Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda
Eps 22


__ADS_3

Anis menatap sahabatnya itu dengan heran,Ratih yang biasanya super ceria dan aktif seperti ibu-ibu yang suaminya baru gajian,kini terlihat murung dan banyak melamun. Apa yang terjadi?


Anis menyentuh bahu cewek itu, Ratih menoleh dan mengangkat kedua alisnya.


"Apa?"


"Kamu kenapa?" tanya Anis sembari menggigit buah Apel ditangannya.


"Enggak papa. Emang muka aku keliatan seperti wajah orang susah ,ya?" balas Ratih yang kembali menopang dagunya,lalu menatap kosong kedepan.


"Jujur sama aku deh, Rat. Jangan ada rahasia gitu ih," cibir Anis ketika melihat sahabatnya itu tampak seperti menyembunyikan sesuatu.


"Aku bingung Niss, kemarin waktu aku disuruh pulang ni sama Om-om itu, ternyata dirumah ada tamu,alvin namanya. Terus pas aku masuk ibu langsung ngomong kalo ibu akan melanjutkan soal perjodohan aku sama alvin-alvin siapa entahlah itu."


Anis mengusap hidungnya."Lah terus, masalahnya apa?"


"Kamu kan tau keadaan aku sekarang gimana Niss, aku banyak kekurangan bahkan mahkota aku udah gak ada. Aku takut dia bakal nyiksa aku nanti setelah tau keadaan aku yang sebenarnya."Ucap Ratih cemberut.


"Ya nggak heran sih, Rat. Dia kan tajir,cakep,pengusaha muda, baik lagi. Dan yang buat aku lebih gak percaya lagi, aku liat dia minta izin sama ibu kamu buat nglamar kamu waktu kamu selesai di operasi." kata Anis.


Ratih mendengus. "Ih, jadi sebenarnya kamu juga udah tau soal si Alvin ini?"


"Yaa maaf. Tapi menurut aku sih Rat, kamu coba aja buka hati kamu pelan-pelan.Siapa tau dia emang jodoh kamu yang sebenarnya, ibu kamu aja yakin."tutur Anis

__ADS_1


"Tapi niiss,aku takut. Kalo sikap dia sepertu ini di awal terus nantinya dia jadi berubah terus nyiksa aku gimana?"


Ania memeluk sahabatnya itu dengan sayang.


"Percaya deh sama aku, Alvin enggak akan nglakuin itu sama kamu. Lagian kamu harus yakin sama hati kamu,percaya sama ibu kamu kalo dia itu emang yang terbaik buat kamu. Pokoknya saling percaya aja deh, karena kepercayaan dalam suatu hubungan itu penting." nasehat Anis yang tiba-tiba menjadi mirip seperti Mario Teguh.


Ratih mengangguk. " Ya udah deh, aku bakal berusaha."


"Nah, sekarang mending kamu lebih akrab pin diri kamu aja sama dia, buat moment yang indah sama dia. Siapa tau hati kamu yang keras ini bisa luluh lagi." ledek Anis.


Ratih tertawa kecil sambil membalas pelukan sahabatnya itu.


"Ih, ada apaan maen pelukan-pelukan segala?" Sembur Jeky yang baru datang bersama Arin. Ditangannya kini tergenggam sebungkus pisang goreng.


"Ish, Apaan!" Ucap Arin sedikir berteriak.


"Enggak usah pake teriak-teriak segala, lagian nih pisang goreng panas mempel lengan aku ih" cetus Anis diikuti tawa Ratih dan Jeky.


Dengan sabar Ratih menceritakan kembali apa yang tadi ia ceritakan pada Anis. Jeky hanya mengangguk-angguk tidak jelas selama Ratih berbicara, sedangkan Arin mendengarkan secara serius.


"Ih kamu harus yakin sama ibu kamu sendiri tau,Rat." Arin mengeluarkan pendapatnya.


Anis mengangguk."Aku bilang juga apa Rat, kamu harus yakin sama Ibu dan hati kamu sendiri."

__ADS_1


Ratih hanya bisa diam dengan pendapat yang sahabatnya ajukan.


****


Ratih diam saja ketika tangannya ditarik begitu saja oleh Alvin dan masuk kedalam mobil. Sebelumnya Alvin telah bertanya Ratih ada dimana sekarang, lalu ia menjemputnya ketika Ratih memberikan alamat rumah Anis kepadanya.


"Mau kemana sih Vin?" tanya Ratih memeperhatikan langit diluar yang cerah.


"Ngajak kamu jalan."Jawabnya sembari tersenyum.


"Nge-date gitu?" balas Ratih polos.


"Iya, biar seperti anak SMA." Ucap Alvin.


"Kemana?"


"Maunya kemana?" Alvin melajukan mobilnya dan keluar dari area kompleks.


Setelah beberapa menit hanya keheningan yang dirasa akhirnya mereka sampai.


"Nah, sampe." Alvin turun dari mobilnya dan membuka kan pintu untuk Ratih.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like Vote dan Komentar nya. Terima Kasih ๐Ÿ™


__ADS_2