Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
56. Kedatangan Tuan besar Hanthony.


__ADS_3

Astaga, penjelasan ku tidak ada pengaruh apapun! Tuhan tolong aku, aku bukan bermaksud membohongi suami dan keluarga ku, tapi masih ada misi penting yang harus aku selesaikan terlebih dahulu sebelum membuka identitas ku yang sebenarnya.


Tak berselang lama, tampak dua perawat berjalan memasuki ruangan tersebut dengan menggendong dua orang bayi di lengan mereka masing-masing.


Melihat kedatangan kedua buah hati mereka, seketika itu juga bulir air mata mulai berjatuhan di pipi Rania, ia tidak menyangka jika Tuhan akan memberikan dua malaikat sekaligus untuk ia dan suaminya.


"Sayang ada apa? apa ada yang sakit?" tanya Lethisa khawatir saat melihat sang anak menangis. Rania menggeleng sambil memeluk pinggang ramping sang Bunda.


"Nggak apa-apa Bun, Rani hanya nggak nyangka aja, Tuhan memberikan Rani dua malaikat sekaligus." ucap nya dengan perasaan haru.


Tak berselang lama, terlihat Ashraf dan Burack kembali memasuki ruangan Rania dengan banyak kantong plastik di tangan keduanya. Kedua paru baya itu terlihat akrab, suasana di dalam ruangan itu kembali ricuh dengan kehadiran dua sahabat Rania yang terus di goda oleh gombalan receh Alex sahabat Delta.


Dania beserta Lethisa dan kedua sahabat Rania menyiapkan hidangan yang di beli oleh Burack dan Ashraf. Setelah siap menghidangkan makan, mereka pun mulai makan dengan obrolan kecil yang di ikuti gelak tawa.


Meski kesal dengan sang istri, tapi Delta tak mau egois dan membiarkan sang istri untuk makan sendiri paskah melahirkan, pria dingin itu dengan telaten nya menyuapi sang istri. Rania mengulum senyum saat melihat wajah sang suami yang di tekuk sedemikian rupa.


"Mas, apa kamu udah memiliki nama untuk anak kita?" tanya Rania mencoba mengajak sang suami berbicara.


Delta hanya diam menanggapi pertanyaan istrinya itu tanpa mau repot-repot menjawabnya. Rania yang kesal pun kembali berbaring dan memunggungi suaminya.


Melihat itu Delta kelabakan, ia tidak berniat mengacuhkan istrinya itu, ia begitu cemburu karena melihat sikap pria tadi yang dengan seenak jidatnya memeluk istri nya itu.


Ashraf dan lainnya tampak terkejut kala mendengar suara isak tangis, mereka pun serempak mengalihkan pandangan mereka ke arah sepasang suami istri itu.


"Jika Mas nggak mau sama mereka, bilang aja. Biar sebentar nanti saat keluar dari sini, aku akan pergi membawa mereka menjauh dari Mas dan lainnya, aku masih sanggup mengurus dan membesarkan mereka dengan kedua tangan ku sendiri." ucap Rania dengan isak kan tangisnya. Entah itu hanya acting atau murni dari hatinya karena kecewa dengan sikap suaminya.


Deg

__ADS_1


"Astaga! apa yang kau bicarakan, Sayang? Mas nggak ada maksud seperti itu, Mas hanya kesal saja dengan sahabat mu yang dengan seenak jidatnya meluk kamu tanpa izin, terlebih kamu juga mala ngebiarin pria itu meluk kamu di depan Mas." ungkap Delta jujur.


Semua yang ada di ruangan itu tampak terdiam mencerna ucapan yang di lontarkan oleh Rania. Seperti tersadar dari lamunan mereka, Dania maupun Lethisa segera beranjak dan mendekati ranjang Rania. Ashraf maupun Burack pun segera mengikuti langkah istri mereka.


"Ada apa? kenapa bicara seperti itu, Nak?" tanya Dania lembut dan terlihat jelas jika wanita dewasa itu tampak khawatir dengan ucapan menantunya itu.


Ashraf menatap tajam anak semata wayang nya, tapi tidak dengan Burack, pria paru baya itu hanya mengulum senyum. Ia yakin Delta tidak mungkin tidak menyukai kehadiran buah hati mereka, pasalnya Burack dapat melihat kebahagian dari sorot mata menantu nya itu saat tau jika istrinya melahirkan dua anak kembar sekaligus.


"Nak, semuanya bisa di bicarakan baik-baik, jangan pernah mengambil keputusan di saat emosi kalian sedang meluap-luap, bicarakan semua nya dengan kepala dingin." kali ini Ashraf lah yang memberi wejangan untuk anak dan menantunya.


"Rani kesal sama Mas Delta, tadi Rani tanya apa Mas Delta udah menyiapkan nama untuk dede bayi nya, tapi Mas Delta hanya diam dan itu sudah membuktikan jika Mas Delta nggak menginginkan kehadiran mereka." adu Rania kepada semua yang ada di ruangan itu.


Mendengar aduan Rania, semua hanya bisa menahan tawa dan geleng-geleng kepala, entah mengapa mereka mencium aroma kecemburuan dari Delta dan di balas dengan acara ngambek kan dari Rania yang membuat jantung mereka seakan berhenti.


"Kamu juga D, apaan sih cemburu sama pria setengah mateng seperti Alden. Misalkan mau cemburu itu kira-kira dong. Kan jadi berabe, udah tau istri loh itu sensitif banget mau aja bersikap sok datar dan dingin." sembur Alex tanpa rasa takut.


"Diam brengsek!" ketus Delta sambil melempar tatapan tajam ke arah sahabatnya.


"Mom sama Dad balik lagi kan? Rani boleh titip sesuatu nggak?" tanya Rania dengan suara pelan dan penuh harap.


"Iya, mau titip apa sayang?" tanya Dania sambil mengusap puncak kepala Rania.


"Rani kepengen makan chicken crispy yang ada di toko seberang jalan kantor Mas Delta." cicitnya dengan pelan.


"Ya sudah, nanti Mom sama Dad beliin tapi jangan ngambek kan lagi dan jangan bicara yang tidak-tidak, okey?" Dania menyanggupi permintaan menantunya itu.


"Iya Mom, makasih ya." balas Rania sambil nyengir kuda.

__ADS_1


"Ayah Bunda, Dad sama Mom pulang dulu. Sampai ketemu malam nanti ya." pamit kedua paru baya itu kepada sang besan.


"Hati-hati di jalan." balas Lethisa sambil mencium pipi kanan kiri Dania.


Baru saja kedua paru baya itu berbalik, tampak seseorang memasuki ruangan itu, seorang pria tua bertongkat berjalan masuk dengan aura yang begitu mengintimidasi, tak ada senyum di wajah pria tua itu, tatapan nya begitu datar mengarah pada dua sosok besan mereka. Dania dan Ashraf pun mengurungkan niat mereka untuk segera pulang.


Mereka takut jika pria paru baya itu akan mengacaukan momen bahagia mereka. Melihat siapa sosok yang baru saja masuk membuat pandangan Lethisa dan Burack membola, dengan cepat pun sepasang suami istri itu menundukkan pandangan mereka.


Menyadari ketakutan kedua orang tuanya, Rania tanpa takut menatap tajam pria tua tersebut. Bukan Rania tidak tau siapa sosok pria tua itu, namun dari informasi yang di berikan Alden beberapa minggu yang lalu, ia pun memiliki ide untuk menjahili pria tua itu yang kerap sekali memarahi Ayah Bundanya. Dan berpura-pura tidak mengenalnya.


"Maaf Tuan, anda siapa yah?" tanya Rania saat suasana di ruangan itu sunyi senyap.


Dengan bantuan tongkat, pria tua itu melangkah mendekati ranjang Rania. Tanpa permisi juga pria tua itu segera memeluk Rania dengan begitu eratnya. Melihat itu Delta hendak menarik tubuh pria tua itu namun dengan cepat pula Burack menahan pergerakan menantunya.


"Jangan mencari masalah dengan pria tua itu, jika kamu masih ingin istrimu berada di dekat kita. Pria itu sungguh kejam dan tak berperasaan." bisik Burack, mendengar penuturan Ayah mertuanya Delta terperangah.


"Apa maksud Ayah?" tanya Delta yang ikut berbisik.


"Pria tua itu Kakek Rania, Tuan besar yang terkenal dengan kekejamannya. Biarkan ia melakukan apapun yang ia sukai, dan tunggulah sebentar lagi, istrimu itu pasti akan memarahinya." bisik Burack dengan kekehan.


"Aaisstt! kenapa sejak tadi orang-orang pada suka meluk aku sembarangan sih!" gerutu Rania penuh dengan kekesalan.


"Pak tua kenapa kau mesum begini sih, aku ini udah punya suami dan jangan sembarangan meluk orang. Aku nggak minat sama akik-akik, harta suami ku sudah banyak jadi aku tidak berminat sama akik-akik bau tanah." ejek Rania sambil menyombongkan suaminya di depan sang kakek.


Seketika semua orang yang ada di sana tidak dapat menahan tawa mereka, seketika ruangan itu pun kembali riuh dengan gelak tawa dari mereka semua ketika mendengar ucapan frontal dari Rania. Burack dan Lethisa tak terkecuali.


Pria itu mendelik kesal, sambil menoel dahi cucunya.

__ADS_1


"Akik-akik ini lebih kaya dari suamimu, jika kamu ingin rumah sakit dan seluruh tanah di kota ini, akik bisa menghadiahi semua nya untuk kamu gadis nakal." balas sang pria tua tak kalah menyombongkan diri.


"Wah, bisa kaya mendadak aku jika di hadiahi seluruh tanah dan rumah sakit oleh akik tua ini, dan itu artinya aku tidak membutuhkan suamiku lagi." cerocos Rania tanpa dosa.


__ADS_2