
Sudah satu minggu berlalu sejak Rania meminta Jasmine untuk menyuruh Delta menghubungi nya namun sayangnya, pria itu tak sekalipun menghubungi atau pun mengabari istri nya tersebut.
Sungguh Delta sangat keterlaluan, bagaimana bisa ia pergi dan tak sekalipun mengabari istri nya yang sedang menantikan kabar nya. Marah, kesal itulah yang di rasakan Rania. Kekecewaan Rania kian menyeruak saat sang suami mengatakan jika keberangkatan nya hanya berlangsung selama tiga hari tapi nyata nya sudah satu minggu berlalu tanpa ada kabar sedikit pun, pria itu pun tak kunjung pulang dari perjalanan bisnis nya.
"Sayang, Mommy ikut Aunty Pretty bentar ya, nggak lama kok." pamit Dania kepada Rania.
"Iya Mom." balas Rania dengan melempar senyum ke arah kedua wanita paru baya itu.
Sepeninggalan Dania dan Pretty, Rania pun kembali menyantap cake chess yang di pesannya tadi. Wanita hamil itu menikmati cake tersebut dengan berselancar di media sosial.
"Porsi makan wanita hamil melonjak ya." ucapan seseorang di depan nya membuat Rania mendongak dari ponsel nya.
Bariton itu berhasil membuat mood Rania berubah. Ya, pria yang berada di depan nya ialah David. Tanpa permisi pun pria itu segera duduk di depan Rania. Rania tak menggubris ucapan David barusan, wanita hamil itu terlihat acuh dan kembali menyuapi chess cake nya.
"Tuan, di sana masih ada kursi kosong, tolong pindah lah, karena itu kursi mertua saya." ucap Rania sesopan mungkin, tak ingin membuat pria di depan nya tersinggung.
"Badan mu tambah gemuk saat hamil, Ra." celetuk David mengalihkan pembicaraan Rania dan membuat Rania memutar bola matanya malas.
"Sepertinya usia kandungan kamu sudah memasuki trimester terakhir ya?" tanya David sambil melihat ke arah perut Rania.
"Vid, aku mohon pergilah. Aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman." pinta Rania dengan memohon.
"Kenapa Ra? kenapa kau menjaga jarak dengan ku? setidak nya ijinkan aku menjadi sahabat mu, aku hanya ingin bersahabat dengan mu tidak lebih kok." ujar David dengan wajah sendu.
__ADS_1
"Maaf aku tidak bisa, Vid." jawab Rania dan beranjak dari duduk nya. Rania memilih menyusul sang Mommy dari pada terus duduk dan akan menimbulkan kesalahpahaman.
Namun baru saja Rania berdiri tiba-tiba salah seorang pelayan tersandung hingga mengakibatkan segelas kopi panas tumpah ke arah lengan Rania hingga mengenai perut nya.
"Arrghh!!" jerit Rania merasakan perih dan sakit pada beberapa bagian tubuh nya yang kena tumpahan kopi.
"APA YANG KAU LAKUKAN, BRENGSEK!" bentak David kepada si pelayan wanita yang menumpahkan kopi ke arah Rania.
"Ra, are you okey?" tanya David khawatir sambil mengelap tumpahan kopi di lengan Rania menggunakan tissue di atas meja, dan juga perut Rania dengan lembut dan pelan karena ia yakin jika di balik dress tersebut pasti sudah timbul ruam merah karena tumpahan kopi panas barusan.
"Panggil manager restoran ini, aku ingin kau di pecat!" bentak David lagi dengan tangan yang terus saja membersihkan tumpahan kopi pada lengan dan perut Rania sambil berjongkok.
"Ak...Vid!!" kaget Rania saat melihat David sudah tergeletak di lantai dengan sisi bibir yang berdarah. Karena seseorang menariknya dan juga menghajarnya begitu cepat.
Mendengar perkataan istrinya membuat Delta geram, pria itu pun membalikkan badan menghadap ke arah Rania. Menatap tajam dan mencengkram pergelangan tangan istrinya serta menyeret wanita hamil itu dengan kasar dan terkesan buru-buru hingga ia tak memperdulikan jika wanita yang di seretnya tengah hamil besar.
Dania dan Pretty yang sejak tadi berdiskusi pun memekik kaget saat melihat layar CCTV, di mana salah seorang pelayan tak sengaja menumpahkan kopi panas ke arah Rania. Tak berselang lama mereka melihat kedatangan Delta dengan seribu kemarahan hingga memukul pria yang membantu Rania, kedua nya membungkam mulut mereka dengan telapak tangan saking kagetnya melihat Delta yang memukul pria tersebut dengan membabi buta.
Tak ingin terjadi kesalahpahaman, kedua wanita paru baya itu segera keluar. Tujuan mereka kali ini ingin menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada Delta agar pria itu tidak melewati batasan nya.
Namun setiba nya di sana, mereka tak menemukan keberadaan Rania maupun Delta, pikiran Dania menjadi tak tenang, ia takut sifat kejam Delta kembali dan akan membuka luka lama Rania.
Dengan cepat pula wanita paru baya itu berpamitan kepada Pretty.
__ADS_1
"Pretty, aku pergi dulu. Takut nya Delta menyakiti Rania karena ini." pamit nya kepada sang sahabat.
"Baiklah, hati-hati di jalan." jawab Pretty yang tau jika sang sahabat sangat khawatir dengan keadaan menantu nya.
Tampang Delta begitu dingin dan auranya begitu menyeramkan. Pria itu terus saja mencekal pergelangan tangan Rania hingga mereka tiba di rumah. Rania mencoba menepis tangan Delta namun begitu sulit karena cengkraman itu sangatlah erat. Pria yang telah di selimuti amarah itu menendang pintu kamar dengan kerasnya dan kembali pria itu menyeret Rania tampa memperdulikan seruan Rania yang minta di lepaskan.
"BERANINYA KAU BERSELINGKUH DI BELAKANG AKU, RANIA!" bentak Delta dan menghempaskan tangan Rania kasar, sehingga Rania terhuyung ke atas ranjang.
"Apa mak..." belum usai Rania berucap, beberapa foto mengenai wajah nya dan siapa lagi pelakunya jika bukan suaminya.
Ekor mata Rania menangkap sebuah potret, di mana dirinya sedang duduk berdua dengan seorang pria di sebuah restoran, beberapa foto lagi terdapat potret dirinya bersama David, di mana David sedang berjongkok dengan satu tangan membersihkan tumpahan kopi namun dalam potret itu terlihat seakan David sedang mengelus perut nya.
"KAU SELINGKUH DENGAN NYA SAAT AKU TAK DI RUMAH?! JAWAB AKU RANIA? SEJAK KAPAN KAU BERMAIN DI BELAKANGKU BERSAMA MANTAN KEKASIHMU ITU? SEJAK KAPAN?!" bentak Delta sembari melempar beberapa barang yang ada di dekat nya, hingga dentuman barang pecah begitu nyaring terdengar.
"Kau menuduhku selingkuh, hanya berdasarkan foto-foto yang kejelasan nya pun tak kau ketahui. Aku tidak selingkuh, Delta!!" ucap Rania tegas, namun ucapan nya hanya seperti tamparan di wajah nya sendiri, saat melihat raut wajah Delta yang tidak mempercayai ucapan nya.
"Jadi selama ini tak ada sedikitpun kepercayaan kamu padaku? hingga kamu menebar beberapa anak buahmu untuk terus mengawasi pergerakan ku selama ini!" seru Rania lagi dengan penuh kekecewaan.
"APA YANG AKU LIHAT SUDAH SANGAT MEMBUKTIKAN JIKA KAMU KEMBALI MERAJUT KASIH DENGAN DAVID DI BELAKANG AKU, RANIA!" sarkas Delta dengan marah dan penuh emosi.
"Seharusnya kau mencari tau sebelum bertindak bodoh seperti itu, dan secara tidak langsung kau sudah membuatku ragu akan pernikahan ini, maka dari itu mari jalani kehidupan kita seperti sediakala di mana kita hanya terikat pernikahan dan tinggal seatap sebagai dua orang asing!" seru Rania penuh dengan kekecewaan, ia tidak menyangka jika Delta akan menuduhnya berselingkuh.
"MULAI SAAT INI JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK MELANGKAHKAN KAKIMU KELUAR DARI KAMAR INI!!" ucap Delta final, ia pun membuang pandangan nya dan berlalu pergi keluar dari kamar.
__ADS_1
Melihat pintu yang sudah tertutup rapat setelah dentuman keras itu, Rania menghela nafas lelahnya. Tanpa mau berpikir panjang, Rania pun merebahkan diri nya di atas ranjang, kejadian hari ini sungguh menguras tenaga dan emosi nya.