
"Tuan, Nona Evelyn ingin bertemu dengan anda, haruskah saya reservasi sebuah meja di restauran milik Nyonya besar?" tanya seorang pria pada atasan nya.
"Tidak perlu! minta Eve menemui ku saja di sini. Tak perlu mengistimewakan wanita gila itu." tolak nya tegas.
Mendengar balasan sang Tuan, Mario hanya bisa menganggukkan kepala. Meski dalam hati ia merasa iba dengan Evelyn, pasalnya sejauh ia mengenal sosok Evelyn, gadis cantik itu selalu bersikap sopan dan begitu menghormati orang lain, namun sayang gadis secantik Evelyn harus terjerat dalam perjodohan konyol yang di lakukan oleh orang tua mereka dan lebih parah nya lagi, Evelyn di jodohkan dengan pria arogan dan dingin seperti Keanu jayden.
Pria casanova yang kerap sekali bergonta ganti pasangan, pria kejam yang tak pernah mengenalkan kata ampun kepada para lawan musuh nya, meski di umur nya yang baru 20 tahun, tapi sosok seorang Keanu begitu di takuti di dunia bisnis dan juga dunia bawah tanah.
Namun sikap Keanu akan berubah lembut kala ia di hadapkan dengan sosok sang Bunda. Tak ada yang tau jika sosok kejam dan dingin seperti nya kerap sekali bersikap manja jika di hadapkan dengan sang Bunda. Seperti hal nya saat ini, baru saja asisten nya berlalu keluar, tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka kembali dan menampilkan sosok wanita paru baya yang sudah berdiri tepat di depan pintu ruangan nya.
"Kok nggak bilang jika Bunda mau kesini, kan Arta bisa jemput Bunda di bawah." cecar nya pada sang Bunda saat sudah mendudukkan wanita paru baya itu di sofa.
"Maaf, Bunda hanya ingin melihat mu saja, Bunda kangen sama Kakak mu, bagaimana kondisinya Bunda nggak tau." lirih wanita paru baya itu dengan kesedihannya.
"Arta yakin, jika pria itu pasti merawat Kakak dengan baik, Arta juga sangat merindukan nya, hanya saja sampai saat ini, Arta belum bisa menemukan keberadaan pria itu dan Kakak. Entah kemana pria itu membawa Kakak." balas Keanu yang ikut sedih memikirkan keberadaan sang Kakak yang entah di mana.
"Pria itu Ayahmu, jangan pernah membenci nya, semua ini tidak akan terjadi jika saat itu Bunda mau jujur siapa Bunda sebenarnya." marah Rania yang tidak suka dengan panggilan Keanu terhadap mantan suaminya itu.
"Mana ada seorang Ayah dengan tega nya memisahkan kedua anak nya hingga puluhan tahun lama nya, sampai kapan pun Arta nggak bakalan maafin pria itu." tegas Keanu kesal, karena Ibu nya kerap sekali memarahi nya perihal dirinya yang tidak ingin mengakui sosok sang Ayah.
"Ayahmu pria baik, jangan memusuhinya. Perihal perceraian Bunda dan Ayah kalian, itu semua kesalahan Bunda." ujar Rania memperbaiki pola pikir sang anak.
"Bunda, Uncle Gail kok nggak pernah datang lagi? apa Uncle sudah lupa dengan Arta?" tanya Keanu mengalihkan pembicaraan.
"Entahlah, sudah seminggu lebih Bunda juga tak mendapatkan kabar mengenai nya, tapi menurut Alfin, Uncle mu itu sedang dekat dengan seorang dokter. Bunda berharap Uncle mu itu berhenti bermain main dengan para wanita di luaran sana."
Mendengar penuturan sang Bunda, tiba-tiba mood Keanu berubah kesal, pasalnya pria itu sudah menaruh harapan besar pada Gailel. Pria muda itu sangat berharap jika Gailel bisa menjadi Ayah sambung untuknya, terlebih selama ini Gailel lah yang selalu ada di saat suka dan duka.
__ADS_1
"Ck' kenapa Uncle harus bersusah payah mencari seorang wanita jika di depannya sudah ada Bunda." gerutu Keanu pelan namun masih bisa di dengar oleh Rania.
"Stop berpikir untuk menjodohkan Bunda dan Uncle mu itu, sampai kapan pun Bunda nggak akan pernah mau mengikuti ide gila kamu itu." tolak Rania tegas.
*****
Malam pun tiba, Mikhayla dengan balutan dress bermotif bunga berjalan memasuki cafe yang akan menjadi tempat pertemuannya dengan para sahabatnya. Saat Mikhayla hendak mendorong pintu kaca cafe, tak sengaja ia mendorong nya cukup kuat hingga mengenai wajah seorang pria yang hendak keluar dari cafe tersebut.
"Arrrgg!" desis baritone seseorang sambil mengusap wajahnya.
"M-maafkan saya, Tuan. Saya tidak bermaksud melakukan nya." sesal Mikhayla sambil menundukkan wajahnya.
"Apa kau buta?" sentak sang pria dengan sorot mata tajamnya.
Mendengar bentakan pria itu, perlahan Mikhayla mendongak kan wajah nya menatap wajah orang di depannya dengan sorot mata tak kalah tajamnya.
Deg
Kenapa wajahnya mirip sekali dengan ku? mata itu mengingatkan ku pada Bunda?
Dia? kenapa wajah nya seperti wajah Ayah masih muda? dan kenapa juga wajah kami terlihat sangat mirip? entahlah mungkin ini hanya kebetulan saja.
"Kau!"
"Apa? cepat minggir, aku mau lewat!" ketus sang gadis dengan kesalnya.
"Tidak semudah itu, Nona. Kau sudah membuat wajah tampanku memar, kau harus menemaniku makan malam, dan satu lagi aku nggak menerima penolakan." tekan sang pria yang tak lain ialah Keanu, pria itu pun tak segan-segan segera menarik pergelangan tangan Mikayla tanpa mendengar penolakan gadis itu.
__ADS_1
"Lepas brengsek! dasar kurang ajar, nggak tau sopan santun!" gerutu Mikayla tapi tak di gubris oleh Keanu.
"Astaga, baru kali ini aku bertemu pria tak tau malu seperti kamu, udah jelek belagu nya minta ampun!" gerutu Mikayla penuh kekesalan.
"Berhentilah marah-marah wajah mu terlihat jelek saat marah-marah seperti itu, sebagai imbalan nya kau puas memilih menu makan malam mu, dan semua nya aku yang traktir, okey!" seru Keanu sambil mengembangkan senyum nya ke arah Mikayla.
"Jangan tersenyum seperti itu, kau terlihat menakutkan jika tersenyum seperti itu!" ketus Mikayla tapi tak urung gadis cantik itu tetap memesan menu makan malam nya.
"Keanu Artakendra Ammar." seru Keanu memperkenalkan diri.
Deg
Jantung Mikayla berdetak tak karuan kala mendengar identitas pria di depannya, ada rasa bahagia namun segera ia tepis saat sejumput kekecewaan kala mengingat jika sang Bunda lebih menyayangi sang adik, setetes air mata jatuh di sudut mata nya kala ia tidak menyangka jika secepat ini takdir mempertemukan dirinya dengan orang-orang di masa lalu nya, dengan cepat pula ia mengusap bulir air mata itu, namun sayang semua nya sudah terlanjur di lihat oleh Keanu sendiri.
"Aku harus pergi, ada beberapa barang yang lupa aku beli, terima kasih untuk ajakan makan malam mu." putus Mikayla yang tidak ingin terjebak dengan orang-orang yang sudah berusaha di jauhi oleh sang Ayah.
"Bisakah kita berfoto bersama?" pinta Keanu dengan wajah sendu nya, entah mengapa ia merasa kecewa melihat gadis di depannya seperti ingin menghindar dari nya.
Mikayla tampak termenung beberapa saat, hingga pada akhirnya ia menyetujui permintaan Keanu yang tak lain dan tak bukan ialah Adik kembar nya.
"Baiklah." balas Mikayla menyetujui.
Setelah nya Mikayla dengan cepatnya meninggalkan restoran tersebut, berulang kali ia meruntuki dirinya sendiri karena tidak pernah mau patuh dengan ucapan Ayah beserta Uncle nya.
Melihat kepergian Mikayla, dengan cepat pula, Keanu meminta para bodyguard nya mengikuti gadis itu.
"Mario, minta Brayen mengikuti gadis itu, dan kamu cari tau identitas gadis itu sedetail mungkin, waktumu hanya 1x24 jam." titah nya kepada sang asisten.
__ADS_1
"Baik Tuan." balas Mario cepat.