
Setelah makan malam usai, Delta segera beranjak dan berlalu kembali ke kamarnya, dan sikap Delta kali ini mengundang kecemasan kepada kedua orang tuanya.
"Mom apa yang terjadi? mengapa sampe sekarang Rania tak juga datang?" tanya Ashraf mulai khawatir melihat sikap dingin sang anak.
"Apa mungkin mereka bertengkar Dad, nggak biasanya juga Delta bersikap seperti ini, terlebih Rania juga sulit di hubungi." jawab Dania tak kalah khawatir dengan rumah tangga sang anak.
"Ya sudah, Daddy mau bicara dulu sama Delta, siapa tau ia mau berbicara dengan Daddy." ucap Ashraf sambil bangkit dari duduk nya, dan tak lupa juga mendaratkan satu kecupan di kening sang istri.
Tok..tok...
"Apa Daddy boleh masuk?" tanya Ashraf meminta persetujuan sang anak.
"Masuklah Dad." sahut Delta.
"Ada apa? ayo cerita sama Daddy." tanya Ashraf to the point.
"Tidak ada apa-apa Dad, Delta hanya ingin menginap di sini sebelum keberangkatan Delta ke Manhattan lusa nanti." kilah Delta.
"Di mana menantu Daddy? nggak biasa nya ia tidak ikut kemanapun kau pergi, terlebih bayi kembar kalian ada di sini. Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Ashraf.
"Rani ada di--"
"Hay Dad, maaf sudah membuat Daddy dan Mommy khawatir." seru Rani memotong perkataan Delta.
__ADS_1
Melihat kedatangan sang menantu, sebuah senyum bahagia tersungging di wajah seorang Ashraf yang biasa nya terlihat dingin dan minim ekspresi itu. Ashraf pun bangkit dan memeluk menantu nya itu dengan sayang. Namun tidak dengan Delta, terlihat jelas jika dirinya terganggu dengan kedatangan istrinya itu. Demi menghindari pembicaraan dengan Istri nya itu, Delta segera beranjak dan berlalu pergi dari kamar nya, namun langkah nya terhenti saat tangan nya di genggam erat oleh Rania.
Seperti tau dengan situasi tegang di antara anak dan menantu nya, Ashraf pun perlahan melepaskan pelukannya.
"Selesaikan masalah kalian dengan baik-baik." seru Ashraf sambil menepuk pundak sang anak.
Setelah melihat kepergian sang Daddy, Delta pun menghentak kasar tangan Rania.
"Mas, maafkan aku. Aku tak bermaksud menutupi identitasku padamu, percayalah." ujar Rania dengan penuh sesal.
"Besok Lito akan mengantarkan surat perceraian kita, aku harap kau tidak mempersulit dirinya. Kau bisa tetap tinggal di kamar ini, aku pergi dulu." seru Delta tegas, dan berlalu pergi meninggalkan Rania yang berdiri mematung setelah mendengar ucapannya.
"Mas, tunggu!!" teriak Rania setelah menyadari sang suami yang sudah tak ada di hadapannya.
Dengan langkah mantap Delta menuruni tangga, mendengar teriakan Rania yang memanggil sang anak membuat atensi kedua paru baya itu teralihkan ke arah tangga.
"Son, ada apa?" tanya Ashraf khawatir.
"Untuk kali ini saja, Delta mohon Daddy sama Mommy jangan ikut campur, Delta sudah memutuskan akan menceraikan Rania, apapun yang terjadi keputusan Delta sudah final. Delta akan tetap menceraikan Rania." jelas Delta dengan tegas, meski jauh di lubuk hati nya yang paling dalam ada rasa sesak saat melihat sang istri menangis seperti itu.
Deg
Bagai di jatuhkan batu besar di atas kepala kedua paru baya itu, tubuh Dania terhuyung kebelakang kala mendengar ucapan putra semata wayang nya. Seketika buliran bening mulai berjatuhan di pipi wanita paru baya itu.
__ADS_1
"Sampai kapan pun Mom nggak bakalan ngizinin ada nya perceraian di antara kalian. Jangan pernah mengucapkan kata laknat itu lagi Delta!" Sembur Dania dengan berapi api.
"Duduk!" desis Ashraf dengan sorot mata dingin dan penuh dengan penekanan.
"Maaf, meski tanpa persetujuan Mom dan Dad, Delta tetap akan menceraikan Rania." tekan Delta dengan dingin nya.
"Mom nggak perlu mengancam Delta lagi, karena semua fasilitas yang Mom dan Dad berikan telah Delta tinggalkan di kamar, oleh karena itu biarkan Delta pergi dari sini secara baik-baik tanpa ada pertengkaran di antara kita, maaf Delta telah mengecewakan Mom sama Dad." ucap Delta mencoba menahan gemuruh di hatinya karena telah melukai hati kedua orang tua nya dengan keputusan yang di ambilnya.
"Apa kau tega Son, meninggalkan kedua anak mu yang masih sangat membutuh kasih sayang dari kedua orang tua nya? jangan mengambil keputusan di saat hati dan pikiran kamu sedang tidak baik-baik saja hingga membuat penyesalan di kemudian hari." tanya Ashraf penuh kekecewaan terhadap sang anak.
"Mikayla akan ikut bersama Delta, dan untuk Keanu ia akan tetap bersama Rania. Delta harap Mom dan Dad tak mempersulit Delta saat Delta kembali mengambil Mikayla setelah urusan Delta selesai." ucap nya lagi dan berlalu pergi meninggalkan ketiga orang terpenting dalam hidupnya.
"Sampai kapan pun aku tak akan pernah mengijinkan kamu atau siapapun membawa jauh cucuku menjauh dari ku! aku pastikan akan menghancurkan orang itu termasuk kau, Tuan Delta Ammar!" desis Dania dengan sorot mata nya yang menghunus tajam ke arah punggung Delta.
Delta mengepalkan tangan nya dengan erat, rahang nya mengetat kala mendengar ucapan ancaman dari Mommy nya yang ia tau sendiri jika keputusan Mommy nya mutlak tak terbantahkan.
Rania sendiri tak kalah syok nya mendengar dan melihat sendiri sorot mata penuh dengan ancaman dari sosok mertuanya yang selalu tersenyum dan begitu lembut bisa berubah menjadi sosok yang begitu menakutkan. Berbeda dengan Ashraf yang tampak beberapa kali menghembuskan nafas berat melihat sikap dingin sang istri yang kembali seperti sediakala saat ketentraman nya di ganggu.
"Jika perceraian membuat kamu bisa memaafkan ku, aku ikhlas Mas. Tapi untuk memisahkan Keanu dan Mikhayla aku tidak akan setuju, apapun caranya aku tak akan membiarkan hak asu mereka jatuh ke tangan mu, Mas." tolak Rania dengan keputusan Delta.
"Kita lihat saja nanti, akan ku pastikan kau tidak akan menerima hak asu atas mereka berdua." Seu Delta lagi dan kembali melangkah kan kaki nya keluar dari mansion orang tuanya.
Tubuh Rania merosot kelantai, kemungkinan untuk dirinya tidak mendapatkan hak asu anak pasti akan terjadi mengingat Delta memiliki cukup bukti mengenai siapa dirinya, terlepas di belakangan nya ada sosok sang Kakek yang kapan saja bisa membantu nya. Bulir air mata tak henti-henti nya meluncur dari manik mata kecoklatan wanita itu, melihat sang menantu yang begitu terpukul, Ashraf dan Dania pun segera menghampiri raga Rania dan memeluk erat tubuh sang menantu.
__ADS_1
"Maafkan Delta, sayang. Mom yakin Delta tidak serius dalam mengatakan itu, Mom dan Dad akan selalu mendukungmu apapun itu." janji Dania.
Rania diam, Ibu dua anak itu terus saja menangis dalam dekapan kedua paru baya itu.