
Eliza dengan kecepatan di atas rata rata nya meninggalkan claudia jauh di belakangnya. Hingga di garis finish teman teman eliza berteriak gembira menyambut kedatangan eliza dengan kemenangannya.
"Waow.. Selamat el. Lo emang the best." ucap cika.
"Nggak usah bangga dulu lo. Kali ini lo beruntung dan lain kali gue pasti kalahin lo." ucap claudia yang tidak terima di kalahkan eliza.
"Kalau kalah akuin aja kali lo emang nggak ada apa apanya di banding gue." ucap eliza membanggakan diri.
"Loo.. Tunggu aja gue akan membuat perhitungan buat kalian semua dan gue pastiin kalian akan berlutut meminta ampun." ancam claudia.
"Hhhhh... Lo pikir gue takut sama ancaman lo yang nggak seberapa itu.? Gue eliza azkar nugraha tidak akan pernah takut apapun apalagi ancaman lo itu hhhh..." ucap eliza yang membuat claudia semakin marah mendengarnya.
"Ayo Girls kita cabut." ucap claudia menyeru teman temannya untuk ikut pergi denganya.
"Yaahh.. Bisanya cuma kabur huuuu..." ejek tasya dengan suara kerasnya agar dapat di dengar oleh claudia dan juga teman temannya.
Sedangkan claudia yang mendengar ejekan tasya semakin geram. "Trus lo bakal balas mereka apa clau..?" tanya salah satu temannya.
"Hmmm.. Diva cari tahu semua tentang cewek itu sekarang juga." perintah claudia dengan senyum misteriusnya.
"Eh.. Nih gue dapet. Eliza azkar nugraha, kedua orang tuanya meninggal saat usianya 4 tahun. Dia hidup dengan satu pembantunya dan paman bibinya yang berada di london. Pacar leon cahya winato. Baru saja menikah dengan seorang pria dari sebuah pondok pesantren namun dia masih berpacara dengan leon sampai sekaran. Selesai. " terang diva dengan cepat.
" Cepet amat lo dapat infonya." ucap widia.
"Hhhh... Sebenarnya gue tadi penasaran sama tu cewek jadi gue diam diam cari informasi tentangnya eh ternyata guna juga gue carinya. Hhh.." ucap diva jujur.
"Leon cahya winato.. Bukankah dia pria yang memenangkan balapan liar kemarin itu..?" tanya claudia.
"Iya clau." jawab diva.
"Beruntung banget nih cewek. Bisa dapetin leon yang begitu tampan." saut mita.
Sedangkan claudia yang mendengar hal itu tersenyum licik. Entah apa yang sedang ia rencanakan dalam pikirannya.
Di lain tempat.
Afnan dengan terburu buru membereskan barangnya. "Eh kamu mau kemana gus..? Kok buru buru.?. " tanya rizki.
"Saya harus segera pulang. Ada hal yang harus segera saya selesaikan. Maaf saya tidak bisa pulang bersama dengan kalian." ujar afnan.
"Tidak papa gus. Kami mengerti, pasti hal itu sangatlah penting hingga gus afnan bisa di buat terburu buru seperti ini." ucap rizki kembali.
"Iya. Kalau begitu saya pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum." pamit afnan.
"Wa'alaikum salam. Hati hati gus." jawab rizki.
__ADS_1
Afnan pun mengendarai sepeda motornya dengan kencang agar dapat sampai di rumahnya dan melihat apakah eliza benar benar pergi atau tidak.
Di lain tempat.
Eliza sedang merayakan kemenangannya dengan teman-temannya di sebuah cafe.
"Jadi apa kabar dengan suami lo itu el." tanya karlin.
"Baik." jawab eliza malas.
"Apa lo udah jatuh cinta sama suami lo itu el." tanya tasya penasaran.
" ya nggak lah. Hati gue tuh cuma setia pada leon tampanku aja. " jawab eliza cepat.
" Masak lo nggak jatuh cinta sih el. Gue aja yang baru bertemu sekali aja langsung klepek klepek el." ucap cika.
"Gue sama lo itu beda banget. Lo emang nggak bisa bedain mana cowok ganteng sama mana yang cowok jelek." ucap eliza.
"Ye.. Gue tau kalik. Bahkan mata gue ini baik banget nggak kayak lo el. Cowok begitu tampannya di bilang jelek. Andai aja waktu itu yang di tabraknya gue pasti dia nikahnya sama gue." ucap cika yang mulai berkhayal.
"Gue punya sahabat gini amat sih." gumam eliza merasa kasihan pada dirinya sendiri.
Beberapa jam kemudian eliza dan juga teman temannya berjalan ke mobil mereka bersiap untuk pulang.
"Mobil lo mana tasy.? Tumben lo nebeng ke cika." tanya eliza saat melihat tasya yang hendak masuk ke dalam mobil cika.
"Kok nggak sekalian lo sih." ucap eliza dengan ekspresinya yang seakan kecewa.
"Jangan dong. Kasihan dokternya nanti pada pingsan duluan lihat kecantikan gue." ucap tasya narsis.
"Iya dokternya pingsan waktu lihat muka lo seakan lihat susana yang bangkit dari kuburnya. Hhhh..." enek cika.
"S****n lo. Cantik cantik gini di samain sama susana. " ucap tasya tidak terima.
" Hhhh ya udah gue duluan. By...." pamit eliza yang lalu melajukan mobilnya dengan santai karena berfikir afnan tidak akan tahu bahwa dia keluar rumah dan juga pulang larut malam karena afnan baru akan pulang besok pagi.
Sesampainya di rumah eliza dengan santainya memasuki rumah.
"Eh kok gelap sih. Perasaan tadi sebelum pergi gue nyalain deh lampunya." ucap eliza bingung. Ia pun meraba raba dinding untuk mencari sakelar lampu.
Namun tiba tiba. Semua lampu di ruangan itu menyala sebelum eliza menghidupkannya. Eliza merasa kaget dan takut kalau kalau ada hantu di rumahnya itu.
"Waow baru saja aku tinggal beberapa jam sendiri di rumah kamu udah berani pergi tanpa seijinku dan juga memakai pakaian gilamu ini..?" ucap afnan yang tiba-tiba membuat eliza langsung berbalik ke arah suara itu berasal.
"Apa aku harus mengikatmu agar kamu tidak membuat masalah lagi untuk ku..? " tanya afnan geram.
__ADS_1
" Memangnya lo siapa..? Dan kenapa gue harus turutin perintah lo. " sangkal eliza.
Afnan yang merasa benar benar geram dengan tingkah eliza pun merebut paksa kunci mobil dari tangan eliza.
" Eh.. Mau ngapain lo. Balikin kunci mobil gue. Balikiiin. Mana balikin. " teriak eliza berusaha keras merebut kembali kunci mobilnya.
" Sekarang ikut aku. " ucap afnan yang lalu menarik paksa tangan eliza.
" Ihh.. Apaan sih. Lepasin gue. Lepass.. Kalau nggak gue laporin lo ke paman gue. Lepasiiin.. " teriak eliza yang di tarik afnan ke dalam kamar eliza.
Setelah sampai di dalamnya afnan langsung melempar eliza di tempat tidur dan berlalu keluar mengunci eliza dari luar kamar.
"Kalau kamu macem macem lagi aku akan memberi hukuman yang jauh lebih berat dari ini. Sekarang kamu diam di dalam dan renungkan kesalahanmu itu. " ucap afnan yang lalu pergi meninggalkan eliza termunci di dalam kamar.
"Afnaaan...awas lo. Gue nggak takut sama hukuman ataupun ancaman lo. Afnaan.. Lepasin gue.. " teriak eliza yang tidak di dengarkan afnan.
"Dosa apa aku hingga memiliki istri seperti harimau liar ini. " ucap afnan dengan menggelengkan kepalanya.
.
.
.
.
.
.
.
. Hay..
. Jangan lupa like dan juga comennya ya.
.
. Dan satu lahi jangan lupa buat dukung author denga cara
. VOTE sebanyak banyaknya ya.
.
.
__ADS_1
. Ok sampai jumpa lagi
. Salam CHERRY