
Eliza dan afnan yang baru saja pulang dari pesantren mendapati sebuah mobil yang tak asing untuk mereka sedang terparkir didepan rumah mereka.
"Kalian..?" ucap eliza pada ketiga temannya yang sedang duduk di depan rumahnya.
"Akhirnya lo pulang juga el, kita udah lama banget tungguin lo..!" ucap cika.
"Emang kalian mau ngapain..?" tanya eliza.
"Mau main..? Kenapa..? Nggak boleh ya..?" tanya karlin sambil menatap kearah afnan.
"Hah..masuklah..!" ucap afnan.
"Waah..! Senengnya, kita kangen banget sama lo el..!" peluk mereka bertiga pada eliza.
"Iya iya..! Udah ayok kita masuk..!" ajak eliza, sedangkan afnan lebih dulu memasukkan motornya.
Dari kejauhan klara melihat kearah rumah eliza, ia merasa terganggu dengan adanya mobil didepan rumah eliza yang menghalangi pandangannya.
"Hah sial, gara gara mobil itu gue nggak bisa lihat eliza. Apa eliza udah keguguran apa belum ya..?" tanya klara yang masih penasaran dengan eliza.
Sedangkan eliza begitu seru mengobrol dengan teman temannya. Dan afnan lebih memilih masuk kedalam kamar dan membaca buku karena tidak ingin mengganggu obrolan para wanita.
"El, lo nggak punya cemilan gitu..? Kan nggak seru kalo ngobrol tanpa cemilan.!" tanya cika.
"Lo ini cik, makanan mulu dari tadi..!" tegur tasya.
"Oh ya gue inget, gue punya kue. Gue ambilin dulu ya..!" ucap eliza yang segera mengambil kue pemberian klara tadi pagi kepada teman temannya.
"Wah kayaknya enak nih..!" ucap cika yang langsung mencobanya.
"Gue ambil minumnya dulu..!" ucao eliza.
"Gue bantu ya..!" ucap tasya.
"Nggak usah, gue ambil sebentar di dapur. Lo makan aja dulu sama yang lain.!" ucap eliza yang segera pergi mengambilkan minum untuk teman temannya.
Tak lama kemudian eliza kembali dengan membawa minuman dinampan untuk mereka semua.
"Ha..? Malian udah abisin aja kue nya." ucap eliza yang terkejut melihat piring itu sudah kosong.
__ADS_1
"Hhh..sory el, soalnya kuenya enak banget. Makannya kita habisin.hhh!" ucap klara membuat eliza menggelengkan kepalanya.
"Auh..kenapa ya..?" ucap tasya yang memegang perutnya kesakitan. Dan kedua temannya pun juga ikut kesakitan.
"Kalian kenapa..?" tanya eliza yang terkejut melihat ketiga temannya yang kesakitan.
"Nggak tau el, tiba tiba perut kita sakit.. Aaauhh..!" teriak mereka.
Afnan yang mendengar keributan diluar, segera menghampiti eliza. Dan melihat apa yang terjadi.
"Ada apa..? Kenapa kalian..?" tanya afnan yang bingung melihat teman teman eliza tersungkur dengan memegang perut mereka.
"Nggak tau, tadi gue ambil minum. Dan mereka tiba tiba sakit perut..!" ucap eliza.
"Ya udah, kita kerumah sakit sekarang..!" ucap afnan yang segera membantu teman teman eliza masuk kedalam mobil cika.
Mereka pun segera pergi menuju kerumah sakit, sedangkan klara yang melihat kehebohan dirumah eliza. Mengira jika eliza yang sedang kesakitan.
"Hhhh..akhirnya, yang gue tunggu tunggu terjadi juga. Gue jadi penasaran, gimana reaksi afnan saat tahu dia kehilangan anaknya karena kecerobohan eliza ya..? Hhhh" tawa klara menggema dirumahnya.
Dilain tempat.
Nadira dan rizky pergi kerumah sakit untuk memeriksakan keadaan nadira yang tak henti hentinya muntah, membuat rizky merasa khawatir.
"Istri bapak baik baik saja. Ini normal disaat kehamilan muda..!" ucap dokter itu membuat rizky sekaligus nadira terkejut.
"Maksud dokter..? Saya sedang hamil..?" tanya nadira tak percaya.
"Iya, anda sedang hamil. Dan kini sudah memasuki minggu ketiga.! Saya sudah resepkan vitamin, kalian bisa menebusnya diapotik ya..! " jelas dokter itu.
"Terima kasih dok..! Kalau begitu kami permisi dulu dok..!" ucap rizky dan nadira.
Saat perjalanan keluar rumah sakit, tiba tiba mereka melihat eliza dan afnan yang duduk didepan ruangan di rumah sakit itu. Mereka pun bergegas menemui mereka.
"Siapa yang sakit gus..?" tanya rizky pada afnan.
"Teman teman eliza, entah kenapa mereka tiba tiba sakit perut dan muntah muntah. Makannya kita langsung bawa kesini..!" jelas afnan, sedangkan eliza menangis karena khawatir dengan keadaan teman temannya.
"El, kamu tenang dulu ya, aku yakin teman teman kamu akan baik baik saja..!" ucap nadira mencoba menenangkan eliza.
__ADS_1
Tak lama kemudian dokter yang menangani ketiga teman eliza pun keluar, eliza segera menanyakan keadaan temannya.
"Bagaimana keadaan teman teman saya dok..?" tanya eliza.
"Sekarang keadaan mereka sudah mulai membaik, untung tadi mereka sempat muntah dan juga kalian cepat membawa mereka kemari.!" ucap dokter itu membuat eliza dan yang lainnya bingung.
"Memangnya mereka kenapa dok..?" tanya afnan.
"Mereka keracunan, oh ya apa diantara kalian tahu apa yang baru saja mereka lakukan ataupun makan sebelum mereka kesakitan..?" tanya dokter itu.
"Mereka makan kue dok. Tapi kue itu sudah habis..!" jelas eliza.
"Apa masih ada sisa sisa makanan itu meskipun sedikit..?" tanyanya lagi.
"Mungkin masih ada..!" ucap afnan.
Setelah dokter itu pergi, afnan bergegas pulang untuk mengambil sempel kue yang telah dimakan teman teman eliza. Sedangkan nadira dan rizky berpamiyan pulang karena sudah malam.
Eliza kini menemani temannya yang masih terbaring lemas diruang perawatan. Eliza masih menangis karena merasa bersalah pada ketiga temanya itu.
"Lo kenapa el..? Jangan nangis gitu, kita tuh cuma sakit sedikit aja. Kita nggak mati kok. Jadi nggak usah li tangisin gitu.!" ucap cika, membuat eliza segera mencubitnya.
"Ngomong apaan sih lo. Gue nangis karena gue merasa bersalah sama kalian. Gara gra kue yang gue hidangin ke kalian malah bikin kalian masuk rumah sakit kayak gini..!" ucap eliza.
"Lo juga kan nggak tahu el, lagian nggak mungkin kan kalau lo mau ngeracunin sahabat lo sendiri..!" ucap tasya.
"Ya nggaklah. Emang gue udah gila apa..?" ucap eliza.
"Emang lo beli kue itu dimana sich el..? Emang lo nggak baca tanggalnya apa..?" tanya karlin.
"Gue nggak beli, gue dikasih sama orang depan rumah gue..! Emh tunggu dulu, gue inget sesuatu. Tadi pagi waktu dia ngasih kue itu ke gue, dia sempet bilang buat gue jangan lupa buat memakannya..! Apa jangan jangan dia emang sengaja buat racunin gue..?" ucap eliza yang mulai mengingat ingat setiap kata yang disampaikan klara padanya tadi pagi.
"Emang kenapa sama yuh orang..? Kok mau ngeracunin lo el..?" tanya tasya.
"Dia selalu mendekati afnan, sejak ia tinggal di depan rumah gue. Gue selalu aja bermasalah dengan afnan bahkan kemarin gue sampai bertengkar hebat dengan afnan gara gara dia..!" jelas eliza.
"Jahat banget tuh cewek..! Awas aja kalau dia sampai berani sakitin hati sahabat gue. Gue pites tuh orang..!" ucap cika yang begitu geram dengan klara.
"Kalian tenang aja, kalau benar dia yang berniat untuk meracuni gue. Gue akan buat perhitungan buat dia sampai dia benar benar menyesal." ucap eliza.
__ADS_1
"Lo tenang aja el, kita siap buat bantu lo singkirin tuk orang..!" ucao karlin.
Eliza mulai menyusun rencana bersama teman temannya agar membuat klara jera.