Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 79


__ADS_3

Eliza terbangun dan merasa sakit di sekujur tubuhnya. Ia berharap agar semua itu hanyalah mimpi, namun saat ia melihat ke sekelilingnya. Ia meneteskan air mata karena semua itu nyata, ia masih berada di tempat yang ia benci.


"Kenapa.. hiks.. kenapa ini semua terjadi sama gue.. hiks.. hiks..! " tangis eliza.


Saat eliza masih sibuk menangis, tiba tiba pintu kamar itu terbuka membuat eliza merasa was was.


"Hai.. eliza azka nugraha...! Lama tidak bertemu...! " sapa seorang wanita dengan pakaian sexy mulai mendekati eliza.


"Lo..? Claudia...? " gumam eliza.


"Hhhhh.. ya ini gue Claudia, musuh bebuyutan lo..! kalian, pindahkan dia ketempat duduk..! " ucap Claudia pada beberapa orang penjaga di depan pintu ruangan dimana eliza dikurung.


Dua orang pria mendudukkan eliza yang masih terikat di atas sebuah kursi. Dan untungnya bajunya sudah kembali melekat ditubuhnya meskipun ia tidak tahu bagaimana itu terjadi.


Setelah mengikat eliza di sebuah kursi yang tanpa perlawanan, karena tubuh eliza yang tak lagi memiliki tenaga. Dua pria itu pergi keluar ruangan, meninggalkan eliza berdua dengan Claudia.


"Jadi lo yang rencanain ini semua..?" tanya eliza pada Claudia yang dibalas dengan sebuah senyuman sinis.


"Andai, dulu gue tidak kehilangan janin gue mungkin aja ia sudah sebesar ini..! " ucap claudia sambil berjalan mendekat kearah eliza dan mengusap perut eliza.


"Jangan sentuh anak gue..!" tolak eliza dengan perasaan takut jikalau claudia akan melakukan sesuatu pada anaknya.


"Lo kehilangan anak lo karena salah lo sendiri. Tidak ada orang yang suruh lo buat gugurin anak lo kan..? Heh.. percuma gue ngomong sama orang yang nggak punya hati, yang tega bunuh anaknya sendiri sebelum anaknya bisa melihat dunia ini. Bahkan hewan saja tidak akan melakukan hal sekejam itu.! " ucap eliza tak kalah sinisnya.


Plaakk..


Tamparan keras dilayangkan Claudia pada wajah eliza, hingga meninggalkan bekas merah dan juga sudut bibir eliza berdarah.


"Sshh...! " eliza menahan rasa sakit itu.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu...! ini semua gara gara lo..! Kalau bukan karena leon yang teropsesi sama lo gue nggak akan minum obat yang bikin gue kehilangan anak gue..! Heh... asal lo tau..! Selama gue menikah sama leon, dia nggak pernah anggap gue. Bahkan gue selalu dijadikan pelampiasan kemarahan dan juga nafsunya." Ucap Claudia yang mengingat kembali perlakuan buruk leon terhadap dirinya dulu.


"Mungkin orang lain akan begitu bahagia saat berhubungan dengan orang yang mereka cintai apalagi orang itu suami mereka sendiri. Tapi itu semua nggak berlaku buat gue, setiap leon sentuh gue, bersamaan dengan itu dia juga siksa gue..! " ucap claudia sambil meraih rambut eliza dan menjambaknya, sedangkan hijab yang awalnya dipakai eliza entah hilang kemana setelah semalam.


"Lo tau..? Dia selalu panggil nama lo dalam keadaan dia sedang berhubungan badan sama gue..! " teriak clara sambil menghempaskan jambakannya.


"Dan bahkan dia selalu membawa wanita lain ke rumah dan dengan terang terangan bersetubuh dengan wanita wanita itu dirumah meskipun dia gue ada di sana..!"


"Heh... itu semua salah leon, untuk apa lo bawa bawa gue kedalam masalah rumah tangga lo..? Kalau lo emang ingin dicintai, seharusnya lo berusaha agar bisa merubah hati orang yang lo suka. Bukannya malah menyalahkan orang lain...! " ucap eliza yang tak terima dengan segala cecaran Claudia kepadanya.


"Hhhhh.... lo pikir dengan lo nasehatin gue seperti itu, gue akan mohon mohon saran dari lo gitu..? Eliza... sekarang yang ada cuma membalas sakit hati gue ke lo. Lagipula gue nggak perduli lagi sama leon yang sudah membusuk di penjara.! "


"Asal lo tau clau, kalau sekarang leon sudah bertobat dan mungkin saja dia sudah berubah sama lo...! " ucap eliza.


"Ya gue tau itu, dia memang sudah berubah sama gue tapi gue udah nggak peduli. Oh ya ngomong ngomong bagaimana lo semalam..? Apa menyenangkan..?" tanya Claudia sambil menunjukkan eliza yang tertidur tanpa busana disamping pria yang memakai topeng.


"Mau apa lo..? Cepat hapus fotonya...! " ucap eliza yang begitu panik dan ketakutan.


"Bagaimana ya kalau afnan tahu, kalau istri tercintanya telah ternodai oleh pria yang bahkan tidak di ketahui identitasnya...? " ucap Claudia yang seketika membuat eliza ketakutan dan cemas.


"Lo jangan macam macam clau..!" ucap eliza yang berusaha melepaskan dirinya dari tali yang mengikatnya.


"Hah.. gue pergi kasih tahu suami lo dulu ya..! Gue udah males ngobrol sama orang yang bahkan tidak bisa melepaskan dirinya sendiri...! Daaa.. eliza, selamat menikmati hidupmu yang sebentar lagi akan menjadi janda..! " ucap Claudia yang berlalu begitu saja.


"Claudia.. lepasin gue...! Gue bilang, lepasin gue..! Hiks.. lepasin gue.. hiks.. afnan.. hiks.. tolong.. selamatin gue... hiks.. afnan.. " tangis eliza yang sudah tidak dapat ia tahan lagi.


Dilain tempat.


Afnan begitu pusing mencari keberadaan eliza dan kini bukan hanya ia dan juga rizky, tapi seluruh pondok mengetahui hilangnya eliza. Sehingga radit dan juga teman teman eliza mendapatkan ijin untuk membantu mencari keberadaan eliza.

__ADS_1


Sedangkan santri lainnya tetap belajar dengan ustadz dan ustadzah lainnya, tanpa ada yang berani untuk menanyakan tentang hal itu karena memang para santri yang menjaga batas sopan santun mereka pada keluarga kiyai pondok mereka.


"Gus, kita bertiga sudah mengecek ke rumah Claudia yang tak lain orang yang memiliki dendam sama eliza. Tapi rumah itu kosong, dan tetangganya bilang kalau Claudia dan kakaknya pindah ke Australia.! " ucap tasya.


"Claudia..? Bukankah itu istrinya leon..? " tanya afnan yang tak asing dengan nama itu.


"Iya..! "


"Kenapa dia punya dendam sama eliza..? " tanya afnan yang masih bingung kenapa teman teman eliza curiga terhadap Claudia.


"Itu karena dulu, eliza selalu memenangkan lomba balap mobil sama dia. Dan juga leon yang notabenya pria yang dia suka malah lebih mencintai eliza bahkan sampai mereka menikah..! " jelas karlin.


"Jadi Claudia begitu bencinya sama eliza. .! "


"Iya dan juga, dalang dari kecelakaan eliza dulu juga Claudia...! " kini giliran cika yang berbicara.


"Tapi tidak mungkin Claudia itu ynag menculik eliza kalau dia ada di Australia..! " ucap umi dengan mata sembabnya karena menangis terus menerus.


"Iya, kalian pasti tahu siapa lagi yang tidak suka dengan eliza..! " kini giliran bibinya eliza yang berbicara.


Bibinya eliza segera pulang dengan suaminya dari London, setelah mendengar kabar hilangnya keponakan merek dari afnan.


"Ya kami curiga sama satu orang lagi sich tan..! " ucap cika.


"Siapa..? "


"Klara..! Dia pernah dipermalukan eliza di depan banyak orang. Ditambah Klara juga suka sama lo gus, jadi mungkin aja dia suruh orang buat culik eliza..! " ucap karlin.


"Itu bisa saja terjadi..! Tapi sekarang kita mau cari kemana..? Kita tidak punya petunjuk apapun..! Dan polisi masih belum memberikan informasi apapun..! " ucap afnan yang begitu khawatir dengan keadaan istrinya sekarang.

__ADS_1


Eliza... Bertahanlah dimanapun kamu berada, aku akan berusaha untuk cari keberadaanmu...! ucap afnna dalam hatinya.


__ADS_2