Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
27. Masa lalu Julio


__ADS_3

Flashback On


"Ayah tidak ingin dengar kamu berbicara lagi dengan Lethisa atau pun berhubungan dengan nya! hilangkan semua rasa cinta dan sayang kamu sama wanita itu." tegas seorang pria dewasa kepada anak nya.


"What the ****!" pekik Julio refleks, aliran darah memompa dari jantung dan sekarang berkumpul di kepala nya membuat dia bisa merasakan denyutan yang hebat sekarang., puncak komedi apa lagi ini? Julio menatap tak percaya kepada sang Ayah, dia merasa sangat kecewa.


"Kenapa Ayah tidak mengerti juga, Lio mencintai Lethisa! apapun rintangan nya Lio nggak bakalan ngelepasin Lethisa hanya karena keluarga Burack yang cukup berpengaruh!" lirih Julio dengan berapi api, ia merasa kecewa sekaligus benci dengan sang Ayah yang tega-tega nya menyuruh ia berpisah dari wanita yang sangat di cintai nya hanya karena kesepakatan bisnis.


"Pilihan ada di tangan kamu! jika kamu tetap ingin memperjuangkan cinta bodoh mu itu, bersiap siaplah menghadapi kehancuran keluarga kita." pungkas Jerico dengan wajah memerah menahan kemarahan nya yang sedikit lagi meledak bagaikan bom waktu. Julio mengatupkan bibirnya, rahang nya mengetat. Sial! tolong, bangunkan diri nya dari mimpi buruk ini.


"Keluarga mereka bukan keluarga yang patut di remehkan. Tuan Anthoni adalah raja yang tak tersentuh, begitu pun dengan kedua anak nya. Apa yang di ingin kan anak nya, Tuan Anthoni akan mengabulkan nya. Jadi Ayah mohon kubur dalam-dalam rasa cinta mu kepada gadis itu, Ayah tau kalian saling mencintai. Tapi Ayah tidak ingin kamu di korban kan hanya karena keegoisan kamu dan berdampak pada keselarasan keluarga ini." ucap Jerico dengan datar nya. Ada rasa bersalah yang tidak ia ungkap kan kala melihat Julio yang seperti kehilangan arah. Namun semua ini ia lakukan semata mata hanya untuk keamanan Julio.


Julio tau seberapa besar rasa cinta Lethisa kepada dirinya begitu pun sebalik nya, dan sekarang? ia harus merelakan cinta pertama nya hanya karena keluarga nya yang tidak memiliki pengaruh yang cukup untuk menandingi keluarga Burack yang memiliki pengaruh besar di kota F.


Tanpa berucap lagi, Julio keluar dari ruang kerja Ayah nya.

__ADS_1


Braakk


Pintu itu di tutup dengan kuat nya, hingga Jerico yang berada di dalam ruangan itu hanya memejamkan mata nya. Ia menatap punggung Julio dengan rasa bersalah, ia sama seperti Julio, memiliki kasih sayang dan cinta sebagai seorang Ayah mertua untuk Lethisa. Jerico pun menyangkan perpisahan kedua nya, bagi nya Lethisa adalah cermin dari mendiang istri nya, oleh karena itu ia menaruh harapan kepada kedua nya agar segera meresmikan hubungan mereke ke jenjang yang lebih serius, namun ia tidak memiliki kuasa untuk itu saat ini.


Kepergian Julio kali ini, ialah menemui kekasih nya yang sebentar lagi akan menjadi mantan terindah nya. Tepat sejam menempuh perjalanan Julio kini sudah duduk bersisian dengan Lethisa di sebuah cafe. Tampak wajah binar Lethisa menatap lekat pria di depan nya.


"Lio, kenapa kau sulit sekali di hubungi?" tanya Lethisa dengan cemberut.


Ini yang sulit di lupa kan oleh Julio, wajah cemberut, keceriaan dan manja nya Lethisa. Baginya canda dan tawa Lethisa adalah candu nya, tanpa terasa manik mata nya berkabut, ingin sekali diri nya menangis namun ia tidak ingin menghancurkan kebahagian Lethisa yang sudah sangat merindukan nya paska mereka tak bertemu lagi selama dua minggu.


"Ada apa? mengapa kau menangis, ayo ceritakan ke aku." tanya Lethisa dengan suara lembut nya dan satu tangan nya terulur membersihkan bulir air mata di pipi kekasih nya.


"Tidak ada, aku hanya merindukan kamu, sangat merindukan kamu." balas Julio dan menarik Lethisa dalam pelukan nya.


Tanpa di sadari kedua nya, ada seorang pria yang duduk tak jauh dari meja mereka menatap tak suka dengan keintiman kedua nya. Berulang kali pria itu mengumpat, tatapan pria itu begitu dingin dan sangat menusuk.

__ADS_1


Kedua nya larut dalam kerinduan masing-masing, hingga tiba di mana dering ponsel Lethisa berbunyi dan menyadarkan kedua nya jika apa yang di lakukan kedua nya sedang menjadi perhatian pengunjung lain nya.


Lethisa meraih benda pipi nya, wajah nya berubah pucat saat mengenali nomor telpon tersebut, dengan perlahan ia mengedarkan pandangan nya ke segala arah hingga tanpa di sengaja manik mata nya terkunci dengan manik mata yang begitu tajam menatap nya. Tak ingin membuat Julio curiga, Lethisa pun dengan perlahan mengurai pelukan nya.


"Kok nggak di angkat, siapa tau itu penting. Angkat aja!" ucap Julio dengan mengelus surai kecoklatan Lethisa. Beberapa kali pria itu menghirup aroma yang begitu di sukai nya.


"I-itu hanya teman kampus aku aja kok, paling dia nelpon sekedar tanya kabar aja." kilah Lethisa dengan penuh rasa bersalah. Ia terlalu takut menyakiti pria yang sudah 4 tahun lama nya mencintai dan menyayangi diri nya, Lethisa bahagia memiliki pria sebaik dan begitu menghormati nya seperti Julio.


"Lio, andaikan aku sudah tidak suci lagi, apa kamu masih mau menerima diriku?" tanya Lethisa dengan perasaan yang campur aduk, rasa takut dan kecewa pria itu seakan akan meruntuhkan dunia nya.


"Rasa cinta dan sayangku ke kamu bukan hanya semata karena menginginkan kesucian kamu, tapi terlepas dari semua itu, aku hanya ingin hidup dengan wanita yang sangat aku cintai yaitu kamu, hingga menua bersama." balas Lio jujur, ia tidak keberatan jika Lethisa tak suci lagi meski ia sebenar nya kecewa dengan kenyataan yang ada, tapi semua itu akan ia terima dengan lapang dada karena kebahagian dan cinta nya hanya pada wanita di samping nya, apapun kekurangan wanita itu akan ia tutupi dengan berjuta kelebihan yang ada pada di wanita nya.


Hati Lethisa begitu sakit mendengar ketulusan hati Julio, ia tidak menyangka jika pria itu akan bereaksi seperti itu, namun mengingat setiap ancaman dari seseorang membuat Lethisa harus mengakhiri hubungan ini secepat nya, ia tidak ingin sesuatu menimpa Julio jika ia mempertahan kan pria itu dan membahayakan keamanan pria yang begitu tulus seperti Julio.


"Lio, maafkan aku. Aku sudah tak suci lagi, aku wanita kotor. Mari akhiri hubungan ini." ucap Lethisa dengan hati yang hancur, ia rela melepaskan kebahagian nya demi keamanan pria di samping nya.

__ADS_1


Julio mematung, tubuh nya bergetar, lidah nya terasa kelu meski ia ingin menanyakan lagi apa yang di ucapkan kekasih nya namun semua pertanyaan itu tercekat di kerongkongan nya, ia tak sanggup mengakhiri hubungan yang terjalin penuh cinta dan kebahagian di kehidupan nya.


__ADS_2