Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 72


__ADS_3

Afnan terus mencoba mengatakan kebenarannya pada umi dan abinya agar mereka bisa mempercayainya.


"Umi, abi. Afnan berkata jujur, afnan tidak menyentuhnya sama sekali. Dia sendiri yang masuk keruangan afnan dan bahkan ia juga yang merobek bajunya sendiri.!" ucap afnan mencoba menyakinkan umi dan abi nya.


"Hiks..hiks..bagaimana bisa kamu berbohong mas..? Hiks..jika kamu tidak mau bertanggung jawab. Lalu bagaimana dengan masa depanku..?" ucap klara memelas.


Umi bukannya merasa kasihan malah merasa kesal dengan ucapan klara. Sedangkan afnan merasa begitu bingung harus bagaimana lagi untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah.


Dan afnan merasa frustasi karena tidak melihat eliza yang ikut masuk kedalam untuk membelanya.


Apa eliza juga tidak percaya padaku..? Aku harus bagaimana..? Eliza, ku harap kau tidak termakan tipuan klara kali ini el..! Ucap afnan dalam hati.


Sedangkan eliza dan yang lainnya sedang mencari bukti untuk membuktikan afnan yang tidak bersalah.


Saat tasya dan radit berjalan keluar pesantren mereka melihat dua pria yang mencurigakan sedang berbincang disana.


"Menurut lo, ini akan berhasil..?" tanya salah satu dari mereka.


"Sepertinya berhasil, lo lihat tadi kan..? Bos klara merobek bajunya sendiri dan teriak seolah olah di sentuh sama tuh orang.!" jawab yang lainnya.


"Iya lo benar. Sekarang kita harus pancing warga untuk membuat bos klara dan pria itu menikah.!" ucap pria itu lagi.


Dan kedua pria itu memberitahukan ke setiap warga yang lewat di depan pesantren hingga membuat mereka semua terlihat begitu marah, dan hendak masuk kedalam pesantren.


Tasya dan radit segera bergegas menemui eliza dan juga yang lainnya yang masih menyelidiki di ruangan afnan.Sedangkan eliza dan yang lain memperhatikan pintu yang rusak.


"Coba kalian perhatikan, pintu ini rusak. Pasti pintu ini karena afnan mendobraknya. Karena tidak mungkin jika klara yang mendobraknya, karena klara tidak mungkin kuat untuk membuatnya sampairusak seperti ini." ucap rizky yang membuat mereka semakin percaya jika afnan tidak bersalah.


Saat sedang fokus mencari bukti lain. Tiba tiba tasya dan radit datang dengan raut wajah yang panik.


"Gawat..hah..para warga berbondong bondong kesini untuk memaksa afnan menikahi klara..!" ucap tasya dengan nafas terengah engah.


"Tapi bagaimanaka bisa tahu..?" tanya eliza.


"Tadi ada dua pria mencurigakan di luar pesantren. Dan kita lihat mereka sedang berbicara tentang bos klara yang pasti berhasil. Jadi bisa jadi mereka adalah orang orang yang dibayar sama klara untuk menjebak kak afnan..!" jelas radit.


Dilain sisi.


Para warga telah datang berkumpul dirumah abi membuat afnan semakin frustasi.

__ADS_1


"Pak kyai, kami semua menuntut agar gus afnan menikahi gadis ini..!" ucap pria dengan tubuh besarnya.


"Tidak mungkin, aku sudah nenikah. Jadi aku tidak mungkin bisa menikahinya lagipula aku tidak menyentuhnya sama sekali..!" bantah afnan.


"Apa buktinya kalau gus afnan tidak menyentuhnya. Bahkan semua orang juga tahu jika baju wanita itu robek. Pasti gus afnan telah melakukan pelecehan pada wanita ini kan..?" ucap warga lagi.


"Hiks..mas.. hiks kenapa kamu selalu berbohong..hiks aku tidak masalah jika harus jadi istri keduamu..!" ucap klara memelas membuat para warga semakin merasa kasihan padanya.


"Itu tidak akan terjadi. Dengar klar, tidak ada gunanya kamu berbohong seperti ini. Ini hanya akan menghancurkan masa depan kamu sendiri..!" tegur afnan.


"Aku..? Bagaimana mungkin aku sengaja melakukannya dan berbohong. Aku ini seorang wanita, aku tidak akan mungkin membuat diriku malu seperti ini.!" ucap klara yang semakin menangis histeris.


"Maaf bapak ibu, tolong beri kami waktu untuk memastikan semua ini. Jika memang benar anak kami bersalah, kami sendiri yang akan memintanya untuj bertanggung jawab.!" ucap abi mencoba menenangkan warga.


"Sampai kapan pak kyai..? Sampai wanita ini hamil..? Jika pak kyai tidak menikahkan mereka, lebih baik kami semua mengeluarkan anak anak kami dari pesantren..!" ucap warga.


"Iya, pak kyai. Kami akan memindahkan anak kami dari sini..!" saut warga yang lain.


"Tolong bapak dan ibu tenang dulu. Kita semua tidak ada yang tahu, apakah wanita ini berbohong ataupun tidak..!" ucap umi.


"Hiks..aku tahu, umi sangat menyayangi menantu umi, eliza. Tapi hal mustahil jika aku sengaja membuat diriku malu seperti ini umi. Hiks.. Jika mas afnan tidak mau bertanggung jawab, lebih baik aku mati daripada seumur hidupku harus menanggung malu ini sendiri..!" ucap klara yang semakin menyulut amarah para warga.


Eliza, kau ada dimana..? Apa kau benar benar tidak percaya padaku..? Ucap afnan dalam hati.


Saat afnan menjabat tangan ustadz besar yang telah di undang para warga tiba tiba eliza dan semua temannya datang menghentikan afnan.


"Tunggu..! Afnan tidak boleh menikahi wanita ini..!" ucap eliza.


"Boleh saja karena mas afnan telah menodaiku..!" ucap klara yang merasa terancam dengan kedatangan eliza.


"Apa buktinya kalau afnan menyentuhmu..?" tanya eliza.


"Sudah jelas kan, lihat seluruh bajuku telah robek karena mas afnan mencoba untuk menodaiku...!" ucap klara.


"Baju..? Coba kalian lihat robekan baju wanita ini. Logikannya, kalau memang afnan memaksanya dan dia menolak, afnan pasti menarik baju ini hingga robek. Dan robekan baju itu pasti akan berantakan karena serat baju yang putus. Tapi coba kalian semua perhatikan, robekan baju ini sangatlah rapi.!" ucap eliza yang kemudian meminta gunting pada nadira.


"Hay, apa yang mau kamu lakukan...?" tanya klara yang berusaha menghindar dari gunting eliza.


"Kalian lihat..? Jika afnan menggunakan gunting dalam keadaan klara memberontak, bisa saja gunting ini akan melukai tubuh klara. Tapi lihat tubuh klara baik baik saja dan bajunya juga masih terlihat rapi tanpa adanya kerut yang menandakan afnan memaksa merobek bajunya..!" jelas eliza membuat warga mulai curiga pada klara.

__ADS_1


"Itu karena aku mencoba untuk menghindar..!" ucap klara yang mulai ketakutan.


"Oh dan juga, pintu ruangan afnan tadi rusak. Jika lo yang dipaksa afnan, apakah lo sekuat itu untuk mendobrak pintu itu hingga rusak. Tapi beda ceritanya jika afnan mencoba menghindar darimu dan akhirnya ia terpaksa mendobrak pintu yang lo sengaja kunci dengan bantuan dua pria ini..!" ucap eliza sambil menunjuk dua pria itu yang hendak kabur namun berhasil ditangkap warga.


"Jika itu semua masih kurang, kita punya bukti yang lebih bagus lagi..!" ucap tasya sambil memperlihatkan hasil rekamannya bersama radit kepada semua orang.


Klara yang sudah merasa terpojok, melihat situasi dimana semua orang masih melihat video dari tasya. Klarapun perlahan mengendap endap dan kabur.


Eliza yang kembali menatap klara terkejut karena klara sudah tidak ada disana.


"Klara kabur..!" ucap eliza.


"Kita yang akan mengejarnya..!" ucap tasya yang hendak pergi bersama yang lain.


"Tidak perlu, gue yakin dengan kejadian ini. Dia nggak akan berani menunjukkan wajahnya lagi pada kita..!" ucap eliza.


"Emh..gus. Maafkan kami semua ya, kami tidak tahu. Dan kami malah termakan tipuan wanita jahat itu..!" ucap warga.


"Iya tidak papa. Yang penting, sekarang semuanya sudah tahu jika aku tidak melakukan hal buruk itu..!" ucap afnan.


"Pak kyai, bu kyai. Kami permisi pergi dulu. Kami juga akan membawa dua orang ini untuk dihukum.!" ucap mereka lagi.


"Iya, saya juga ingin meminta maaf karena masalah ini. Kalian semua jadi panik.!" ucap abi.


"Iya pak kyai. Kalau begitu kami pergi dulu. Assalamu'allaikum."


"Wa'alaikum salam.!" jawab mereka semua.


Afnan yang hendak berbica dengan eliza merasa bingung dengan eliza yang sudah tidak ada disana. Afnan pun mencoba mencari eliza di atap, karena biasanya eliza akan berada disana saat ingin menenangkan diri.


"Eliza..!" panggil afnan.


"Hmm..!"


"Terima kasih karena kamu percaya padaku. Maaf karena aku sekali lagi membuatmu menangis..!" ucap afnan merasa begitu menyesal.


"Tidak, gue cuma takut kalau lo akan benar benar menikahi wanita jahat itu." ucap eliza lirih dengan mata yang mulai berair.


Afnan berjalan mendekat ke eliza dan memeluknya erat. Ia ingin memeluk eliza selama yang ia bisa, ia tidak pernah bisa membayangkan jika ia menyakiti hati eliza.

__ADS_1


__ADS_2