai keduanya. Tatapan tajam saling mereka lemparkan untuk satu sama lain karena masih belum puas dengan yang tadi.


"Sudah-sudah jangan bertengkar jika kalian tidak mau dibawa ke polsek," bentak salah satu satpam yang perutnya buncit. Mendengar kata polsek, Zahra segera melepaskan lengannya dari genggaman satpam itu kemudian merapikan rambut dan bajunya yang berantakan.


"Ayo Kei kita pergi," Zahra berjalan duluan melewati perempuan yang jadi partner adu mekanik nya tadi dan langsung saja menubruk bahu nya hingga membuat perempuan itu kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh jika tidak ditahan oleh salah satu pegawai toko.


"Heh lihat-lihat kalo jalan," bentak nya hendak mengejar Zahra namun tatapan orang-orang membuatnya merasa malu jadi dia mengurungkan niatnya. Untuk sepatu itu, Zahra tidak jadi membelinya begitu juga dengan orang tadi yang langsung memilih pergi karena rasa malunya sudah sampai ubun-ubun, banyak pasang mata yang meliriknya dengan tatapan heran.


Zahra tidak mempedulikan tatapan orang-orang yang menatapnya, yang ada diotaknya sekarang adalah rasa kesal dan marah yang meluap-luap.


Dalam perjalanan pulang, suasana hening dalam mobil bahkan Keisya tidak berani membuka suara, manatap wajah Zahra saja membuatnya takut, baru kali ini ia melihat sisi lain dari sang Mertua, biasanya Zahra yang berhati malaikat bersifat lemah lembut namun sekarang berubah 360 derajat.


Sampai di rumah, Zahra langsung membanting paperbag yang berisi semua baju dan celana yang ia beli ke atas sofa. Menududukkan tubuhnya dengan kasar diatas bantalan sofa yang empuk, memijit pelipisnya pusing mengela nafas kasar beberapa kali. Keisya menyaksikan hal itu jadi tambah bimbang.


Masih dengan perasaan was-was, Keisya ikut duduk disofa lain yang ada di sebelah Zahra.


"Huh dasar perempuan tidak tau diri, jelas-jelas aku yang pertama melihatnya," terdengar gerutuan dari Zahra membuat Keisya mendongak menatap sang mertua. Kembali diam. Keisya kembali ke aktifitasnya yang tadi yaitu menunduk lesu berperang dengan pikirannya sendiri, antara diam disini atau pergi ke kamar meninggalkan Zahra yang sedang kesal.


"Mah, mau Keisya buatkan minum? Mama pasti haus," tawar Keisya ramah, siapa tau mood Mama nya bisa lebih baik. Zahra melirik Keisya.


"Udah Kei gak usah, Mama hanya pengen istirahat saja," nada suara Zahra melemah sama seperti biasanya tidak sekeras tadi, Keisya jadi bisa bernafas lega.

__ADS_1


"Kalo gitu mau Keisya pijitin?" Kali ini tawaran Keisya sedikit membuatnya goyah.


Zahra menimang-nimang sebentar sebelum akhirnya setuju, memang ini yang ia butuhkan dari tadi. Sebuah pijatan lembut bisa menetralisirkan pikirannya.


Keisya berdiri depan cermin, menatap pantulan dirinya tengah memakai dress warna biru langit dengan perpaduan warna hitam dibagian bawah. Sangat cantik. Keisya tidak tau jika Zahra membelikannya dress dan beberapa baju mahal lainnya tadi pagi.


"Hmm aku terlihat tidak cocok mengenakan dress mahal seperti ini," gumamnya kemudian tangannya bergerak ke belakang untuk membuka resleting gaun itu.


Tiba-tiba tangan seseorang berhasil menghentikan pergerakan nya membuatnya menoleh ingin tau siapa yang ada di belakangnya.


"Kenapa mau dibuka hmm? Padahal cantik loh, aku suka," bisikan lembut menyapa telinga Keisya.


"Ini tidak cocok denganku kak, aku merasa tidak pantas memakainya," Keisya tersenyum simpul.


"Hei, jangan berkata seperti itu! Kau selalu cantik, semua baju akan cocok ditubuh indahmu jadi jangan ngomong kayak gitu lagi, aku tidak mau cantikku ini insecure," kecupan lembut mendarat di pipi Keisya yang sekarang dipastikan sudah memerah seperti udang rebus.


"Nanti malam kita dinner dan aku mau kamu memakai dress ini," satu keputusan yang tidak bisa Keisya bantah, dengan terpaksa dia mengangguk mengiyakan.


"Hmm, good girl," Vino langsung memeluk tubuh mungil istrinya, menyalurkan rasa rindu nya yang terpendam sejak tadi pagi sampai sore ini.


HALAHHH LEBAY LO VINO....

__ADS_1


__ADS_2