
Afnan saat ini masih memasakkan makan siang untuk istrinya karena hari ini hari Jum'at, sehingga ia tidak mengajar santri karena libur.
Afnan sengaja ingin melayani segala keinginan istrinya itu, agar eliza semakin senang. Sedangkan eliza sedang menonton TV yang sedang menayangkan film kesukaannya.
"Eliza...! " panggil afnan.
"Iya..? "
"Ayo makan.! " ajak afnan sambil menata hasil masakannya di atas meja.
"Ok..! " ucap eliza.
Setelah mematikan TV nya eliza berjalan mendekat ke afnan dan melihat menu masakan yang telah dibuat afnan untuknya.
"Ayo makan..! " ucap afnan lagi.
"Ayo..! " eliza pun segera mengambil nasi dan juga lauk itu.
Bukannya menyuap dirinya sendiri, eliza malah mengarahkan sendok itu kepada afnan. Afnan yang dihadapkan dengan sendok itu segera melahap makanan dari suapan istrinya itu.
"Sekarang gantian lo suapin gue..! " ucap eliza.
Afnan pun menuruti keinginan istrinya, dan mulai menyuapi eliza. Sedangkan eliza begitu senang dengan segala perhatian afnan.
"Tapi maaf ya el, nanti malam aku harus menghadiri acara pengajian. Jadi nanti malam kamu tidur di pesantren aja ya.. ! " ucap afnan.
"Gimana kalau gue ikut..? " saran eliza.
"Nggak bisa el, acaranya sampai tengah malam. Dan kamu butuh istirahat yang cukup untuk anak kita. Jadi nggak papa ya, kalau nanti malam kamu tidur di pesantren..! " ucap afnan.
"Emh.. tapi gue lagi pengen tidur di rumah. Gue udah kangen tidur disini lagi..! " ucap eliza sedih.
"Tapi kalau kamu disini, kamu akan kesepian. karena aku harus menunggu pengajiannya sampai selesai. Dan selesainya sekitar jam 2 malam..! " ucap afnan.
"Gini aja, lo minta ke nadira buat nginap disini. Kan ustadz rizky pastinya juga menghadiri pengajian itu sama lo..! " saran eliza lagi.
"Tapi..! " ucap afnan yang seakan tak setuju jika istrinya di rumah sendiri. Ia lebih merasa tenang jika eliza mau tidur di pesantren.
"Ya sudah, nanti aku akan bilang ke ustadz rizky dulu. Apa dia ijinin atau nggak..! " ucap afnan membuat eliza merasa begitu senang.
Mereka pun menyelesaikan makan mereka dengan tetap bersuapan, karena keinginan eliza. Dan afnan hanya bisa menurutinya saja.
Seusai makan, afnan dan eliza pergi ke rumah rizky dan juga nadira untuk membicarakan permintaan eliza tadi.
Beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka sampai di depan rumah rizky. Afnan segera mengetuk pintu rumah rizky dan berharap agar rizky masih ada di rumah.
"Assalamu'alaikum..! " ucap afnan dan eliza.
__ADS_1
"Wa'allakum salam..! " jawab nadira sambil membukakan pintu.
"Gus afnan, eliza..? Ayo mari masuk..! " ajak nadira setelah melihat dia orang yang sangat ia kenal bertamu di rumahnya.
"Siapa neng...? " ucap rizky dari dalam ruangan dibelakang.
"Gus afnan dan eliza mas.. " ucap nadira.
Rizky pun segera menghampiri mereka dan menyalami afnan.
"Maaf gus, eliza. Kami cuma bisa sediain kopi dan teh..! " ucap nadira sambil meletakkan gelas gelas berisi minuman itu di atas meja.
"Nggak papa, kami yang seharusnya minta maaf, karena kedatangan kami malah bikin kalian kerepotan..! " ucap afnan.
"Gus ini bilang apa..? kami malah senang karena Gus dan neng eliza mau main ke rumah kami yang kecil ini..! " ucap rizky.
"Ya meskipun kecil, kelihatannya disini terasa nyaman..! " ucap eliza sambil melihat ke sekitar rumah.
"Iya benar, makannya aku merasa senang setelah pindah ke sini. " sambung nadira.
"Maaf sebelumnya, Apa Gus punya hal yang ingin dibicarakan sama saya..? kok sampai mendatangi saya. " ucap rizky.
"Iya, jadi begini. Nanti malam kita akan menghadiri acara pengajian, tapi eliza tidak mau tinggal di pesantren. Dan..! " ucap afnan terputus karena eliza lebih dulu menyela nya.
"Gue mau ajak nadira buat nginap di rumah gue selama kalian di pengajian. Buat nemenin gue..! Bolehkan..? " ucap eliza cepat.
"Kalau aku terserah sama mas rizky. Apa dia mengijinkan ku atau tidak..! " ucap nadira membuat eliza seketika menatap wajah rizky dengan garang.
"Iya, saya ijinin..! " ucap rizky cepat sebelum eliza Mengomeli nya.
"Yes... ok, sekarang lo siap siap nad. Kita berangkat ke rumah gue sekarang...! " ucap eliza yang begitu antusias.
Dan mereka pun akhirnya berangkat bersama menuju ke rumah afnan dan eliza, sebelum nantinya afnan dan juga rizky pergi ke pesantren untuk bersiap ke pengajian.
Dilain tempat.
Klara dan juga claudia sedang menemui kakaknya yaitu David yang sedang bersama teman teman David.
"Kak David..! " panggil claudia.
"Ada apa clau..? Tumben lo kesini..? " tanya David yang penasaran dengan kedatangan adiknya serta sepupunya itu.
"Ada yang mau kita omongin sama lo, tapi nggak disini.! " ucap Klara.
"Ok, kita bicara di kafe bintang..! " ucap David yang segera berpamitan dengan teman temannya dan segera melakukan sepeda motornya menuju ketempat yang ia katakan tadi.
Sedangkan Klara dan claudia mengikutinya dari belakang. Sesampainya disana, mereka segera mencari tempat duduk yang tidak begitu ramai.
__ADS_1
"Ok, sekarang kalian mau ngomong apa..? " tanya David.
"Kita mau, lo bantuin kita buat balas dendam ke eliza..! " ucap Klara.
"Seperti apa..? " tanya David.
"Gue mau, lo buat harga diri eliza hancur dan juga mentalnya terganggu. Dengan begitu, dia nggak akan punya keberanian untuk melihat dirinya sendiri di cermin..! " ucap Klara.
"Tapi gimana caranya..? Karena mungkin eliza akan selalu bersama suaminya. Dan suaminya pintar bela diri bahkan leon juga bisa dikalahkan..! " ucap David.
"Lo tenang aja kak, kita udah atur segalanya. Kita cuma butuh lo dan anak buah lo buat culik eliza dan bawa dia ketempat ini. Sedangkan untuk suaminya, kita sudah atur sebuah acara yang akan membuat dia sibuk dan tidak sadar kalau istrinya kita culik..! " jelas claudia.
"Kita bisa mulai kapan..? "
"Malam ini..! "
Dan mereka pun mulai merancang rencana jahat mereka. Entah apa yang akan terjadi pada eliza.
Dilain sisi.
Eliza dan nadira kini sampai di depan rumah eliza, afnan segera mengajak mereka semua untuk masuk kedalam rumah.
"Kalian benar benar yakin mau tinggal di rumah berdua saja..? " tanya afnan yang merasa khawatir.
"Iya, kan ada nadira yang nemenin. Lo tenang aja, gue bisa jaga diri..! " ucap eliza menyakinkan.
"Ya itu mungkin saat kamu belum hamil eliza. Sekarang perutmu begitu besar, kamu akan sulit untuk bergerak.! " ucap afnan.
"Gus afnan tenang aja, aku juga akan menjaga eliza dengan baik..! " ucap nadira.
"Sebaiknya kalian tinggal di pesantren saja ya..! " kini giliran rizky yang ikut khawatir.
"Udah, kalian tenang aja. Kita akan baik baik aja, lagian kita ada di dalam rumah, dan bukankah selama kita tinggal disini tidak pernah ada kejadian kejahatan di komplek ini..? " ucap eliza menyakinkan.
"Ya baiklah, tapi ingat untuk segera menghubungi kami saat kalian butuh sesuatu atau kalian melihat orang yang mencurigakan. Kunci semua pintu dan jendela, jangan kemana mana saat kami belum pulang.! " ucap afnan mengingatkan.
"Iya iya..! " ucap eliza.
"Ya sudah, kami ke pesantren dulu untuk membantu persiapan rebana di sana sebelum nanti kami ke acara pengajiannya.! " ucap rizky.
"Kalian harus ingat untuk selalu mengabari kami saat ada hal yang mencurigakan..! " ucap afnan.
"Iya Gus afnan yang over protective..! " ejek eliza.
"Ya sudah kami berangkat dulu, assalamu'alaikum..! " pamit afnan dan rizky.
"Wa'allaikum salam..! " jawab nadira dan eliza.
__ADS_1
Afnan pergi dari rumah dengan perasaan yang tidak tenang, entah mengapa ia tidak ingin meninggalkan eliza di rumah. Rasanya begitu berat untuk melangkah jauh dari eliza.