
Hampir seperempat jam di lalui David dan Rania, hingga tanpa terasa Rania tertidur di kursi penumpang. Melihat Rania yang tertidur dengan nyenyak membuat David tersenyum.
Apa yang sebenarnya terjadi, Ra? andai kau ingin menceritakan nya, aku akan siap dengan semua kemungkinan yang ada. Hati ini begitu sulit untuk membenci atau pun marah saat melihat perubahan pada diri kamu, aku terlalu mencintai kamu, Ra. Sehingga rasa kecewa melihat kamu dalam kondisi hamil seperti ini, hanya membuat aku optimis ingin melindungi kamu selama nya.
Tak ingin mengganggu tidur Rania, David pun memberikan satu kecupan di kening Rania, setelah nya ia ikut memejamkan mata nya di kursi kemudi.
Di lain tempat, Delta terus saja mengumpat kala menerima beberapa pesan yang tak lain adalah foto di mana David mengelus dan mengecup Rania saat gadis itu terlelap. Ia marah ketika melihat Rania di dekati oleh pria lain, apalagi pria tersebut adalah rival nya di dunia bisnis.
"Tuan, menurut informan kita, Rania saat ini bekerja di perusahaan anda sejak lima bulan yang lalu, ia menjabat sebagai manager desain di Ammar group." jelas Galfin setelah mendapatkan informasi mengenai Rania.
"Minta bagian HRD untuk memindahkan Rania di lantai teratas." titah nya kepada sang asisten.
"Baik Tuan." balas Galfin dan segera menelpon bagian HRD.
Hari berlalu begitu cepat nya, Rania sedang mematut wajah nya di depan cermin, senyum bahagia terus terpancar di wajah nya kala mengingat kontrak berjangka panjang berhasil di dapat oleh nya, ia ingin sekali cepat-cepat ke perusahan dan mengatakan kabar bahagia ini kepada tim nya.
Lima belas menit berlalu, Rania dengan senyum ceria nya sudah berdiri di loby perusahan, banyak orang yang menyapa nya dengan ramah.
"Pagi Manager Nia." sapa Abel dan Medina bersamaan kala melihat atasan mereka memasuki lift.
"Selamat Pagi cantik!" balas Rania dengan senyum manis nya.
Ketiga nya pun terlibat obrolan panjang di dalam lift, Abel maupun Medina merasa bersyukur memiliki atasan yang super baik seperti sosok Rania yang tak pernah sekalipun berbicara kasar atau pun membentak mereka jika ada kesalahan yang di lakukan mereka saat dalam mengerjakan sesuatu.
Tanpa terasa lift yang dinaiki ketiga nya sudah terbuka tepat di mana Manajemen Desain berada. Abel maupun Medina mempersilahkan Rania keluar terlebih dahulu.
__ADS_1
Kedatangan Rania sudah di nantikan oleh para staf nya. Dengan hormat mereka menyapa nya seperti biasa. Rania geleng-geleng kepala kala melihat para staf nya serempak berdiri dan menyapa nya.
"Berhentilah bersikap seperti itu kepada ku, kalian ini ada-ada saja deh." rengek Rania dengan wajah cemberut nya.
Semua nya tertawa melihat wajah cemberut Rania, namun seketika raut wajah mereka berubah saat melihat sesosok yang berdiri di ambang pintu masuk, yang menatap mereka dengan dingin dan begitu mengintimidasi. Seperti menyadari perubahan di raut wajah para staf nya, Rania pun membalik kan tubuh nya melihat sosok yang berhasil membuat staf nya tertunduk takut. Rania memutar bola mata nya jengah saat melihat orang tersebut. Namun Rania mencoba profesional meski diri nya tak menyukai kedatangan orang tersebut.
"Apa ada yang bisa kami bantu?" Rania menanyakan perihal kedatangan orang tersebut.
"Seharusnya kau menegur mereka, bukan mala sebalik nya membiarkan mereka bermalas-malasan seperti itu di waktu jam kerja!" ketus sang gadis dengan sorot mata tajam.
"Jika anda kemari hanya untuk mengurus kinerja staf di menajemen saya, sebaik nya anda pergi saja." balas Rania tak terima jika staf nya di jelek kan oleh manajemen lain.
"Kau!" tunjuk sang gadis dengan marah saat diri nya di usir oleh Rania di hadapan para staf nya.
"Apa?" tantang Rania dengan berani.
Melihat Medina dan Abel yang berdiri di samping Rania, wanita itu pun pergi dengan seribu kekesalan dan amarah nya.
"Dasar nenek sihir!" cibir Abel dan lain nya.
"Manager Nia memang the best." seru Jhanet bersamaan dengan Rico sembari mengacungkan dua jempol ke arah Rania.
"Huusst... jangan gitu. Ayo selesai kan pekerjaan kalian yang tertunda kemarin." ucap Rania dengan menahan tawa nya. Setelah nya ia berlalu masuk ke ruangan nya.
Dua jam telah berlalu, Rania sedang sibuk membolak balik kan beberapa file yang ada di atas meja kerja nya. Hingga tiba di mana fokus nya terpecah saat interkom di ruangan nya berbunyi.
__ADS_1
"Halo Manager Nia, saya Nancy asisten Bu Meriska. Anda di minta Bu Meriska untuk datang ke ruangan nya saat ini." ujar lawan bicara Rania.
"Baik, saya akan segera kesana. Terima kasih atas info nya, Nona Nancy." balas Rania dengan tenang.
"Sama-sama, Manager Nia. Saya tutup dulu ya." ucap lawan bicara nya lagi dan sambungan telpon itu pun terputus.
Tak ingin membuat Bu Nancy menanti diri nya, Rania segera menghentikan kerjaan nya, ia merapihkan pakaian yang ia kenakan, dan berlalu keluar dari ruangan nya. Semua staf nya merasa heran melihat manager mereka keluar dengan buru-buru, pasal nya selama nia menjabat sebagai manager desainer, Nia tidak sekalipun keluar dari ruangan nya pada waktu jam kerja.
"Din, saya ada di panggil oleh Bu Meriska, tolong selesai kan dokumen yang ada di ruangan saya." ucap Rania kepada asisten nya.
Semua yang mendengar penuturan Rania, tampak terkejut. Kini mereka fokus menatap ibu hamil tersebut dengan perasaan campur aduk.
"Manager Nia apa yang terjadi?" tanya Jhanet khawatir.
"Tidak ada apa-apa, mungkin ada sesuatu yang penting sehingga saya di panggil. Kalian tidak perlu khawatir." balas Nia yang dapat menangkap raut kekhawatiran dari para staf nya.
"Awas saja jika manager Nia di marahi, akan ku buat perhitungan sama mak lampir itu." gerutu Brian.
Nia geleng-geleng kepala, namun ia teringat mengenai kedatangan nya tadi pagi, sebelum diri nya melangkah keluar dari ruangan tersebut, Rania tersenyum bahagia dan mulai menceritakan kabar bahagia nya.
"Hari ini saya bawa kabar gembira buat kalian. Sebelum nya saya berterima kasih kepada kalian semua. Berkat kerja keras kalian, manajement desain kita berhasil memenangkan tender besar itu dan saya sudah menanda tangani kontrak kerja sama dengan RF group, maka dari itu saya ucap kan selamat kepada kalian semua." jelas Rania kepada para staf nya.
Semua staf bersorak gembira mendengar kabar baik itu.
"Makan-makan lagi kita." teriak Abel antusias.
__ADS_1
"Ya sudah, saya pergi dulu. Planning kita bicarakan setelah jam istirahat, okey." ucap Nia lagi sebelum berlalu lalu pergi.
"Baik Bu bos." jawab mereka serempak.