
Setiba nya di loby perusahan, Rania mempercepat langkah nya, ia takut jika harus berdekatan dengan Delta terus menerus, namun semua niat untuk menjauh dari Delta menjadi sia-sia belakang. Delta yang melihat itu pun tak membiarkan Rania pergi, ia mengejar wanita itu.
"Ayo pulang ke mansion bersama ku, mulai saat ini kau akan tinggal di sana." ucap Delta dengan serius.
"Tidak, aku tidak akan ikut dengan kamu apapun alasan nya." tolak Rania ketus sembari menepis tangan Delta.
"Tidak ada penolakan Rania! besok pernikahan kita, Mom dan Dady udah nyiapin segala nya, jadi berhentilah bersikap kekanakan." ucap Delta dengan dingin dan mengintimidasi.
Rania pun pasrah, bukan karena ia takut dengan wajah bengis Delta, melainkan tubuh nya lelah, dia tidak ingin berdebat atau pun mengundang pandangan orang ke arah mereka, meski pada dasar nya di tempat mereka berpijak tak ada seorang pun di sana.
Dengan besar hati, Rania pun mengikuti kemauan Delta. Dengan langkah gontai Rania berjalan mengikuti Delta menuju mobil pria itu. Setelah memastikan kedua nya masuk, Galfin pun mulai menjalan kan mobil.
Suasana canggung pun mulai menyelimuti kepulangan mereka, tak satu pun dari kedua nya yang mau berbicara, Delta tampak melirik Rania yang berada di samping nya, ia menyunggingkan seutas senyum kala mengingat ancaman yang di layangkan gadis itu pada nya siang tadi.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang di tumpangi Delta dan Rania sudah memasuki pelataran mansion, Rania tak beranjak dari kursi nya, memori pemerkosaan seolah berputar lagi di kepala nya, ketakutan itu pun membuat tubuh nya bergetar hebat, peluh terlihat di pelipis nya, menyadari Rania yang tak kunjung turun, membuat Delta berdecak kesal, pria itu pun kembali dan berdiri di samping pintu Rania, ia terkejut melihat tubuh Rania yang bergetar.
"Maaf." hanya satu kata itu yang mampu keluar dari mulut seorang Delta. Delta pun menggendong tubuh Rania memasuki loby mansion milik nya.
__ADS_1
Delta membawa tubuh Rania ke kamar milik nya, ia tak tau apa yang harus di lakukan nya saat ini untuk menenangkan Rania dari ketakutan nya.
"Mbok Lin, tolong bawakan makan malam Rania ke kamar saya." pinta nya kepada sang pelayan.
"Baik Tuan Muda." balas Mbok Lin.
Hari berlalu begitu cepat nya, di sebuah kamar hotel, Rania sedang menatap pantulan diri nya pada sebuah cermin. Ia baru saja selesai di rias karena hari ini adalah hari pernikahan nya yang memang di percepat oleh Delta, ia mengenakan kebaya putih cerah, sangat pas di tubuh nya yang sedang hamil. Rambut hitam panjang nya di sanggul dengan berhiaskan aksesoris jepitan kecil yang di hiasi mutiara. Sungguh tampilan yang sangat sederhana namun terlihat begitu anggun dan elegan persis mencerminkan kecantikan Rania yang begitu mempesona.
"Nyonya anda sangat cantik,." kagum seorang wanita yang tadi merias wajah Rania.
Rania hanya tersenyum tipis, entah ia harus bahagia untuk pernikahan nya atau justru bersedih mengingat ia akan membuka lembaran baru dengan pria yang telah menoreh kan luka di hati nya.
Lamunan Rania buyar saat mendengar suara lembut yang mengajak nya pergi.
"Masya allah Rania, kamu cantik sekali nak." Dania terkagum kagum melihat kecantikan menantu nya yang pasti akan membuat semua terhipnotis saat menatap kecantikan nya.
"Rania udah siap tante." Rania memaksakan senyum nya, ia tidak ingin membuat wanita yang sejak pagi sibuk itu sedih. Meski hati nya hancur, tapi sekuat tenaga ia akan terlihat bahagia ketika melihat kelembutan yang di berikan sosok di depan nya.
__ADS_1
"Jangan panggil tante lagi, sayang. Bentar lagi kamu bakalan jadi anak Mama, okey. Ayo sayang ikut Mama." ajak Dania sembari mengelus lembut surai rambut kecoklatan Rania, ia tak sabar menantikan gadis itu menjadi menantu nya. Dania pun merangkul lengan Rania dan segera menuntun nya menuju ruangan khusus yang akan menjadi tempat akad nikah
Sementara di tempat akad nikah sudah ada sang mempelai laki-laki yang menunggu sang mempelai wanita, tampak wajah Delta begitu gugup, meski diri nya sudah sering sekali berkawin, namun untuk hari ini, adalah hari di mana ia akan mengikrarkan janji suci di depan Tuhan dan kedua orang tua nya, status nya yang sejak awal sebagai pria singgel kini berubah menjadi seorang pria beristri.
Pernikahan mereka pun, hanya di hadiri oleh orang-orang tertentu saja. Ya, semua itu permintaan Delta yang tak ingin pernikahan nya di ketahui pihak luar.
"Galfin, pastikan tidak ada yang tau mengenai pernikahan ini. Dan kamu tidak lupa bukan dengan apa yang saya suruh?" bisik Delta pada Galfin orang kepercayaan nya.
"Baik tuan, jangan khawatir saya sudah memastikan bahwa tidak akan ada awak media yang meliput pernikahan anda. Dan mengenai permintaan anda sudah saya siap kan semua nya di kamar anda." jawab Galfin sambil berbisik kepada Delta.
"Kerja bagus, Galfin." ucap nya dingin.
Sesaat kemudian terlihat Dania menggandeng Rania memasuki ruangan tersebut, semua yang ada di dalam ruangan itu terpana menatap calon pengantin wanita di samping Dania tak terkecuali Delta sendiri pun terkagum melihat kecantikan wanita yang sebentar lagi menjadi istri nya. Dania pun menuntun Rania untuk duduk di samping Delta. Seketika Delta pun tersadar jika sejak tadi pandangan nya tak teralihkan sedikit pun dari mempelai wanita.
Akad nikah pun berlangsung dengan cepat tanpa hambatan. Kata SAH yang di ucapkan para saksi, terus terngiang-ngiang di kepala Rania, haruskah ia bahagia, mungkin ini sudah menjadi suratan takdir, ia harus tinggal seatap dengan pria yang sangat di bencinya. Bukan pernikahan seperti ini yang di ingin kan Rania, ingin sekali Rania menangis, menangisi nasib nya yang menikah tanpa ada wali nikah yang tak lain Ayah kandung nya, namun apa? wajah Ayah nya saja tak pernah di jumpai nya, apalagi wanita yang melahirkan nya, ia tak mengenali kedua sosok yang di sebut Ayah dan Ibu.
Andaikan waktu bisa di putar kembali, ingin rasa nya ia mengakhiri hidup nya, ia tak sanggup menjalani ini semua, ia ingin berkeluh kesah, namun pada siapa? ia merasa iri kepada teman-teman nya yang memiliki keluarga yang begitu lengkap, tidak seperti diri nya yang selalu saja di anggap sebagai anak haram oleh Tante nya.
__ADS_1
Lamunan nya terbuyarkan, kala Dania mengelus pundak nya. " Nak, selamat ya akhirnya kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Ammar, mulai saat ini kamu nggak sendirian lagi, ada Delta suami kamu, Mom dan Dad yang akan menjadi keluarga kamu." Dania mengusap lembut punggung belakang Rania, ia dapat melihat kesedihan di balik senyum yang di paksakan Rania, ia sendiri sebenarnya tak ingin pernikahan ini terjadi, bagi nya ini pasti terjadi atas paksaan anak lelaki nya, namun melihat situasi Rania yang saat ini sedang mengandung ia pun terpaksa mengikuti kemauan Delta.