
Eliza tak hentinya tertawa setelah berhasil mengerjai afnan. "Hah.. Enaknya ngapain ya. Emh mendingan gue video call tasya deh." ucap eliza yang kemudian dia menghubungi tasya dan juga cika.
"Hay el.. Tumben lo video call kita ada apa..?" tanya tasya.
"Nggak papa. Gue cuma bosen di rumah baru gue." ucap eliza.
"Eh rumah baru..? Jadi lo nggak tinggal lagi tu di pesantren..?." tanya cika.
"Iya. Dan asal kalian tau aja rumah gue jauh dari kota and di kelilingi hutan." ucap eliza curhat atas kemesalannya.
"Kalau gitu gimana entar malam lo bisa ikut balap...? Lo nggak lupakan. Tantangan claudia..?" ucap tasya mengingatkan.
"Iya el. Kalau lo nggak ikut kita bakalan nggak punya harga diri lagi el. Jadi lo harus pergi oke..!" ucap cika memaksa.
"Iya gue ingat. Kalian tunggu aja di tempat balap nanti gue bakalan cari cara agar bisa kabur dari afnan." ucap eliza.
"Usahain jangan sampai telat." ucap tasya.
"Oke.!!" ucap eliza yang lalu memutuskan video call mereka.
'Sial gimana caranya gue bisa pergi dari sini.' Gumam eliza sambil menatap jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 5 sore.
Di lain tempat. Afnan sedang bersiap untuk hadir ke pengajian setelah mendapatkan telfon dari rizki.
"Eliza... Eliza.. " panggilnya di luar kamar eliza.
"Ada apa..?" tanya eliza.
"Aku akan pergi malam ini dan mungkin akan pulang pagi. Jadi jaga diri baik baik kalau ada apa apa kau bisa langsung menghubungi ku. Oh ya satu lagi jangan coba coba kamu pergi ke tempat maksiat itu lagi." ucap afnan memperingatkan. Sedangkan eliza hanya memutar matanya mendengar perintah afnan.
"Aku pergi dulu." ucap afnan berpamitan.
"Hmmmm." gumam eliza menjawab.
"Yesss..." teriak eliza setelah memastikan afnan yang pergi dengan motornya.
"Dia kira gue takut sama ancamannya itu. Hah... Ini kesempatan bagus buat ikut balapan. Ok eliza ayo kita siap siap." ucap eliza dengan semangat yang begitu membara.
Setelah mengabari tasya dan cika. Eliza segera memesan taxi online. Setelah lama menunggu akhirnya taxi yang di pesannya sampai di depan rumahnya. Dengan segera ia meminta sopir taxi untuk mengantarkannya.
"Berhenti di sini aja pak. Ini uangnya." ucap eliza setelah sampai di trmpat tujuannya. Eliza pun segera keluar dari mobil taxi tersebut dan berjalan mengendap endap di depan sebuah rumah yang begitu besar dan megahnya.
Ya kini eliza berada di rumahnya yang dulu. Ia terus memperhatikan sebuah ruangan kecil yang terpisah dengan rumahnya. Itu adalah ruangan dimana satpam dirumahnya tinggal.
Selang beberapa menit kemudian datang seorang wanita paruh baya dari dalam rumah eliza yang menghampiri ruang satpam tersebut.
"Pak joko, makan dulu yuk." ajaknya.
"Wah iya bik, bibik tau aja kalau saya sedang lapar." jawab pak joko.
"Ya udah ayo masuk pak." ajak bik inah itu kembali.
Pak joko pun ikut masuk kedalam rumah eliza meninggalkan ruangan kerjanya. Hal itu membuat eliza bernafas lega.
Eliza pun mengendap endap memasuki rumahnya tersebut agar tidak ketahuan. Setelah berhasil masuk kedalam eliza secara perlahan mengecek beberapa laci di ruangan keluarga untuk mencari kunci mobilnya.
__ADS_1
Saat sedang serius mencari kunci tiba tiba ada sebuah langkah yang mendekati keberadaannya. Dengan terburu buru eliza merapikam kembali laci laci yang sempat ia cek dan segera bersembunyi di balik sofa di dekatnya.
"Tadi aku taruh dimana ya henfonnya..?" tanya paman eliza pada dirinya sendiri.
"Oh itu dia." lanjutnya saat melihat henfonnya berada di meja di depan tv di dekat eliza bersembunyi.
Eliza yang mendengar langkah kaki pamannya yang semakin mendekatinya pun menjadi semakin was was.
"Pah.. Kamu sedang cari apa..?" tanya bibi eliza.
"Ini ma." jawab paman sambil memperlihatkan henfon di tangannya.
"Ooh kunci mobilnya eliza udah kamu simpenkan..?" tanya bibi
"Udah aku taruh di bawah bunga di meja tuh." jawab paman tanpa disadarinya membuat eliza tersenyum mendengarnya.
"Ya sudah ayo makan." ajak bibi eliza.
Dan setelah kepergian paman dan bibinya eliza segera mencari kunci mobilnya sesuai dengan apa yang di dengarnya dari pamannya tadi.
"Akhirnya ketemu juga." ucap eliza segera keluar dari rumahnya menuju ke mobilnya. Ia pun menyalakan mobilnya menuju ke gerbang rumahnya yang akan membuka secara otomatis setelah membunyikan klakson dua kali.
Sedangkan bik inah yang sedang membuang sampah tidak sengaja melihat eliza yang sedang keluar rumah dengan tergesa gesa dan pergi menggunakan mobilnya segera masuk ke dalam rumah dan melaporkan hal itu pada tuannya.
"Tuan nyonya gawat gawat..." ucap bik inah dengan tergesa gesa.
"Bibik tenang dulu trus jelasin apanya yang gawat..? " ucap bibi eliza mencoba menenangkan pembantunya.
"Non.. Non eliza pergi membawa mobilnya." ucap bik inah.
"Iya tuan." jawab bik inah yang lalu masuk kembali ke dalam dapur.
"Pah coba kamu hubungi afnan." saran bibi eliza. Paman eliza pun segera mengubungi afnan.
Di lain tempat afnan dan beberapa teman temannya sedang bersiap untuk naik ke atas panggung sebelum sebuah telfon menghentikan langkah afnan.
"Assalamu'alaikum." salam afnan.
"Wa'alaikum salam nak afnan." jawab paman eliza.
"Eh paman. Ada apa ya paman. Apa ada masalah..?" tanya afnan.
"Ada sedikit masalah. Jadi gini tadi pembantu paman sempat melihat eliza pergi membawa mobilnya dari rumah. Paman cuma takut kalau dia kabur atau ikut balapan liar lagi." terang paman membuat afnan menghela nafas.
"Baik paman. Terima kasih infonya tapi saat ini afnan sedang nggak di rumah. Afnan sedang mengisi acara pengajian paman. Afnan usahain setelah pengajiannya selesai afnan akan segera pulang." ucap afnan.
"Ya sudah kalau begitu. Maaf paman mengganggu." ucap paman.
"Tidak pamam seharusnya afnan yang berterima kasih. Kalau paman tidak memberitahukan hal ini pada afnan. Afnan tidak akan tahu." ucap afnan.
"Ya sudah. Assalamu'alaikum. " salam paman.
"Wa'alaikum salam paman." setelah mematikan telfonnya afnan segera naik ke atas panggung.
Kita lihat apa yang bisa aku lakukan agar kamu jera untuk membuat masalah lagi. Ucap afnan dalam hatinya.
__ADS_1
Di lain tempat eliza telah sampai di tempat dimana ia nanti akan menjalankan balapan liarnya itu.
"Akhirnya lo dateng juga. Gue kira lo nggak akan dateng." ucap cika.
"Hmmmm... " gumam eliza.
"Ok kita mulai saja ya balapannya." ucap tasya semangat.
Eliza dan claudia pun masuk ke dalam mobil mereka masing masing dan menyalakan mobil mereka.
"Tiga... Dua... Satu.. GO...!!! " teriak salah satu gadis sahabat claudia dengan pakaian seksinya membuat eliza dan claudia melesatkan mobil mereka dengan kecepatan di atas rata-rata.
.
.
.
.
.
.
.
. Hay....
. Author cuma mau ngingetin beberapa hal kok
.
. Tenang aja kali ini author nggak akan cerewet
.
. Jangan lupa buat dukung author ya caranya
.
. Like
. Comen
. And vote
.
. Ok itu aja sampai jumpa lagi
. Daaaa
.
. Salam CHERRY
__ADS_1