Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
80. Kerinduan Rania


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu sejak kepergian Mikayla, Delta merasa kesepian, kepergian Mikayla seakan membawa separuh kebahagian nya, terlebih Galfin pun ikut serta dalam kepergian sang putri tercinta.


'Hey, kau pasti bahagia bisa bertemu dengan putrimu, maaf karena aku sudah memisahkan kalian selama ini, berbahagialah dengan keluarga barumu. Sampai kapan pun cintaku kepadamu akan selalu bersemayam di hatiku.'


Tanpa terasa setetes air mata jatuh di sudut mata pria yang biasa nya bersikap tegas dan kejam itu, ada kesedihan yang di pendam oleh nya bertahun-tahun lama nya, kerinduannya kepada sang mantan istri begitu besarnya, tapi rasa takut akan kenyataan membuat pria itu urung menampakkan dirinya di kota kelahirannya, terlebih ia takut bertemu dengan kedua orang tuanya.


*****


Di belahan negara lain, seorang gadis cantik tampak begitu kesal kala keseharian nya terus saja di ganggu oleh seorang pria tampan.


"Kenapa kau terus saja menempel kepadaku? apa kau pria pengangguran yang bisa nya merecoki setiap gadis?" ketus sang gadis yang mulai jengah dengan sikap mengesalkan pria muda itu.


"Aku ingin kau menemaniku makan siang, dan aku tidak menerima penolakan!" balas sang pria dengan santai nya.


Ayla, gadis cantik itu memutar bola matanya malas.


"Kita tidak saling kenal, maka dari itu berhentilah bersikap seenak jidatmu, pergi jauh-jauhlah dari kehidupanku. Kau membuatku muak, dan aku tidak peduli dengan apa yang kau inginkan!" ketus Mikayla kepada Keanu yang tak lain dan tak bukan ialah sang adik.


"Siapa bilang kita tidak saling kenal, kau wanita pertama yang ingin aku jadikan saudara perempuanku, maka dari itu sebagai seorang kakak, kamu harus membahagiakan adikmu ini." jelas Keanu dengan sorot mata penuh pengharapan.


Deg


Tubuh Mikayla membeku sempurna kala mendengar penjelasan Keanu, ada rasa senang dan bahagia yang membuncah namun dengan cepatnya ia tepis segala rasa itu, sorot mata gadis itu berubah datar.

__ADS_1


"Sayang nya aku tidak peduli, lebih baik kau kubur segala keinginan mu itu karena aku sungguh tidak berminat menjadi saudara perempuan mu. Dan satu lagi, setelah ini berhentilah merecoki diriku, aku begitu muak melihat wajahmu itu!" tolak Ayla dengan dinginnya.


Setelah mengatakan itu, Ayla berlalu pergi meninggalkan Keanu yang tampak kecewa, dan Ayla sendiri dapat melihat sorot mata sang adik yang tampak sedih setelah penolakan yang ia berikan. Namun mengingat jika sang Bunda tak pernah mencari keberadaan nya selama ini, membuat tekat Ayla untuk memilih menjaga jarak dengan sang adik ialah pilihan terbaik agar kedepannya tak ada lagi luka seperti yang di alami oleh Ayah nya.


Mendapat penolakan dari Ayla tak sedikitpun emosi atau kemarahan yang terpancar dari sorot mata Keanu, hanya perasaan sedih dan kecewa yang saat ini pria itu rasakan. Entah mengapa ia merasakan ikatan batin dengan gadis cantik itu, perasaan yang tak pernah ia rasakan selama ini, ada rasa sayang dan penuh kerinduan yang ia rasakan saat menatap wajah cantik gadis itu.


'Ada apa denganku? ini bukan diriku, kenapa aku menjadi melow begini saat menerima penolakan gadis itu? wajah nya begitu mirip dengan Bunda, apa jangan-jangan dia kembaranku yang di bawah pergi oleh pria itu?'


Beberapa jam kemudian, setelah selesai bertemu klien penting nya, Keanu memilih pulang ke mansion sang Bunda. Kedatangan pria itu di sambut dengan wajah berbinar dari beberapa pasang mata yang menatap nya penuh dengan kerinduan.


"Opa, Oma, kapan dateng nya? seharusnya Opa, Oma sama Kakek buyut kabarin Arta, biar Arta bisa menjemput kalian di bandara." cerocos Keanu antusias saat melihat kehadiran Opa dan Oma nya.


"Kau terlihat kurusan sayang. Jangan terlalu memforsir dirimu Nak, bekerja boleh tapi jangan menggilai pekerjaan dan lupa akan kesehatanmu." tegur Oma Lethisa sambil memeluk tubuh Keanu dengan sayang.


"Apa kau hanya akan memeluk Oma Thisa, dan membuat wanita paru baya ini iri?" tanya Dania dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.


Mendengar itu, Arta mengulas senyum, pria itu perlahan bangkit dan mendekati sang Oma dari sebelah Ayahnya.


"Mana ada teori seperti itu, mau Oma Thisa atau Oma Dani, kalian begitu berarti untuk Arta, maka dari itu biarkan cucu kesayangan Oma ini memeluk Oma dengan eratnya." bantah Keanu sambil memeluk tubuh rentan sang Oma penuh sayang.


'Mas, andaikan kau tak pergi mungkin rumah ini akan begitu ramai dengan tingkah anak-anak kita, kembalilah Mas, aku sangat merindukan kamu dan juga Mikayla.'


Dengan tak tau dirinya, bulir air mata merembes jatuh di sudut mata wanita dewasa yang masih awet muda itu, tak ingin merusak suasana, dengan cepatnya Rania mengusap sudut mata nya itu, namun sayang semua itu tak lepas dari penglihatan para tetua di keluarga mereka.

__ADS_1


'Di mana kamu Nak, tidakkah kau rindu kepada kami? kembalilah, Rania begitu merindukan kamu. Ayah tau kau pasti merindukannya juga, kembalilah, jangan buat tembok yang akan membuat mu menyesal kelak nanti, sudah cukup kau mengasingkan dirimu dan juga Mikayla, kami sangat mengharapkan kedatangan kalian.'


"Oh iya, di mana Eve, Nak? kenapa tak kau ajak calon istrimu kesini?" tanya Rania yang sejak tadi memilih diam.


"Ayolah, Mom. Arta tidak ingin di jodohkan dengan wanita bar-bar seperti itu, Arta sudah memiliki kekasih jadi Arta mohon, batalkan pertunangan itu." tolak Keanu dengan wajah memelas.


"Arta, seharusnya kau tidak bersikap seperti ini. Eve gadis yang baik dan memiliki sopan santun yang mungkin tidak di miliki oleh wanita di luaran sana, jadi berhentilah mengatai Eve wanita bar-bar. Sampai kapan pun, pertunangan ini akan tetap terjadi. Dan Kakek tidak membutuhkan persetujuan darimu!' seruan lembut itu membuat semua orang terdiam, meski nada bicara pria sepuh itu terdengar lembut, namun setiap kata yang di ucapkan penuh dengan ketegasan yang tidak dapat di tolak.


"Ini kehidupan ku, Kek. Tak seharusnya Kakek ikut campur terlalu jauh, sampai kapan pun Arta tidak akan menerima perjodohan ini! jika perjodohan ini tetap di laksanakan, jangan salah kan Arta kelak nanti, karena Arta akan membuat Eve hidup segan matipun tak mau!" jawab Keanu dengan suara yang meninggi.


"Arta! jaga batasan mu! tak seharusnya kau bicara dengan nada tinggi seperti itu kepada Kakek buyut mu, seharusnya kau tau resiko dari penolakan mu!" tegur Burack dengan sorot mata tajam nya.


"Terserah!" balas Keanu acuh tak acuh, sambil melenggang pergi, namun langkah nya terhenti kala mendengar seruan sang Bunda.


"Bagaimana jika perjodohan itu keinginan Bunda? apa kau akan tetap menolaknya? dan apa kau tega menyakiti gadis sebaik Eve jika kau menerima perjodohan ini? Dan bagaimana jika apa yang kau ucapkan barusan menimpah kakak mu?" tutur kata lembut itu bagaikan anak panah yang berhasil membuat tubuh Keanu membeku sempurna.


Mendengar ucapan sang Bunda, tentu membuat hati Keanu tak tenang, meski ia tak pernah bertemu dengan sang Kakak, tentu ia tidak akan pernah menerima jika hal mengerikan menimpah kakak nya tersebut. Dengan langkah gontai, Keanu kembali duduk di samping sang Bunda.


"Jangan pernah bicara seperti itu, jika Bunda mengharapkan perjodohan ini tetap berlangsung, maka Arta akan menerima nya dengan lapang dada." lirih nya sambil mengecup telapak tangan sang Bunda penuh sayang.


Mendengar itu, semua yang ada di ruangan itu bahagia, mereka tau betul jika Arta tidak akan pernah membantah segala keinginan Rania.


"Kek, maafkan Arta yang sudah berbicara tak sopan pada Kakek, Arta tak bermaksud menyakiti siapapun yang ada di sini, sungguh Arta hanya belum siap." ucap Keanu dengan penuh rasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2