Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
38. Rencana Jahat


__ADS_3

Seorang gadis cantik sedang menunggu seseorang di ruang kerja nya, entah mengapa wanita itu terlihat gusar dan begitu marah. Sudah hampir sejam lama nya ia menunggu kedatangan seseorang, namun yang di nantikan oleh nya tak terlihat keberadaan nya dari layar CCTV.


Rasa kesal kian menyelimuti gadis cantik itu, ia pun beranjak dan hendak meninggalkan ruangan nya, namun ketika mendengar suara handle pintu yang hendak di buka dari luar sebuah senyum langsung tersungging di bibir nya. Ketika sosok yang di nantikan nya sudah berdiri di depan nya.


"Maafkan aku Bel, aku baru saja tiba dan terjebak macet." seru pria itu saat mendapat tatapan tajam dari perempuan di depan nya.


"Sudahlah, jika aku tidak membutuhkan bantuan mu sudah ku tendang kau dari sini!" balas nya tajam.


Pria itu memutar bola mata nya malas, jika saja kerja sama ini tidak menguntungkan bagi nya sudah sejak lama ia ingin menjauhi wanita itu. Tapi sayang, obsesi nya terhadap seorang gadis membuat ia rela melakukan segala cara agar bisa bersatu dengan wanita yang di cintai nya lagi.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya nya to the points tanpa basa basi.


"Dekati wanita itu lagi, dengan begitu akan mempermudah aku mendapatkan pria itu. Terserah apa yang mau kau lakukan kepada pelacur rendahan itu!" titah nya kepada pria itu dengan sorot mata kebencian.


"Berhenti mengatai nya seorang pelacur, Bel! dia lebih baik darimu karena dia tidak sama seperti mu yang kerja nya hanya gonta ganti pasangan untuk mendapatkan pelepasan!" tukas pria itu marah saat berulang kali wanita itu mengatakan wanita nya sebagai seorang pelacur.


"Haha... kau saja mengeram nikmat saat di bawah kungkungan ku, berhentilah bersikap sok baik dan tak tersentuh, Dav!" sentak wanita itu kesal melihat kesombongan teman ranjang nya tersebut.


"Aku pergi dulu, jangan hubungi aku jika tidak penting!" tekan sang pria dan berlalu keluar dari ruangan itu, namun belum sempat tangan nya meraih handle pintu tubuh nya di peluk dari belakang.


"Aku merindukan sentuhan mu, Dav." bisik sang gadis dengan suara yang begitu serak.


"Cukup Bel! apa yang terjadi di antara kita hanya kesalahan saja, jadi jangan berharap untuk aku menyentuhmu lagi!" desis sang pria yang mulai tersulut emosi karena kelakuan gadis tersebut.

__ADS_1


Sungguh wanita itu tidak menggubris ucapan pria itu, ia yang sudah terbakar gairah pun membalikkan tubuh pria itu dan mencium dengan buas bibir tipis pria itu dengan brutal, pria itu mati-matian menahan hasratnya yang tidak bisa menolak rangsangan wanita tersebut, namun gairah mengalahkan komitmen nya, ia pun terlena dan membalas ciuman memabukkan wanita tersebut. Sebuah senyum meremehkan terlihat di sudut bibir wanita itu.


Pergulatan panas pun terjadi di antara kedua nya, erangan demi erangan terdengar begitu memabukkan, dua jam lama nya mereka mencari kepuasan masing-masing. Erangan panjang dari kedua nya menjadi penutup tanda pergulatan panas itu berakhir.


"Shitt!!" umpat sang pria saat menyadari apa yang telah ia lakukan barusan dengan wanita yang menjadi partner bisnis nya itu.


"Berhenti mengumpat, Dav! pergilah lakukan misi mu secepat nya, karena aku tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi." usir sang wanita dengan kesal.


Di lain tempat, pria paru baya yang terlihat begitu mempesona sedang menghabiskan pagi nya dengan pergulatan panas dengan seorang gadis yang menjadi tawanan nya.


"Kau milikku, Janet. Berhentilah mencintai pria sialan itu, jika tidak kau akan tau akibat nya!" ancam pria itu tanpa menghentikan hentakan keras pada tubuh wanita di bawah nya.


Wanita itu tetap diam tanpa mau membalas ucapan pria yang kerap sekali menggauli dirinya dengan paksa.


"Hhmmm" balas sang wanita dengan malas.


"Good girls!" seru sang pria dan kembali menghujam sang wanita dengan sentakan-sentakan brutal nya.


Setelah mendapatkan pelampiasan, pria itu pun beranjak dan mengenakan kembali pakaian nya, setelah nya ia berlalu keluar dari kamar tersebut.


Kedatangan nya sudah di nantikan oleh orang kepercayaan nya. Ia pun duduk di kursi kebesaran nya.


"Tuan, Belia sedang menyusun rencana bersama David untuk menghancurkan pernikahan Delta bersama Nona muda." jelas pria itu yang kerap sekali di panggil Jarjeck.

__ADS_1


"Awasi saja mereka, tapi ingat jangan membiarkan mereka melukai Arezha sedikit pun, karena aku tidak ingin keponakan tersayang ku terluka sedikit pun!" tukas nya dengan datar di ikuti seringai licik.


"Tuan besar juga mulai memerintahkan beberapa pengawal untuk menjaga Nona muda, sedangkan Nyonya Lethisa beliau sedang berada di Negara seberang untuk menyelesaikan beberapa rancangan gaun." jelas Jarjeck lagi saat mendapatkan informasi dari salah satu mata-mata yang di taruh oleh nya untuk mengawasi mansion utama.


"Siapkan penerbangan, aku ingin bermain main sedikit dengan kakak ipar ku sebelum kehancuran Burack dan tua bangka itu." titah nya lagi dengan wajah berbinar saat tau wanita yang di cintai nya pergi ke Negara lain tanpa ada pengawalan atau pun kakak tercinta nya.


Menempuh perjalanan kurang lebih dua jam lama nya, tampak sosok pria dewasa itu turun dari helikopter, ia berjalan dengan santai menjauh dari capung besi yang mengantarkan diri nya pada sosok wanita yang sangat ia cintai. Keberadaan nya kali ini di Negara seberang hanya untuk bertemu dengan wanita tersebut yang tak lain ialah istri kakak nya sendiri.


Tak membutuhkan waktu lama, pria itu tiba di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Negara itu, ia pun mengedarkan pandangan nya ke segala arah, hingga pandangan kini tertuju pada seorang wanita dewasa dengan balutan dress berwarna navy yang membalut tubuh indah wanita itu, sebuah senyum terlukis manis di wajah pria itu.


Pria tampan itu pun melangkahkan kaki nya menghampiri sosok yang sudah berhasil mendebarkan jantung nya setelah pertemuan mereka kembali.


Dengan tak tau malu nya, pria itu memeluk pinggang wanita itu secara posesif. Semua yang berada di stand itu hanya menatap kagum kepada kedua nya. Mereka sangat mengenali siapa suami dari wanita itu, namun pada kenyataan nya mereka semua terkecoh hingga tidak tau siapa sebenarnya sosok tersebut.


Deg


Jantung wanita itu berdebar tak karuan, ia sebisa mungkin bersikap tenang. Aroma yang menusuk indra penciuman nya sudah jelas tau siapa sosok tersebut. Dengan gerakan slow, wanita itu pun membalikkan badan nya.


"Burack, hentikan!" ucap nya pelan namun sorot mata nya menatap tajam pria di depan nya.


"Aku merindukan kamu baby." goda sang pria dengan mengedipkan sebelah mata nya.


"Ayo ikut aku, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu!" tekan wanita itu sembari menarik pria itu menjauh dari kerumunan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2