Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
26. Kematian Mengincar Istrimu


__ADS_3

Hampir satu jam lama nya menempuh perjalanan, mobil yang di kendarai Delta akhir nya memasuki pelataran mansion nya, dan kedatangan mereka sudah di nantikan oleh Mbok Lin beserta empat orang art lain nya.


Delta turun dan mengitari mobil nya ia pun membuka pintu mobil Rania, tatapan khawatir menghiasi wajah nya saat ini, rasa bersalah kian menyeruak di relung hati nya, keegoisan diri nya membuat sang Istri yang sedang mengandung terkena sakit akibat kehujanan.


Dengan pelan, Delta pun membopong Rania memasuki lobi rumah, Mbok Lin senantiasa mengikuti langkah majikan nya, hingga tiba di saat Delta hendak masuk ke dalam lift ia membalikkan tubuh nya menatap Mbok Lin.


"Mbok apa Rania sudah makan?" tanya Delta.


"Nyonya muda sejak pagi tidak makan Tuan, makan malam nya pun hanya di makan separuh." jelas Mbok Lin dengan takut-takut.


"Siapkan makan malam nya dan jangan lupa bawakan juga susu kehamilan nya." titah nya dengan membuang nafas nya berat.


"Baik Tuan muda." balas Mbok Lin dan berlalu pergi ketika kedua majikan nya telah hilang di balik kubikel besi yang telah tertutup.


Dengan gerakan sangat pelan Delta pun membaringkan tubuh Rania di ranjang. Kali ini Delta tak serta merta membawa Rania ke kamar nya, ia ingin memastikan kondisi tubuh Rania stabil kembali, maka dari itu ia memberanikan diri nya membawa Rania ke kamar milik nya.


Delta duduk di tepian ranjang, ia memandangi wajah cantik istrinya yang begitu tenang saat memejamkan kedua kelopak mata nya. Delta berulang kali mengelus pipi Rania dan mengecup kening istri nya itu dengan sayang.


Hingga tiba di mana semua pergerakan terhenti kala pintu kamar nya di ketuk dari luar.

__ADS_1


Tok..tok..


"Masuklah!" seru nya dari dalam.


Tampak seorang pria dewasa berumur berkisar 40 tahun berjalan masuk, ia melempar senyum ke arah Delta namun seketika pandangan nya teralihkan pada sosok yang sedang berbaring di ranjang, saat melihat sesosok gadis itu membuat tubuh nya membeku dan wajah nya berubah pucat pasi, senyum di wajah nya seketika memudar, Delta tertegun kala melihat perubahan ekspresi dari Julio, ia pun mengernyitkan alis nya dan bertanya dengan dingin nya.


"Apa ada yang kau sembunyi kan?" tanya Delta dengan dingin nya.


Seperti tersadar dari keterkejutan nya, Julio pun menatap manik Delta dengan gugup.


"Periksa Istriku dan setelah nya temui aku di ruang kerja ku!" ucap Delta dengan suara berat nya dan segera berlalu meninggalkan Julio dan Mbok Lin di kamar nya.


"Mbok, ia hanya demam saja. Karena kehamilan nya juga saya nggak bisa sembarangan memberikan obat, oleh karena itu ini ada vitamin untuk penguat imun nya dan beberapa vitamin untuk kehamilan nya." jelas Julio sembari menyodorkan beberapa vitamin ke arah Mbok Lin.


"Baik den Lio." balas Mbok Lin sembari menerima vitamin tersebut.


"Ya sudah Mbok, saya pergi temui Delta dulu." pamit nya.


"Iya den, terima kasih." balas Mbok Lin.

__ADS_1


Sebelum keluar dari kamar itu, Julio menatap lekat-lekat raga Rania, ada rasa lega ketika ia tau Rania menikah dengan Delta, seorang yang sangat berpengaruh dan pasti nya ia tau jika Delta pasti bisa melindungi Rania dari kejaran orang-orang yang ingin mencelakai nya. Semua tindak tanduk Julio terus di pantau oleh Delta dari layar ponsel nya.


Pikiran Delta terdapat banyak sekali pertanyaan, ia ingin tau ada apa di antara Rania dan juga Julio. Ketakutan Julio saat melihat Rania membuat Delta bingung. Pasal nya ia tau sosok Julio yang memiliki tempramen tak kalah jauh dari nya, sikap arogansi dan dingin nya seorang Julio membuat siapapun takut untuk mendekati nya, namun apa yang di amati Delta membuat ia yakin jika Julio menyimpan suatu masalah yang entah apa itu dan saat ini ia ingin Julio menjelaskan segala nya.


Tanpa mengetuk pintu Julio pun segera masuk ke ruangan Delta. Delta diam mengamati Julio yang tampak menghindari kontak mata dengan nya. Julio pun berpikir jika ia tidak akan menceritakan apapun kepada Delta mengingat janji nya kepada wanita di masa lalu nya. Setelah menarik nafas dan menghembuskan dengan pelan nya, Julio pun menampil kan senyum lebar nya ke arah Delta.


"Istri kamu baik-baik saja, meski kandungan nya saat ini terbilang lemah namun jangan khawatir ada beberapa vitamin yang sudah aku kasih ke Mbok untuk Istri kamu. Jika tidak ada lagi, aku pamit dulu. Ada beberapa pasien yang membuat janji temu dengan ku sebentar nanti." jelas Julio dengan satu tarikan nafas, ia tau jika saat ini Delta sedang menanti kan penjelasan dari nya namun Julio tidak ingin mengingkari janji nya kepada wanita di masa lalu nya. Setelah mengatakan itu, Julio pun berbalik dan pergi.


"Baiklah, akan ku cari tau ada hubungan apa di antara kamu dan Istri ku!" dengan lembut nya Delta berbicara namun di setiap kalimat nya terdapat sebuah sindiran.


Langkah Julio terhenti, tangan nya mengepal erat kala mendengar sindiran Delta, ia pun sejenak membalikkan badan.


"Jangan membuang buang waktu mu, sampai kapan pun kamu nggak bakalan menemukan apapun. Kau tak perlu mencampuri terlalu dalam masa lalu Istri kamu, jangan pernah lengah, kematian Istri kamu sedang mengincar nya!" balas Julio dengan penuh penekanan, wajah nya kali ini berubah menjadi begitu dingin.


"Jelaskan maksud dari setiap ucapan kamu!" tekan Delta dengan marah.


"Kau akan tau jika saat nya tiba! aku tidak memiliki wewenang untuk menjelaskan segala nya. Aku pergi dulu." balas Julio sembari berlalu pergi meninggal kan kediaman Delta.


Delta mengeram kesal, ia tidak menyangka Julio akan bermain tebak-tebakan bersama nya, namun setiap ucapan Julio menyiratkan bahaya yang sedang mengintai Istri nya.

__ADS_1


__ADS_2