
Melihat sang Mommy yang tampak menangis, Delta pun mendekati Dania beserta istri nya.
"Delta, sekarang Rania menjadi tanggung jawab kamu, nak. Mom percayakan Rania sama kamu. Mom tau kalian dua orang asing yang tak saling mencintai, namun saat ini di tubuh Rania ada darah daging kamu, jadi Mom mohon, cintai dan sayangi Rania layak nya sebagai suami yang mencintai istri nya. Jika suatu saat kau tak menginginkan Rania lagi, kembalikan ia pada Mom dan Dad. Jangan pernah kau lepas kendali dan menyakiti nya, karena saat itu juga kau akan menerima jasad Mom di kediaman mu." nasehat sekaligus ancaman itu berhasil membuat Delta kesal, ia mengepal kan tangan nya namun tetap mencoba menahan senyum di wajah nya.
Mungkin Rania maupun Dania tak menyadari perubahan di raut wajah Delta, tapi tidak dengan Ashraf, ia yang terbiasa melihat ekspresi setiap lawan bisnis sudah bisa menebak jika anak semata wayang nya sedang menahan kekesalan dan amarah nya saat istri nya menasehati dan mengancam nya.
Sampai kapan kau akan terus seperti ini, nak?
Ashraf tak mengerti dari mana sifat angkuh dan keras kepala anak semata wayang nya.
"Selamat ya, nak. Doa Dad dan Mom akan selalu menyertai kalian. Kelak jika Delta bersikap tidak baik terhadap kamu, jangan sungkan mengatakan nya kepada kami." timpal Ashraf sembari memeluk Rania dalam dekapan nya, ia mengelus punggung menantu nya dengan sayang.
"Delta bawa istri kamu ke kamar yang sudah Mom siapkan, Mom nggak mau sampai Rania kecapean, terlebih ia sedang mengandung cucu Mom dan Dad." ucap Dania lagi, sebelum bertemu sapa dengan para tamu undangan.
__ADS_1
"Ya sudah, Delta antar Rania dulu ke atas." balas Delta dengan pasrah, ia tak ingin menyakiti Dania lagi, maka dari itu setiap ucapan wanita paru baya itu selalu di turuti nya.
Dania tersenyum bahagia melihat kepergian anak dan menantunya, namun jujur ia belum sepenuh nya mempercayai Delta, pasal nya anak semata wayang nya itu terus saja menolak menikahi Rania di karena kan ia tidak mencintai Rania dan masih menunggu kedatangan model yang di gandang-gandang sedang menjalin asmara dengan sang anak. Perdebatan sengit yang terjadi antara diri nya dan juga Delta mengakibat kan ia mengalami syok dan jatuh pingsan. Saat itu juga Delta merasa sangat bersalah, dengan terpaksa ia pun mau mengikuti permintaan Dania, wanita yang sangat di cintai nya di muka bumi ini.
Kedua pengantin baru itu, kini telah berdiri di depan kamar yang sudah di siapkan Dania, Delta membuka pintu kamar dan segera masuk tanpa menoleh sedikit pun pada Rania. Dengan langkah berat Rania pun mengikuti langkah kaki pria yang sudah resmi menjadi suami nya, pikiran nya berkecamuk sepanjang perjalanan sejak mulai meninggalkan ruang pernikahan hingga menuju kamar pengantin.
Perubahan wajah Delta yang begitu dingin membuat Rania merasa ada sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi, dan ya, kecurigaan Rania terbukti kala ia melihat sebuah map yang tergeletak di sofa samping Delta duduki.
Delta yang awal nya masih sibuk dengan ponsel nya tak menghiraukan Rania yang masih berdiri membelakangi nya. Dengan sorot mata tajam dan begitu mengintimidasi, ia pun melempar sebuah map berwarna kecoklatan di atas meja, saat itu juga Rania membalik kan tubuh nya.
Rania tak tau pasti apa isi dari dokumen tersebut, ia pun membungkuk dan meraih map tersebut, ia tercengang kala melihat isi dari dokumen itu.
"Jika bagi anda pernikahan hanya lah sebuah lelucon, seharusnya anda tak perlu berpura pura, mengapa anda tak menolak pernikahan ini saja!" bentak Rania yang tak mengerti jalan pikir suami nya.
__ADS_1
"Kebahagian Mommy adalah prioritas ku, apapun akan aku lakukan demi membahagiakan Mommy. Maka dari itu, saya putuskan harus ada kontrak pernikahan di antara kita, dan kamu tenang saja pernikahan ini hanya akan berjalan selama 6 bulan saja, dan itu bertepatan dengan kelahiran anak saya. Setelah nya kita akan bercerai dan anak itu akan di asuh oleh Mom dan Dad!" tegas Delta.
"Wanita seperti kalian hanya menginginkan harta dan tahta, maka dari itu berhentilah bersikap sok suci, karena aku seringkali menjumpai wanita seperti kalian! kau pasti takut bukan, mengingat jika kelak anak itu tak memiliki Ayah seperti dirimu, maka dari itu kau mencari simpatik dari kedua orang tua ku!" ucap Delta kembali tanpa pikir panjang.
Rania begitu syok dengan ucapan dan pandangan mengejek lelaki yang tak lain suami nya sendiri. Rania yang tubuh nya melemas pun kembali mengatur emosi nya, setelah merasa cukup tenang, Rania pun menatap tajam pria di depan nya, ia tidak ingin terlihat lemah sedikit pun di depan pria yang menjadi suami nya itu.
"Aku memang terlahir tanpa seorang Ayah, namun aku tak serendah yang kamu pikirkan, jika kau hanya menginginkan anak ini, baiklah aku akan menanda tangani kontrak ini, namun satu yang perlu kau ingat, sampai mati pun aku tidak akan pernah meridhoi anak ini di asuh oleh pria berhati iblis seperti kamu!" balas Rania telak, ia menahan gemuruh di dada nya, sakit hati akan perkataan suami nya, ia tidak menyangka jika ia akan direndah kan seperti itu oleh suami nya sendiri. Setelah menanda tangani kontrak tersebut, Rania dengan berani nya melempar map tersebut ke arah Delta.
Sekian detik Delta speechless mendengar setiap penuturan Rania. Ia meruntuki diri nya yang tanpa hati telah melukai hati dan perasaan Rania dengan ucapan nya sendiri.
"Setelah Tante Dania dan Om Ashraf pergi, aku akan keluar dari sini. Kita tidak perlu tinggal seatap, aku akan menjalani kehidupan ku tanpa ada bayang-bayang keluarga Ammar. Dan karena anda pemimpin perusahan di mana tempat saya bekerja, ini surat pengunduran diri saya." ucap Rania lagi dengan suara bergetar menahan tangis. Setelah mengeluarkan unek-unek dalam hati nya, ia pun berlalu pergi keluar dari kamar itu.
Delta diam mematung, ia tak merasa harus mengejar wanita itu. Setiap langkah di ayunkan dengan gontai oleh wanita hamil itu, ia menangis dalam diam, entah dosa apa yang di perbuat oleh kedua orang tua nya dulu sehingga ia yang harus merasakan kepahitan ini.
__ADS_1
Tuhan andaikan tidak ada janin di perutku, mungkin keputusan terbaik mengakhiri segala sakit ini dengan mengakhiri kehidupan yang menyakitkan ini.