
Berjam-jam berdiam diri di kamar tidak membuat Rania merasa bosan untuk beranjak dari kasurnya. Apa yang di inginkan Rania selalu di sanggupi oleh Sandra dan art lain nya. Hari nya selalu ia isi dengan membaca buku kehamilan hingga persalinan, serta berselancar di media sosial membuat ia betah berjam-jam ataupun seharian di kamar dan semua itu ia lakukan atas perintah Delta yang membatasi diri nya untuk bekerja lebih hingga membuat nya cepat lelah dan merasa pegal di pinggang hingga kaki nya.
Tepat pukul 8, Sandra pun memanggil Rania untuk menyantap makan malam yang telah di sediakan oleh mereka.
Tok
Tok
"Masuklah!" sahur Rania dari dalam.
"Kak, makan malam nya udah siap. Mau makan di sini atau tetap di ruang makan?" tanya Sandra.
"Aku akan turun sebentar lagi." balas Rania.
"Baiklah, ya sudah Sandra ke bawah dulu, Kak." pamit gadis muda itu dan berlalu pergi.
Setelah menyelesaikan makan malam nya, wanita hamil itu pun kembali ke kamar, ia mencoba membaringkan tubuhnya, tapi sayang sudah dua jam berlalu ia tetap terjaga. Dengan penuh kehati-hatian ia pun bangun dan meraih laptop yang sejak tadi sudah ia sediakan kala ia tidak bisa tidur.
Awal nya ia hanya mengecek perkembangan toko online dan butik pemberian dari Ibu mertua nya, tapi sekelebat bayangan akan pria misterius yang beberapa pekan lalu seakan berputar kembali. Dengan keahlian nya, ia pun memasukkan beberapa password rahasia hingga tak lama kemudian layar yang semula berwarna hitam menjadi terang saat layar laptop itu memperlihatkan adegan demi adegan yang terjadi di perusahan suami nya, tepat nya saat kejadian salah satu rekan kerja nya yang mempermalukan diri nya.
Hingga tak berselang lama, tiba belasan pria berjas hitam dengan wajah penuh kemarahan, pria-pria itu pun menarik paksa Selia, dan seorang pria dengan pakaian formal berwarna navy pun tiba, tapi sayang pria itu menutup wajah nya menggunakan masker dan kaca mata hitam sehingga keseluruhan wajah nya tidak bisa di kenali.
Tapi bagi Rania itu tidak masalah karena diri nya bisa dengan mudah mencari siapa sosok sebenarnya di balik kaca mata hitam dan masker tersebut. Wanita hamil itu dengan serius nya mengotak atik jari nya pada layar keyboard hingga tak berselang lama apa yang di cari nya pun ia temukan.
Siapa sosok di balik masker dan kaca mata itu membuat Rania terkejut, wajah serta mata pria itu sangat mirip dengan nya. Jari lentik itu tak tinggal diam, ia pun menekan dua kali potret tersebut hingga laptop yang ada di pangkuan nya hampir saja jatuh kala potret tersebut ia sandingkan dengan salah satu potret diri nya.
__ADS_1
Apa mungkin pria ini Ayahku?. Tapi mengapa kalian tega meninggalkan aku? setelah puluhan tahun kenapa kalian kembali dan seakan akan kalian begitu menjagaku dan peduli terhadap ku, mengapa?
Rania menatap nanar dua potret di layar laptop nya, tidak dapat di pungkiri jika diri nya merasa bahagia ketika tau ia masih memiliki orang tua yang lengkap, namun kebahagian itu segera ia kubur dalam-dalam saat mengingat apa yang di lakukan kedua orang tua nya.
Apapun alasan nya aku nggak bakalan maafin kalian! selama nya aku benci kalian!
Setetes bulir air mata pun jatuh tanpa bisa ia cegah, dan itu semua tak luput dari pandangan sesosok yang entah sejak kapan telah berdiri di balik tembok. Sosok itu merasa penasaran dengan apa yang sedang di lihat oleh istri nya, namun urung ia mendekati sang istri ketika melihat sekelebat kebencian dan kemarahan di sorot mata istri nya itu.
"Burack Hanthony!" gumam Rania saat sudah mendapat profil pria yang di yakini Ayah nya.
Sorot mata wanita hamil itu kian membola saat melihat sosok wanita di samping pria itu, ia teringat akan sebuah pigura yang berada di rumah sang nenek. Wanita serta pria yang wajah nya terlihat buram tapi melihat gestur tubuh pria itu, ia yakin jika pria itulah yang berada dalam pigura tersebut. Pigura seorang wanita yang menggendong seorang bayi berumur 2 tahun yang di yakini Rania adalah diri nya.
Mendengar ucapan sang istri yang menyebutkan nama seorang petinggi serta ahli waris Hanthony Corp membuat Delta tertegun, namun dengan cepat nya ia pun mengirimi pesan kepada seseorang untuk mencari informasi terkait.
Setelah menetralkan detak jantung nya, Delta pun mulai melangkah kan kaki nya. Melihat kedatangan sang suami yang datang, Rania pun tersenyum.
"Mas, udah makan?" tanya Rania hendak beranjak namun langsung di cegah oleh Delta.
"Duduklah, Mas udah makan tadi. Kamu udah makan?" tanya Delta dengan mendaratkan sebuah kecupan di dahi sang istri.
"Udah Mas." balas Rania dan kembali fokus pada layar laptop nya.
"Lagi liat apaan sih?" Delta berpura pura tidak tau.
"Apa Mas kenal dengan keluarga Hanthony?" tanya Rania to the points.
__ADS_1
"Mereka keluarga terkaya nomor satu di Turkey, Hanthony Corps adalah perusahan raksasa terbesar dengan kisaran kekayaan yang nggak bakalan habis hingga berapa generasi. Ada apa? kamu kenal sama mereka?" tanya Delta dengan serius, ia pun menatap wajah cantik istri kecil nya itu.
"Mas, jika aku katakan aku adalah bagian dari mereka, apa kamu percaya?" tanya Rania dengan serius nya.
"Maafin aku, Ra. Sebenarnya selama ini, aku diam-diam masih mencari informasi tentang siapa latar belakang kamu, dan semua itu mengarah pada keluarga Hanthony. Mas yakin kamu nggak bakalan bicara tanpa ada bukti, oleh karena itu biarkan Mas mencari tau semua nya, agar kelak semua ini tidak lagi merisaukan hati kamu, jika kamu tidak ingin, Mas janji bakalan menutup semua nya saat ini juga." jawab Delta dengan jujur, ia tidak ingin membuat jarak lagi dengan istri nya dengan sebuah kebohongan beserta keegoisan nya selama ini.
"Lanjutkan saja Mas, tapi setelah kau menemukan kebenaran nya, mari tinggalkan kota ini, kamu mau kan Mas?" ajak Rania dengan segala pertimbangan nya.
"Jika itu keinginan mu, Mas bakalan ikutin. Tapi berjanjilah setelah semua nya terungkap jangan pernah tinggalin Mas lagi." Delta mengangguk setuju.
"Iya Mas, makasih untuk segala nya, dan maafin aku karena keegoisan dan kekerasan kepala ku hingga aku menjauhkan kamu dengan anak kita." sesal Rania dengan bulir air mata yang mulai membasahi pipi nya mengingat keegoisan nya beberapa bulan yang lalu.
Delta mengusap lembut bulir air mata di pipi istri nya, tanpa rasa canggung Delta pun mendaratkan beberapa kecupan di wajah istri nya itu.endapat perlakuan romantis sang suami, wajah Rania merona merah, ia tersipu malu tapi tak ayal ia bahagia mendapat perlakuan romantis suami nya.
"Aku mencintaimu, sayang." bisik Delta tepat saat diri nya hendak mencium bibir istri nya.
Deg
Tubuh Rania membeku, kala mendengar ucapan cinta suami nya, ini kali pertama nya ia mendengar panggilan sayang dari pria dingin dan kaku di depan nya. Sebuah senyum terukir indah di wajah Rania.
"Aku juga mencintaimu, Mas." balas Rania dan kali ini ia merasakan tubuh suami nya yang membeku.
Tanpa banyak kata, Delta pun kembali memanggut bibir ranum istrinya itu, ciuman itu begitu menuntun entah siapa yang lebih dulu menghentikan ciuman tersebut, deru nafas kedua nya memburu, Rania yang tersadar pun membuang pandangan nya, sungguh ia malu dengan apa yang barusan ia lakukan.
"Ayo tidur." ajak Delta setelah keheningan beberapa saat. Rania pun menganggukkan kepala
__ADS_1