Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
18. Pria yang sama


__ADS_3

Delta pun membiarkan Rania masuk ke kamar nya, sedang kan diri nya berlalu pergi ke ruang makan. Delta makan dalam kesunyian, awal nya ia berpikir jika ini adalah makan malam perdana antara diri nya dan juga Rania setelah mereka menikah namun ekspektasi nya tidak sejalan. Mbok Lin mengantarkan makan malam Rania ke kamar sesuai arahan dari Delta, setelah menyelesaikan makan malam nya, Delta pun kembali ke kamar nya, ia lupa dengan berkas-berkas yang harus di pelajari nya mengingat besok ada rapat penting bersama Investor dari luar.


Tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka malam tadi, hingga pagi menjelang Delta masih saja sibuk dengan dokumen di depan nya. Rania yang sudah mandi pun perlahan keluar dari kamar, ia ingin mencari udara segar di pagi hari, langkah nya tertuju pada taman di samping kolam, namun tanpa Rania sadari jika sejak tadi kegiatan nya mengurus tanaman di liat langsung oleh Delta dari balkon kamar nya, Delta tersenyum melihat Rania yang mulai menerima kehidupan nya lagi.


Mbok Lin sejak tadi mencari keberadaan Rania di kamar dan tak kunjung mendapati keberadaan Nyonya baru nya, dengan cepat menyusuri mansion mewah tersebut, ia takut jika Nyonya baru nya pergi lagi namun ia samar-samar mendengar gemercik air dari arah taman belakang, ia yang penasaran pun mengikuti arah gemercik air tersebut, ia tersenyum melihat Nyonya baru nya mulai terbiasa dengan lingkungan mansion, Mbok Lin pun berjalan mendekat dan membungkuk sopan.


"Nyonya, sarapan anda sudah Mbok siapkan. Apa Nyonya ingin sarapan di sini atau ?" tanya Mbok Lin dengan rama namun belum juga menyelesaikan ucapan nya Rania segera memotong.


"Panggil aku Rania, Mbok. Dan mengenai sarapan pagi nya, aku akan makan di meja makan saja." balas Rania dengan membalas senyum Mbok Lin.


"Maaf Nyonya muda, tapi Mbok nggak bisa memanggil Nyonya dengan sebutan nama saja, itu tidak sopan." tolak Mbok Lin, itu akan terdengar lancang jika ia tidak menghormati Rania.


"Aku nggak terbiasa Mbok, ada perasaan yang nggak aku sukai saat Mbok panggil aku dengan sebutan Nyonya." ucap Rania yang merasa tak suka dengan panggilan baru nya di rumah ini.


"Terserah Mbok aja deh, yang pasti jangan panggil Nyonya." timpal Rania lagi dengan senyum mengembang.


Setelah berbincang cukup lama, kedua wanita beda usia itu kembali masuk dan menuju ruang makan, Rania mengedarkan pandangan nya mencari sosok Delta yang entah di mana keberadaan pria itu. Tanpa berpikir lagi, Rania segera duduk dan hendak menyendok sarapan pagi namun pergerakan nya terhenti kala melihat sosok Delta yang berjalan dengan setelan pakaian kantor yang begitu rapi, namun ia mencoba mengabaikan keberadaan Delta, pikir nya pasti pria itu akan duduk dan sarapan bersama dengan nya, Delta pun yang di keburu waktu tak sempat menyapa atau pun menegur sapa dengan Rania, pria itu terus saja berjalan keluar dari rumah menuju Galfin yang sudah menunggu nya sejak tadi.


Apa dia marah karena aku ikut sarapan di sini?

__ADS_1


Tanya Rania pada diri nya sendiri, mengingat sikap Delta yang acuh pada nya barusan membuat Rania tidak bernafsu makan, ia pun segera beranjak namun baru saja berjalan beberapa langkah, ponsel nya berdering, tanpa pikir panjang Rania pun menerima panggilan telpon tersebut.


"Duduk lah dan habiskan sarapan kamu, aku ada rapat penting dan tidak sempat menyapa kamu." ucap Delta dari seberang telpon.


Rania tertegun, ia menjauh kan ponsel nya dan melihat nama penelpon, alangkah terkejut nya ia ketika melihat id penelpon bertuliskan My Husband.


"Dari mana kamu mendapatkan nomor hp aku! jangan bilang jika kamu mengotak atik ponsel ku semalam. Dan apa-apaan kamu nulis nama kamu dengan sebutan My Husband!" tanya Rania dengan kesal.


"Itu nggak penting, habiskan sarapan kamu! mungkin aku akan pulang larut malam, jangan menunggu ku dan jangan lupa untuk makan malam. Ya sudah aku tutup dulu." balas Delta menggoda Rania.


Rania mendelik dan dengan ketus nya membalas ucapan Delta. "Kepedean banget jadi orang, siapa juga yang mau menanti kan kepulangan kamu, by!" pipi Rania merona, ia menghentak hentak kan kaki nya dengan kesal atas ucapan Delta barusan.


Delta tertawa melihat tingkah Rania dari layar ponsel nya, ia tau jika istri nya itu sedang kesal dengan ucapan nya barusan. Galfin tertegun melihat Tuan nya tertawa seperti itu, pasal nya selama ini Tuan nya tidak pernah tersenyum atau pun tertawa seperti ini. Seperti menyadari jika diri nya sedang di tatap, Delta pun kembali memasang wajah dingin dan angkuh nya.


"Bagaimana dengan penelusuran yang aku minta kemarin!" tanya Delta kembali ke mode serius.


"Seperti nya pria itu bukan orang biasa Tuan, hampir dini hari saya mencoba mencari jejak nya melalui jalan-jalan di mana mobil itu lalui namun dari setiap CCTV tak satu pun terlihat mobil itu melintas, saya curiga jika pria itu menyabotase seluruh CCTV agar tidak meninggal kan jejak sedikit pun." jelas Galfin secara rinci.


"Rekrut dua pengawal untuk menjaga Rania kemana pun istri ku pergi, dan tambah delapan pengawal untuk menjaga keamanan mansion, aku tidak ingin terjadi sesuatu terhadap istri dan calon anak saya. Sebelum pria itu di ketahui informasi nya hanya ini yang bisa kita lakukan demi keamanan Rania." titah Delta yang khawatir jika benar pria itu mengincar istri nya, entah ada kejadian apa di balik Rania dan pria itu.

__ADS_1


" Baik Tuan." balas Galfin dan kembali mengemudi kan mobil menuju tempat meeting yang telah di sepakati.


Lima belas menit telah berlalu, mobil yang di kendarai Galfin berhenti tepat di depan sebuah restoran mewah, Galfin dengan sigap turun membuka kan pintu untuk Delta. Delta pun turun dan berjalan beriringan bersama Galfin. Kedatangan mereka di sambut antusias oleh pelayan restoran.


"Apa tamu Tuan Ammar sudah tiba?" tanya Galfin memastikan.


"Sudah Tuan, baru lima menit yang lalu Tuan Jeremy tiba beserta asisten sekaligus dua orang pengawal nya." jelas sang pelayan sembari mengantar Delta beserta Galfin menuju private room yang telah di reservasi oleh Galfin semalam sebagai tempat meeting pagi ini.


Galfin maupun Delta melangkah masuk ke ruangan tersebut, baru saja Galfin hendak menarik kursi untuk Tuan nya, ia samar-samar mengenali wajah pria yang akan ikut meeting bersama mereka. Galfin diam dan mencoba tetap fokus memindai wajah pria tersebut untuk mengingat di mana ia pernah bertemu pria itu, seketika tubuh nya membeku ingatan akan hari kemarin di mana mobil nya di serang oleh orang yang tidak di kenali, ya Galfin ingat pria ini adalah pria yang semalam membuat nya pusing mencari informasi nya, kali ini Galfin berpura pura ijin ke toilet yang berada di ruangan yang sama.


"Tuan maaf, saya pamit ke toilet sebentar." ijin Galfin kepada Delta maupun rekan bisnis mereka.


Delta maupun pria itu mengangguk, dengan cepat nya Galfin berdiri dan berlalu ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Galfin mengirim kan pesan kepada Delta. Galfin memerintah kan seluruh pengawal untuk segera meluncur ke restoran, ia takut jika tanpa persiapan apapun hidup Tuan nya dalam bahaya, maka dari itu tanpa ijin dari Tuan nya Galfin segera memberi perintah.


TUAN PRIA ITU ADALAH PRIA YANG SAMA YANG SAYA CERITAKAN KEMARIN, BERHATI HATILAH. isi pesan yang di kirim kan Galfin kepada Delta.


Delta yang sedang asik berbincang melihat notifikasi di ponsel nya, ia berpikir jika pesan itu adalah pesan yang di kirim kan Rania untuk nya namun saat membuka pesan tersebut, Delta tak berekspresi ia membaca pesan Galfin dan kembali fokus pada pria di depan nya.


JANGAN MEMBUAT MEREKA MENCURIGAI KITA, AWASI SAJA SEGALA GERAK GERIK MEREKA, JIKA KAU MERASA ADA YANG TIDAK BERES LAKUKAN SEPERTI BIASA. balas Delta pada pesan sos yang di kirim kan Galfin.

__ADS_1


Setelah mendapat balasan dari Delta, Galfin pun keluar, namun sebelum benar-benar kembali, Galfin meminta seorang pengawal memastikan sarapan pagi mereka tidak mengandung apapun.


__ADS_2