Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
32. Pria misterius


__ADS_3

Kini kedua wanita beda usia itu sudah berada tepat di depan perusahan, Delta yang sudah di beri kabar mengenai kedatangan kedua wanita itu pun sudah sejak tadi menunggu kedatangan kedua wanita yang di cintai nya. Para pegawai tampak keheranan ketika mendapati sang bos yang sejak tadi berdiri di depan meja resepsionis.


Namun pertanyaan demi pertanyaan mereka terjawab ketika melihat sang Nyonya besar yang berjalan masuk ke lobby perusahan, namun bisik-bisik antar pegawai pun terjadi ketika melihat sesosok yang berdiri di samping Nyonya perusahan.


"Itu bukan nya manager Nia dari management desain?" tanya salah seorang perempuan kepada ketiga teman nya.


"Iya yah. Kok bisa barengan sama Nyonya besar." balas perempuan satu nya.


"Caper kali yah!" timpal perempuan yang lain juga.


"Mungkin kedatangan nya kesini buat cari bapak untuk anak haram di perut nya kali yah!" sindir seorang wanita yang melangkah dengan penuh percaya diri berjalan mendekati sang Nyonya perusahan.


Awal nya Rania tak menggubris bisik-bisik beberapa karyawan yang menggunjing diri nya, namun kali ini kesabaran nya tak lagi bisa di tahan, paska mendengar anak nya di sebut sebagai anak haram. Delta maupun Dania terkejut mendengar ucapan salah seorang staf perusahan mereka, wajah wanita paru baya itu mengelap ingin rasa nya ia memusnahkan wanita yang sudah lancang menghina menantu dan cucu nya. Dania pun melangkah maju ke arah Selia tangan nya yang sudah hendak mengenai pipi Selia terhenti kala mendengar bariton seorang pria yang wajah nya tak dapat di lihat oleh siapapun yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu masuk dengan beberapa pria yang senantiasa berdiri di belakang.


"Bawa wanita ****** itu, berikan ia hukuman yang akan membuat siapa pun akan berpikir dua kali untuk mengusik Arezha lagi di kemudian hari!" titah nya dengan marah saat mendapati kejadian ini.


Awal nya ia tidak ingin membuntuti sang anak namun mendengar jika Barack sedang menyusun rencana untuk mendekati Rania, tentu Burack tau apa yang akan di lakukan kembaran nya, oleh karena itu ia ikut terlibat dalam masalah ini agar kedepannya jalan untuk menjelaskan segala nya kepada Rania tidak akan terlalu sulit, terlebih diri nya takut jika sang anak akan membenci diri nya dan juga sang istri.

__ADS_1


Sontak semua yang berada di situ terbelalak kaget, begitu pun dengan Rania, ia terkejut mendengar nama Arezha yang sempat di dengar nya beberapa saat lalu di mall.


Siapa aku? mengapa seharian ini dua orang berbeda menyebutkan nama Arezha? dan siapa Arezha?


Para pria yang di perintahkan pria itu pun melangkah maju, mereka pun menarik paksa Selia, namun belum sempat para pria itu melangkah keluar, Rania berucap dengan nada yang begitu dingin.


"Siapa pun kau, kau tak berhak ikut campur dalam masalah ini! dan satu lagi, nama saya Rania bukan Arezha. Lepaskan wanita itu!" ucap Rania dengan sorot mata tajam ke arah para pria bertubuh besar yang sedang menarik paksa Selia.


"R-rania tolong lepaskan aku." mohon Selia dengan tubuh bergetar ketakutan.


Dania maupun Delta terhenyak saat melihat sorot mata tajam dan begitu mengintimidasi dari wanita yang biasa nya bersikap lemah lembut itu.


Lagi-lagi semua orang di buat terperangah dengan apa yang baru saja di lakukan pria bertubuh besar yang mereka yakini jika pria itu adalah pimpinan para bodyguard itu.


"Bawa wanita ****** itu, Brandon!" titah pria misterius tadi dan segera berlalu pergi dari sana, ia tidak ingin membongkar identitas nya dengan cepat, ia ingin memastikan keamanan Rania sampai saat nya tiba.


"Cukup!" teriak Delta dengan marah, ia tidak mungkin membiarkan para pria itu membawa Selia, bagaimana pun kelak jika terjadi sesuatu kepada Selia sang istri pasti akan di salah kan atas apa yang menimpah Selia.

__ADS_1


"Wanita ini akan menerima akibat dari ulah nya, tapi bukan kalian yang menentukan nya, di sini aku yang akan menentukan hukuman apa yang akan di terima wanita itu karena telah berani menghina istri dan calon anak kami!" tekan Delta dengan kesal nya.


Dengan langkah cepat, Galfin yang di beri kode pun segera menarik paksa Selia dari para pria itu.


Tring...tring...


Menyadari ponsel nya berdering, Brandon pun segera meraih benda pipi nya yang berada di saku jas nya, ia pun menerima panggilan dari Tuan nya.


"Brandon, tinggalkan wanita itu, biarkan suami Arezha yang menyelesaikan nya. Ingat jangan menyentuh siapa pun yang berada di dekat anak ku!" ucap Burack saat sambungan telpon di terima oleh Brandon.


"Ikut aku, biarkan wanita itu!" titah nya kepada para anak buah nya, mereka pun menunduk hormat ke arah Rania setelah nya mereka berlalu pergi dari sana.


Baiklah, mungkin saat ini aku tidak tau siapa kalian dan siapa pria misterius tadi tapi sebentar lagi aku pasti mendapatkan informasi mengenai kalian.


Rania lagi dan lagi membatin, mungkin ini saat nya ia akan memulai bakat nya sebagai seorang hacker dalam meretas yang tidak di ketahui siapa pun.


"Sayang, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Dania dengan wajah sendu nya, ia menyesal tidak mengumumkan pernikahan Delta dan Rania secara live agar semua orang tau siapa sosok istri dari Delta Ammar. Ia berjanji secepat nya akan melakukan konferensi pers agar kelak tak ada yang menggunjing menantu dan bakal calon cucu nya.

__ADS_1


"Nia nggak papah kok, Mom." balas Rania dengan senyum mengembang.


__ADS_2