Istri Paksa Tuan Mafia

Istri Paksa Tuan Mafia
14. Kemarahan Ashraf


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu, Delta terus saja di desak oleh Dania, ia ingin menantu dan calon cucu nya segera di temukan. Kekhawatiran nya kala itu terbukti saat kedatangan nya ke rumah Delta, ia tak menemukan keberadaan Rania di sana. Mbok Lin yang tidak tau apapun hanya bisa pasrah saat diri nya di salah kan oleh Dania.


"Lin, mana mungkin kau tidak tau kemana pergi nya Rania!" marah Dania kepada kepala asisten rumah tangga.


"Bu, maafkan saya. Tapi saya bersumpah saya tidak tau apa yang Ibu bicarakan. Terlebih mengenai pernikahan Tuan Muda bersama Nyonya Muda. Seperti yang Ibu katakan, sehari sesudah pernikahan Mbok nggak liat siapa pun yang datang, melainkan hari itu hanya Tuan Muda beserta Galfin yang datang dan kedua nya sarapan tanpa ada orang lain." jelas Mbok Lin dengan jujur.


"Mom udah, jangan marah lagi. Dad menemukan rekaman di rumah ini, setelah Dad mengecek nya, memang benar apa yang di katakan Lin, jika sehari sesudah pernikahan, Rania memang tidak kesini. Terlihat jelas yang pulang kesini hanya Delta dan juga Galfin, itu pun di hari pernikahan mereka. Pasti ada sesuatu yang membuat Rania pergi dan tak kembali lagi hingga kini." Ashraf mencoba menenangkan Dania, ia tidak ingin istri nya menyalah kan Lin atas apa yang tidak di lakukan nya.


"Lin, antar Ibu ke kamar. Jika Delta kembali minta ia menemui saya di ruang kerja nya." pinta Ashraf.


"Baik Pak. Mari Bu." balas Lin dan mengajak Dania ke kamar.


Ashraf merasa sangat kecewa dengan anak semata wayang nya, ia tidak menyangka jika Delta akan membiarkan Rania pergi di hari sesudah pernikahan mereka.


Apa yang ada di pikiran kamu, nak? mengapa kau terus menyakiti wanita yang telah kau hancurkan masa depan nya?


Ashraf mencoba menenangkan diri nya dengan membuka beberapa map yang ada di atas meja kerja Delta, namun mata nya memicing kala melihat cover salah satu map yang tersusun, ia pun meraih map tersebut, alangkah terkejut nya ia kala membaca isi dari map tersebut.


Brraakkk


Ashraf menggebrak meja kerja dengan keras nya, kobaran api kemarahan yang sempat di tahan akhir nya tak terbendung lagi saat ia mendapati kontrak pernikahan antara Delta dan Rania. Ia tau jelas siapa dalang di balik kontrak tersebut.


"Dasar bajingan, bisa-bisa nya kau mempermainkan sebuah ikatan yang sakral Delta." marah Ashraf, kali ini ia tidak akan mentolerir perbuatan Delta.

__ADS_1


"Kembali dalam waktu lima menit!!" Ashraf memerintah.


Belum sempat Delta bertanya, sambungan telpon sudah di putus sepihak.


"Ada apa Tuan?" tanya Galfin.


"Siapkan mobil, kita kembali ke rumah." titah nya pada Galfin.


Tak membutuh kan waktu lama, mobil yang di kendarai Galfin pun terparkir di depan mansion Delta. Galfin pun turun dan membuka pintu mobil untuk Tuan nya.


Delta pun melangkah memasuki rumah nya, baru saja ia ingin menanyakan perihal diri nya di minta segera kembali, dua tamparan sudah mendarat di pipi nya.


Plak! Plak!


"Lin, bawa Ibu masuk!"


"Dad, ada apa? Delta salah apa?" tanya Dania yang merasa khawatir jika suami nya akan melakukan hal lebih dari sebuah tamparan.


Ashraf menatap Dania dengan tatapan tajam, Dania mengerti dengan arti tatapan tajam suami nya itu, ia pun memilih diam, ia yakin kemarahan suami nya bukan tanpa alasan.


"Kau! ikut aku!"


Ini kali pertama Delta mendengar sang Ayah berbicara dengan suara meninggi, Delta pun mengikuti sang Ayah menuju ruang kerjanya. Ingin sekali Delta bertanya ada apa, namun ia memilih diam. Setiba nya di ruang kerja, Ashraf pun berjalan ke arah meja kerja Delta. Dengan gerakan kasar Ashraf meraih kertas tersebut dan melemparnya tepat di wajah Delta.

__ADS_1


"Apa ini hah?" teriak Ashraf sekali lagi dengan suara yang menggelegar.


Delta meraih kertas yang berada di bawah kaki nya, kontrak nikah. Delta tampak memejamkan mata nya, Delta meruntuki diri nya, ia lupa memberikan lembaran itu kembali pada Galfin.


"Seperti kata Ibumu, kembalikan ia dengan baik-baik kepada kami. Sekalipun kau anak ku, aku tak sudi Rania memiliki suami seperti kamu!"


Delta maju dan hendak menjelaskan, namun Ashraf melambai.


"Kau mengecewakan kami, Son!" ucap Ashraf dengan tatapan tajam, namun Delta dapat melihat kesedihan di manik mata sang Ayah.


"Kau tau apa kebahagian kami, ketika kau mengatakan kau bersedia menikahi Rania, harapan terbesar aku dan Ibumu adalah melihat kau hidup bahagia dengan keluarga kecil kamu. Tapi apa, apa yang kau lakukan? kau terus saja menggores luka di hati gadis itu! apa kau tau, di setiap malam gadis itu selalu saja menangis, menangisi apa yang menimpah diri nya. Apa kau tau juga mengenai latar belakang gadis itu, gadis itu selalu di hina dan di caci sebagai anak haram, oleh karena itu kami selalu memohon kepada kamu untuk mencintai dan menjaga nya!" teriak Ashraf masih dengan kemarahan nya.


"Kau sungguh membuat ku kecewa, Son! ingat jika sesuatu menimpa mereka, bersiap siap lah menjadi musuh terbesar ku, sekalipun kau darah daging ku, aku tak akan mentolerir setiap tindakan kamu!" ucap Ashraf lagi dan berlalu keluar dari ruangan tersebut.


Dad, apa kalian tau apa yang Delta rasakan saat ini? bukan hanya kalian yang merasa kehilangan atas pergi nya Rania, Delta juga merasa ada sesuatu yang hilang sejak kepergian nya. ucap Delta lirih, lidah nya terasa keluh, ia hanya mampu berbicara dalam hati.


Berulang kali Delta memukul tembok, ia tidak tau harus mencari Rania kemana lagi, ia menyesali setiap perbuatan nya selama ini kepada Rania, ia berjanji akan mencari Rania hingga ke ujung dunia, meski Rania menolak untuk pergi dengan nya, ia akan mencoba segala cara agar Rania kembali ke sisi nya.


Ashraf yang masih emosi pun segera meninggal kan mansion Delta tanpa perduli jika di sana ia meninggal kan istri nya, ia tidak sanggup bertatap muka dengan istri nya, ia cukup merasa bersalah karena telah menatap tajam istri yang sangat di cintai nya, ia pun takut jika Dania mengetahui kebenaran mengenai apa sebenar nya yang membuat Rania meninggalkan Delta. Ia tidak mau penyakit Dania kumat karena masalah ini.


"Temukan keberadaan Rania, pastikan menantu dan cucu saya baik-baik saja." titah nya pada seseorang.


"Baik Tuan. Saya akan segera mencari tau di mana keberadaan Nona muda." balas lawan bicara Ashraf.

__ADS_1


__ADS_2