Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
28. Aku di nodai


__ADS_3

Lethisa menunduk dan menangis dalam diam, ia tau jika saat ini Julio pasti sedang menangis juga mengetahui kebenaran ini. Namun jauh dari lubuk hati nya yang terdalam ia merasa kotor karena kesucian nya direnggut oleh pria iblis seperti Burack.


"Siapa laki-laki itu, Lethisa?" tanya Julio dengan suara melemah ia tak sanggup menerima kenyataan ini.


"Sepeninggalan kamu malam itu, aku berhasil di perkosa oleh Burack. Entah kapan pria itu masuk ke dalam apartemen ku, yang jelas aku sudah tak suci lagi saat terakhir kita bertemu." jelas Lethisa dengan tubuh bergetar hebat, ia menangis dengan lirih nya.


"Shiit! akan ku bunuh kau, Burack. Aku tidak akan melepaskan kamu, sekalipun kau anak dari seorang Raja.." janji Julio dengan kilatan amarah nya.


"Terima kasih atas cinta dan kasih sayang yang selama ini kamu curah kan ke aku, Lio. Aku harap setelah ini kita bisa menjadi sahabat yang baik. Sekali lagi terima kasih." ucapnya untuk yang terakhir kali nya, ia pun beranjak dan segera meninggal kan Julio dengan seribu luka.


Julio pun tak mengejar Lethisa lagi, semua bagaikan mimpi buruk, ia ingin memberikan ruang untuk Lethisa. Sakit sungguh sakit hati Lio mendengar semua kenyataan yang ada. Ia yang sejak awal ingin menceritakan segala keresahan hati nya, akhir nya menerima kenyataan pahit dengan pernyataan Lethisa, biar lah semua nya berakhir dengan keputusan Lethisa tanpa ia yang harus mengatakan kenyataan yang ada. Setidak nya Lethisa lah yang mengakhiri hubungan mereka.

__ADS_1


Melihat kepergian Lethisa, pria yang sejak kedatangan Julio yang diam-diam mengikuti Lethisa pun ikut beranjak dan mengejar wanita itu, ia tau jika tindakan nya telah melukai wanita itu, namun sungguh pria itu terlalu mencintai Lethisa dan pada waktu itu hanya itulah jalan satu-satu nya untuk memisah kan mereka.


"Berhenti!" ucap nya dengan dingin.


Mendengar bariton itu, Lethisa pun menghentikan langkahnya. Ia membalik kan badan nya menatap tajam pria di depan nya saat ini.


"Puas! apa kau puas, Burack!" teriak Lethisa dan menyerang pria itu namun sayang kekuatan nya tidak sebanding dengan kekuatan Burack. Burack menahan pergelangan Lethisa dan menatap tajam wanita itu.


Waktu berlalu begitu cepat nya, sebulan paska perpisahan itu, Lethisa di nyatakan hamil setelah jatuh pingsan. Mendengar kabar itu Burack beserta Hanthoni begitu bahagia, Burack tak menyangka kegilaan diri nya sebulan yang lalu berbuah kan hasil dengan kehadiran seorang bayi di pernikahan nya bersama Lethisa, meski ia menyayangkan jika selama pernikahan nya berjalan sebulan lama nya, tak sekalipun Lethisa menggubris setiap tindakan nya. Lethisa selalu menjaga jarak dengan Burack meski saat ini ia sedang mengandung darah daging pria itu, rasa benci nya kepada pria itu begitu dalam hingga ia tak pernah sekalipun memberikan peluang untuk Burack menunjuk kan segala kebaikan atau pun perhatian nya. Hati dan pikiran nya terus saja memikirkan Julio, ia sangat merindukan pria itu rasa cinta nya masih untuk pria itu.


Dengan bergulirnya waktu tak terasa pernikahan di antara mereka sudah memasuki bulan ke enam di mana kandungan Lethisa juga sudah menginjak bulan ke enam, namun dengan segala upaya Burack berusaha pun, tetap saja Lethisa tak pernah menganggap nya seperti layak nya seorang suami. Burack menyadari kesalahan nya, ia menyesal telah melakukan itu semua kepada wanita yang di cintai nya, hingga pada suatu ketika Burack pergi entah kemana, Lethisa mencoba tak memperdulikan kemana pergi nya pria itu, ia merasa bahagia dengan tidak ada nya Burack di rumah itu.

__ADS_1


Tapi siapa sangka saat usia kandungan nya menginjak bulan ke delapan, tepat dua bulan berlalu paska terakhir nya ia bertemu Burack, ia tak pernah melihat siluet suami nya itu lagi, ada rasa bersalah yang merasuki hati nya, mungkin kah ia berdosa telah menyakiti suami nya itu? ada perasaan rindu dan khawatir saat pria itu tak lagi pulang ke rumah mewah mereka.


Pikiran negatif pun mulai merasuki pikiran nya. Ia kerap sekali menangis di sepanjang malam, menangisi kepergian suami nya yang entah kemana. Ia selalu tertidur di sofa ruang tamu, ia menantikan suami nya pulang namun hanya kesedihan yang di dapat nya di pagi hari.


Maafkan aku Burack, jujur aku tak tau apa yang aku rasakan saat ini, tapi aku berharap kau ada di sini di saat aku membutuh kan bahu kamu, aku ingin berkeluh kesah kepada kamu. Mungkin setelah kelahiran anak ini, aku akan mencoba menerima kamu seutuh nya meski perasaan ini sulit untuk melupakan segala kesalahan kamu di waktu itu, pulang lah Burack. Aku merindukan perhatian dan kecemasan kamu saat aku mengalami morning sickness.


lirih nya dengan berlinang air mata, setelah merasa lelah dengan tangisan nya ia pun tertidur di ranjang nya.


Seorang pria sedang di kejar-kejar oleh beberapa pria bertubuh besar, berulang kali ia menghindar dari tembakan beruntun namun naas ia tak dapat menghalau lagi tembakan dari seseorang dan tepat saat itu pundak nya pun tertembak, darah mulai mengalir dan kemeja berwarna putih itu seketika berubah menjadi warna merah, dengan sekuat tenaga akhir nya ia dapat melarikan diri dari kejaran pria-pria bertubuh besar itu.


Tunggu aku, Lethisa! aku harap kau baik-baik saja di sana.

__ADS_1


__ADS_2