
Galfin pun menyeret raga Selia menuju lift, entah apa yang akan di lakukan Galfin dan kemana ia akan membawa raga wanita yang sudah lancang menghina bakal calon pewaris Ammar Group dan juga istri dari pimpinan nya. Selia memberontak berulang kali namun sayang semua usaha nya hanya sia-sia, tubuh tinggi Galfin yang mencapai 181cm itu tak sedikit pun bergeming, ia terus mencengkram pergelangan Selia, sorot mata nya begitu tajam dan sangat mengintimidasi dan itu berhasil membuat nyali Selia untuk memberontak ciut juga.
"Aarrghh... dasar pelacur, jangan buat aku marah ******!" marah Galfin saat Selia menggigit pergelangan tangan nya.
"Aku bukan pelacur! aku memang sudah tidak perawan karena aku di setubuhi oleh Ayah tiriku!" teriak Selia dengan histeris, wanita itu menangis.
Entah setan apa yang merasuki Galfin hingga pria itu dengan gila nya merobek kemeja yang di kenakan Selia, dengan ganas Galfin menyatukan bibir nya ke bibir Selia. Selia mencoba mendorong Galfin namun pria itu tak bergeming dari tempat nya, melihat Selia yang terus memberontak Galfin pun melancarkan aksi nya. Entah kapan rok yang di kenakan Selia sudah melorot ke kaki jenjang nya. Dengan satu hentakan Galfin membalik kan tubuh Selia ke diding kubikel besi itu, penyatuan yang di lakukan Galfin cukup kasar dan terkesan buru-buru.
"Arrgghh.." Selia meringis sakit saat benda tumpul nan panjang dan gemuk milik Galfin memasuki inti tubuh nya.
Mendengar jeritan Selia membuat Galfin tersenyum sinis, dan kabut gairah pun mulai membakar seluruh tubuh nya kala jeritan itu terdengar seperti lenguhan yang begitu merdu di telinga pria blasteran itu.
Tak ingin membuang kesempatan, Galfin terus saja menghujani Selia dengan sentakan-sentakan yang kian memacu peluh di antara kedua nya. Jeritan sakit yang di rasakan Selia kini berganti dengan ******* yang begitu merdu.
__ADS_1
Meski tak mendapatkan perawan Selia, kembang kuncup milik Selia sangatlah sempit dan lebih tepat nya wanita itu hanya sekali melakukan nya kala Galfin melihat benda pusaka nya yang terlihat berdarah. Galfin terus saja menggempur tubuh molek Selia dengan bermain berdiri di dalam kubikel besi tersebut.
Erangan demi erangan terdengar di dalam ruang kecil tersebut, Selia menikmati permainan panas Galfin, kini ia bagaikan seorang ****** yang haus akan belaian seorang pria.
Bukan Galfin nama nya jika ia akan menghentikan aksi nya kala kabut gairah sudah membakar tubuh nya, tak berselang lama pintu lift terbuka dengan kasar Galfin menarik tubuh Selia keluar, wanita itu memberontak ia tidak ingin Galfin menarik nya keluar dengan kondisi tubuh bagian bawah yang sudah polos, ia cukup tau diri dan merasa malu jika ada yang melihat tubuh polos nya, tapi sayang Galfin tak menghiraukan ucapan nya.
"Aku nggak mau keluar, lepaskan aku Galfin!" mohon nya dengan mata berkaca kaca.
"Diam lah! atau kau ingin aku membawa mu ke lantai dasar dan menarik paksa tubuhmu dengan kondisi setengah telanjang!" geram Galfin yang mulai lelah dengan pemberontakan Selia.
Tak ingin membuang waktu lama Galfin mendorong tubuh Selia ke atas meja makan, ia mengunci tubuh Selia agar wanita itu tidak memberontak, ia mulai mencium Selia dengan brutal, Selia mencoba mendorong tubuh Galfin, namun semua nya kembali sia-sia. Galfin yang geram pun menggigit bibir bawah Selia hingga rasa hamis darah mulai terasa. Galfin melepas ciuman itu dan menatap Selia dengan tajam nya.
"Nikmati apa yang aku lakukan jika kau tidak ingin vidio kita tersebar! oh lebih tepat nya hanya wajah mu saja yang akan terlihat dalam vidio itu." ancam Galfin dengan seringai licik.
__ADS_1
Tubuh Selia bergetar, wajah nya begitu pucat pasi saat mendengar ancaman Galfin, ia tidak menyangka jika mulut nya akan mengakibat kan bencana ini. Ia pasrah dengan hukuman Galfin kali ini, ia tidak ingin menjadi gunjingan orang jika berani membuat pria di depan nya marah. Melihat Selia yang diam tak bergeming Galfin pun memulai aksi nya kembali.
"Kau begitu nikmat Selia." racau Galfin yang memang merasakan nikmat yang tiada tara, selama ini ia sering sekali one night stand dengan para wanita bayaran nya namun baru kali ini mendapatkan pelampiasan berulang kali, ia akui jika tubuh Selia sudah menjadi candu nya, ia berjanji akan menjadi kan Selia sebagai pemuas ranjang nya hingga ia bosan.
"Ini hukuman dari ku, karena kau sudah berani menghina Nyonya dan calon pewaris Ammar Company!" ucap nya di sela-sela ia mendapatkan ******* nya.
Tanpa memperdulikan tatapan sendu Selia, Galfin segera mengenakan pakaian nya kembali dan berlalu pergi meninggalkan Selia di ruangan itu. Namun belum sepenuhnya ia meninggalkan ruangan itu, ia berbalik dan mengucapkan satu paragraf yang berhasil membuat Selia tercengang dan membeku dengan tubuh polos.
"Kau! akan tetap berada di ruangan ini, itu hukuman yang pantas untuk kamu, jangan pernah berharap bisa keluar dari sini, karena kau tidak akan keluar sekalipun ada kesempatan. Mulai saat ini kau akan menjadi pemuas ranjang ku!" ucap Galfin dengan penuh penekanan dan setelah nya pria itu pun berlalu pergi dengan mengunci ruangan itu kembali tanpa ribet mendengar teriakan dan amukan Selia lagi.
"Gaf, buka pintu nya! aku bukan pelacur! buka brengsek! Arrrgghh...!" teriak Selia dengan terus menggedor pintu yang sudah di kunci dari luar.
Setelah melakukan perbuatan bejat nya, kini Galfin sudah berada di salah satu ruangan, kali ini diri nya lah yang memimpin rapat mengganti kan Delta yang sedang berbincang bersama istri dan mama nya.
__ADS_1
Awal nya Galfin selalu menghindar ketika di minta mengantikan majikan nya untuk memimpin rapat, namun dengan arahan yang kerap sekali Delta ajarkan kini Galfin sudah terbiasa, pria itu pun sering sekali menganti kan Delta bertemu dengan klien besar.
Berulang kali juga Delta meminta Galfin untuk mengemban salah satu perusahan nya, namun permintaan itu di tolak keras oleh Galfin.