Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
78. Pergi untuk cita-cita


__ADS_3

"Uncle, biarkan Ay pergi yah? Ay janji nggak bakalan aneh-aneh kok di sana." Rengek sang gadis dengan wajah memelas nya.


"No! Uncle nggak bakalan ngizinin Ay kemana pun. Ay tau sendiri bukan, jika Ayah Ay nggak suka di bantah." tolak sang pria dewasa dengan tegas nya.


Pria dewasa yang tak lagi muda tampak melirik ke arah asistennya yang sedang berdebat dengan anak gadisnya. Meski tau dengan apa yang di minta sang putri, pria dewasa itu tak ambil pusing dan tak mau ikut campur, ia memberikan hak penuh kepada asistennya itu dalam segala keputusan yang di ambil oleh pria itu menyangkut sang putri tercinta.


"Balik ke kamar kamu Ay, Uncle pusing mendengar rengekan mu, lama-lama Uncle kena stroke karena ulah mu yang setiap hari begitu kekanak kanakan di umurmu yang sudah dewasa seperti saat ini." dengusnya sambil menyingkirkan tangan gadis cantik itu dari lengan nya.


Gadis cantik yang kerap sekali di panggil Ay itu pun, mendongak kan kepala nya menatap sang Uncle dengan mata berkaca kaca. Gadis cantik itu tau jika sang Uncle tidak mungkin menolak keinginan nya jika melihat diri nya menangis, oleh karena itu gadis cantik itu yakin jika rencana nya kali ini pasti berhasil.


Pria dewasa itu mendengus melihat mata keponakannya itu yang berkaca kaca. Pria itu bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya sendiri.


Ay melirik sang Ayah yang tampak acuh tak acuh melihat tingkahnya, dan gadis cantik itu tampak mengedipkan sebelah mata nya.


Sementara pria dewasa itu bangkit dan melangkah menuju sang putri, ia menatap sang putri dengan sorot mata penuh kekhawatiran.


"Jangan membuat ulah, sayang. Kau tau Ayah dan Uncle sangat menyayangi kamu, kami hanya takut sesuatu hal buruk menimpah mu. Jangan hancurkan kepercayaan kami selama ini. Kamu mengerti kan maksud Ayah?" tanya pria itu lembut sambil mengelus surai kecoklatan anak gadisnya.


Seketika terbesit rasa bersalah menggerogoti hati dan pikiran gadis cantik itu, ia tau jika tekanan yang di berikan Ayah dan Uncle nya semata mata karena kedua pria dewasa itu begitu menyayangi dirinya dan tak ingin sesuatu hal buruk menimpah nya. Dengan cepat pula gadis cantik itu memeluk tubuh Ayah nya itu penuh cinta.


"Ay akan memegang teguh kepercayaan yang Ayah dan Uncle berikan, Ay hanya ingin mengejar cita-cita Ay, itu saja Ayah. Ay janji akan selalu mengabari Ayah maupun Uncle setiba nya Ay di sana." ujar nya meyakinkan sang Ayah jika dirinya akan selalu menjaga dirinya selama pergi ke Cantania.

__ADS_1


"Aku menyayangimu, Ayah."


Cup


Ayla mencium pipi sang Ayah. Pria yang sudah membesarkan dirinya dengan begitu susah payah bersama Uncle nya tanpa ada rasa lelah dan mengeluh sedikitpun.


Clek


Tampak pria yang di panggil Uncle berjalan keluar dari kamar nya. Sebuah kartu berwarna hitam di sodorkan oleh pria dewasa itu ke arah Ayla.


Sementara gadis cantik itu berteriak kegirangan dalam hati kala melihat kartu sakti ada di tangannya, tak ingin membuat kedua pria itu berubah pikiran dengan cepat pula gadis cantik itu menundukkan kepalanya. Dan pria yang di panggil Ayah itu menatap tak percaya jika anak gadisnya sudah berhasil menipu sahabatnya itu.


"Mengapa kau memberikan kartu itu kepadanya? seharusnya kau menyadari jika keponakanmu itu sudah menipu mu!" ketus sang pria kesal kepada sahabatnya.


"Biarkan saja, aku akan tetap mengawasinya dari jarak aman, kau tak perlu khawatir, aku sendiri yang akan mengawasinya, kemana pun Ayla pergi aku akan menjadi bayangannya." jelas pria itu yang tau kekhawatiran sahabatnya.


"Entahlah, aku hanya takut jika keberadaan nya di Cantania tercium oleh mereka. Jujur Aku belum siap bertemu dengan orang-orang di masa laluku." ucap nya lirih.


Ada rasa takut yang hinggap di hatinya, ia takut bertemu dengan wanita di masa lalunya, terlebih ia terlalu takut akan fakta jika istrinya ternyata sudah memiliki keluarga baru, kemungkinan itu pasti terjadi mengingat perpisahan di antara mereka sudah 20 tahun lamanya.


"Sudah saat nya kita kembali, meski tidak sepenuhnya harus bertemu dengan mereka, setidak nya kau bisa lebih dekat dengan Putramu. Aku akan menyiapkan segalanya jika kau menyetujui saranku." bujuk Galfin.

__ADS_1


Pria itu sudah memikirkan segala nya jauh sebelum Ayla memutuskan mengejar cita-citanya sebagai seorang dokter di kota kelahiran sahabat serta Tuannya itu. Entah akan di setujui atau tidak, setidaknya ia sudah berusaha membujuk sahabatnya itu untuk berdamai dengan masa lalu.


Setelah mengatakan itu, ia pun pergi meninggalkan Delta dengan tatapan kosong nya, entah apa yang sedang di pikirkan oleh pria dingin dan kejam itu. Setelah kepergian Galfin, Delta pun melangkah kan kaki nya menuju ke kamar Ayla.


"Ayah tau apa yang sedang kau rencanakan, Ayah berharap kau tidak menyesal setelah mengambil keputusan ini. Pergilah dan temui Bunda mu, tapi jangan pernah mengatakan keberadaan Ayah kepada siapapun. Ayah tidak ingin seorang pun tau di mana keberadaan Ayah setelah pengasingan yang Ayah lakukan selama hampir 20 tahun lama nya, apa kau bisa berjanji itu untuk Ayah?"


Ayla terdiam sesaat mendengar ungkapan sang Ayah, ia tau jika selama ini Ayah nya itu masih sangat mencintai Bunda nya, namun sejauh ini ia tidak tau apa masalah yang terjadi hingga kedua orang nya harus berpisah, berulang kali ia mencari tau, namun semua usaha nya sia-sia dan berujung buntu.


"Maaf, Ay sudah membuat Ayah kecewa. Jujur Ay sangat mengharapkan keberadaan Bunda tapi mengingat Bunda tak pernah mencari keberadaan Ay, Ay tak akan pernah mencari tau mengenai mereka lagi, Ay sudah bahagia hidup bersama Ayah dan Uncle. Berjanjilah untuk tetap sehat, keberangkatan Ay semata-mata hanya ingin mengejar cita-cita Ay saja." jelas Ayla yang tau jika sang Ayah sangat mengkhawatirkan dirinya.


Delta pun menarik tubuh Ayla masuk ke dalam pelukan nya, gadis cantik itu menangis di dalam pelukan Ayahnya.


"Setibanya di sana segera hubungi Ayah dan Uncle, apapun situasi yang kau hadapi segera hubungi Ayah maupun Uncle, jangan buat Ayah khawatir, okey! bersiaplah, Ayah dan Uncle akan mengantarmu ke bandara." ucap Delta menasehati Ayla sambil mengusap bulir air mata di pipi anak gadis nya itu.


Sekali lagi Ayla tak dapat membendung air mata nya kala melihat manik mata tajam sang Ayah yang berubah sendu. Gadis cantik itu kembali memeluk tubuh Ayah nya dengan erat.


"Berjanjilah untuk tetap menjaga kondisi Ayah hingga Ay berhasil menjadi seorang dokter yang hebat dan bisa membanggakan untuk Ayah dan Uncle yang sudah merawat Ay penuh kasih sayang." ucap nya dengan sesenjukan.


Beberapa kecupan di daratkan oleh Delta pada pucuk kepala Ayla dengan sayangnya. Setelah perbincangan panjang antara kedua nya, Ayla pun segera menyelesaikan berkemasnya.


Semoga kepergian Ayla bisa membawa kebahagian untuk anda Tuan, semoga apa yang aku ketahui tidak lah benar, jika itu memang kebenarannya aku yakin jika kamu pasti tidak akan pernah muncul di hadapan mereka untuk selama-lamanya.

__ADS_1


__ADS_2