Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
50


__ADS_3

Setelah membuat Keisya pingsan untuk yang ketiga kalinya, lelaki itu langsung menghubungi seseorang.


"Heh mereka mau kesini, jadi gimana?"


"Sebentar gue nyusul kesana."


Sambungan telpon mereka terputus. Laki-laki itu menatap Keisya yang anteng tertidur bukan tertidur sih lebih tepatnya pingsan karena disumbat bius tadi, kurang ajar banget jadi orang.


Seseorang yang ditelpon tadi langsung membuka pintu menampakkan sosok wanita dengan baju hitam rambutnya terurai ke belakang.


"Kita bakar saja gudang ini dan membiarkan bocah ini ikut hangus," usul laki-laki tak tau diri itu.


"Kau gila? Gue tidak sejahat itu, gue cuma mau nyiksa dia saja agar mau melepas Vino untukku," wanita tadi mendelik bingung dengan usul partner nya yang menurutnya sangat kejam.


"Sama saja, lo nyiksa dia itupun sudah jahat namanya bego," menjawab dengan malas. Vilia memutar bola matanya malas meladeni nih laki satu. Oh iya laki-laki ini namanya Reno dia merupakan buronan polisi udah beberapa kali kabur dari penjara, dia penjahat yang suka melecehkan wanita dan suka membunuh juga tapi kalo orangnya rese ya kalo diem aja dia gak bakal bunuh, itu namanya dia gangguan jiwa kalo bunuh orang yang gak ada salah apa-apa. Pertama kali ketemu Vilia itu saat dia lagi dikejar polisi dan untungnya dia bertemu Vilia dan wanita itu membantunya bersembunyi sampai sekarang dia tidak pernah ditemukan padahal sudah dilacak tapi tetap saja gagal.


"Mereka tau gak markas ini?" tanya Vilia sinis.


"Ya mana gue tau, tapi yang jelas dia yakin banget kalo mau kesini jadi sebaiknya lo keluarin ide lo biar semuanya bisa berjalan sesuai otak lo," jawab Reno.


"Mustahil mereka tau tempat terpencil ini bahkan di google maps aja gak ada," Vilia masih santai kemudian duduk ditepi ranjang yang berdebu.


"Lo jangan santai dulu bisa saja dia melacak lokasinya."


"Melacak? Lacak lewat mana?" Vilia menggaruk tengkuknya bingung.


"Ya lewat HP lah bego, makanya pas sekolah dulu kalo guru lagi jelasin tuh diperhatiin jangan tidur mulu," ketus Reno.

__ADS_1


"Dih di sekolah gue gak ada ya jelasin cara lacak orang, sekolah lo aja yang gila sama kayak muridnya," Vilia berdecih sebal.


"Sudahlah, sebaiknya kita bawa bocah ini ke markas yang satunya, biar mereka tidak gampang nemuin kita," Reno bersiap melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kaki Keisya sementara gadis kecil ini masih dalam kondisi pingsan, sepertinya bius itu bertahan cukup lama.


"Ya udah lo yang gendong ya gue yang pimpin jalan," Vilia keluar menuju mobil yang dia parkir diluar gudang. Reno mendengus kesal bukannya ditolong.


**


Vino beserta rekannya tadi masih dalam perjalanan, tak henti hentinya Vino menghubungi ke ponsel Keisya tapi selalu tidak ada jawaban.


"Ini bener gak sih jalanannya?" tanya Aldi menoleh ke arah Kevin yang duduk dikursi penumpang depan sementara Vino duduk dikursi belakang. Kevin hanya melongo melihat ponselnya yang disana terdapat gambar dan tulisan arah mana yang akan dituju yang biasa dikenal dengan Google maps.


"Lo liat arah yang bener dong, ini kita tersesat," kesal Aldi seraya memberhentikan mobilnya karena didepan ada jalan buntu yang artinya mereka salah arah.


"Ini udah bener setan," bentak Kevin.


"Bener apanya, lo mau kita tabrak tuh tembok di depan? Gue jedotin juga kepala lo lama-lama," Aldi mencerca Kevin yang hanya ngedumel.


"Lah kok gue sih anying, gue gak bisa baca ginian," tolak Aldi.


"Mampus buta huruf lo," kekeh Kevin.


"Mata lo rabun tuh, gue gak pernah pake ginian kalo mau pergi," mereka masih sibuk debat sehingga membuat kuping Vino panas. Tanpa ba-bi-bu Vino menarik ponsel yang memang punya dia dari tangan Aldi.


"Sudah biar saya yang baca," keduanya hanya menunduk malu. Kevin memutar mobil menuju jalanan yang tidak buntu dan mencoba memahami penjelasan Vino yang mengatur arahnya. Sudah berjam-jam mereka diperjalanan sudah sangat sore sekali tapi mereka tak kunjung mendapatkan alamatnya, Vino sesekali memukul jendela mobil karena kesal. Aldi hanya bisa bergumam 'tolong tuan itu mobil saya satu satunya jangan dirusakin jendelanya, ini pun cicilannya belum lunas'. Mereka pakai mobil Aldi ya, kalo mobil Kevin yang sport dibawa ke rumah Zahra untuk diamankan karena gak mungkin Kevin membawa mobilnya ke hutan yang ada lecet ntar.


Aldi membujuk Vino agar mereka pulang saja dulu lanjut besok buat mencari Keisya, ucapan Aldi dibalas tatapan tajam dari Vino.

__ADS_1


"Mati gue salah ngomong, auto turun gaji," gumam Aldi.


"Tenang tuan Vino, saya bisa menemukan istri anda dengan cepat. Izinkan saya yang mencari nya, saya punya teman yang akan membantu," tawar Kevin yang hanya dibalas tatapan berharap dari Vino.


"Wih temen gue tuh," sahut Aldi.


"Kagak! Dia gak kenal sama lo," jawab Kevin mendelik.


"Tapi gue temen lo, berarti temen lo temen gue juga lah."


"Bacot!!!"


Aldi langsung diam.


"Saya setuju, saya juga akan mengutus bodyguard saya untuk membantu kamu menemukan istri saya, saya harap secepatnya," ujar Vino setuju. Kevin mengangguk ramah.


"Saya juga ikut tuan?" tanya Aldi, siapa tau dia juga terlibat dalam pencarian ini.


"Nggak nggak, jangan! Nanti lo nyusahin mending diem dirumah nonton pororo, gak ada faedahnya lo ikut," sambar Kevin sebelum Vino menjawab. Aldi menatap kesal pada Kevin.


"Benar kata Kevin, kamu sebaiknya jangan ikut. Besok kamu sama saya jika Kevin sudah bisa menemukan lokasinya dan kita lansung segera menyusul kesana," jawab Vino. Aldi mendesah pelan, padahal dia juga ingin bebas kerja alias libur. Mencari istri Bosnya sama dengan healing baginya kan bisa keliling cari kemana-mana. Kesana kemari.


"Udah gak usah sedih, gue gak akan ninggalin lo kok," Kevin menepuk pundak Aldi pelan.


"Dih apaan sih najis, gue masih normal ya. Lagian ngapain juga gue sedih, mau lo gak balik juga terserah gue gak peduli," sergah Aldi menepis keras tangan Kevin. Ni orang berdua sempat sempatnya bercanda orang lagi di kondisi genting juga. Pengen digampar memang, untunh Vino tidak seperti itu karena dia tau diri karena bisa dibantu oleh nih dua makhluk.


Proses pencarian Keisya pun dimulai, banyak bodyguard yang sudah berkumpul dihalaman rumah Vino untuk memulai pencarian, ada Kevin juga disana bersama kelima temannya yang katanya hebat itu. Mereka sudah siap, jadi langsung cus aja nyari tidak baik memper ulur waktu. Mereka memutuskan untuk berpencar agar cepat nemuinnya.

__ADS_1


**


Maaf kalo ceritanya gak jelas😭😭🙏


__ADS_2