
Eliza menatap tajam ke arah pria yang memegang tangannya itu.
"Leon,.. ?"
"Hai el, gue denger suami lo udah keluar dari rumah sakit. " sapa leon.
Eliza tidak menjawab celetukan leon, ia hanya menghempaskan tangan leon hingga pegangan ditangannya terlepas.
"Seharunya dia bukannya masuk kerumah sakit, tapi kekuburan. " ucap tajam leon.
"Apa maksud lo, sebenarnya apa sich yang lo mau kenapa lo selalu ganggu hidup gue..?" ucap eliza marah.
"Mau gue... ? Lo... !!"
"Heh... gue kan udah bilang hubungan kita udah selesai, jadi lo nggak usah berharap gue bakalan balik lagi sama lo. "
Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka tajam.
"Neng eliza... !!"
Eliza seketika terkejut mendengar suara dari belakangnya.
"Rizky.. lo... dari tadi disini... ?" tanya eliza.
Bukannya menjawab, rizky malah menatap tajam kearah leon dengan tangan yang mengepal. Eliza yang paham dengan situasi didekatnya langsung mencoba menenangkan rizky.
"Rizky... lo.. lo tenang dulu, ini tempat umum lo nggak bisa membuat keributan disini, oh.. tunggu gue bayar dulu telah itu kita pergi. Ingat jangan gegabah. " ucap eliza yang segera pergi menuju ke kasir.
"Jadi anda mantan kekasih neng eliza. " tanya rizky.
"Hmm.. kenapa..? lo mau membalaskan kekalahan temen lo itu...?" ucap leon memandang remeh rizky.
" Bukan, Saya cuma ingin peringatkan anda agar tidak mendekati neng eliza karena ia sudah memiliki suami. !!"
"Heh... bahkan suami dan keluarga eliza tidak membuat gue takut apa lagi ancaman lo itu.. "
Rizky menatap tajam leon, ia benar - benar ingin menghajar orang yang ada dihadapannya itu.
"Rizky, ayo kita pergi.. " ucap eliza menyadarkan rizky dari amarahnya.
"Baiklah.. "
Saat hendak pergi leon menahan tangan eliza kembali.
__ADS_1
"Ingat el, gue akan bikin lo jadi milik gue selamanya. " ucapnya dan seketika eliza menghempaskan tangannya.
"Ayo pergi.. !!" ucap eliza tanpa memperdulikan perkataan leon.
Sesampainya di tempat parkir, umi langsung bertanya pada eliza.
"Kenapa lama sekali, apa ada masalah nak... ?" tanyanya.
"Eemm.. itu mi, ta.. tadi lagi banyak yang antri jadi lumayan lama deh.. " jawab eliza sembari menatap tajam rizky seolah mengancam agar tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada mereka.
Sedangkan rizky menatap kearah lain seakan tidak mengetahui apa-apa. Afnan menatap curiga kearah rizky dan juga eliza ia tahu ada yang disembunyikan keduannya darinya.
"Ooo begitu, ya sudah kita segera pulang sebelum semakin siang. " ajak umi.
Merekapun segera pergi dari resto tersebut. Eliza yang kelelahan dan mengantuk tidak sadar ia tertidur dengan bersandar dibahu afnan.
"Nak rizky, tolong pelankan bawa mobilnya ya, nak eliza sedang tidur, dia pasti kelelahan semalaman begadang menjaga afnan. " ucap umi menatap kasihan kearah menantu kesayangannya itu.
"Baik bu yai.. " jawab rizky.
"Umi, abi.. Maaf sebelumnya, tapi lebih baik afnan kembali kerumah afnan bukan kepesantren. " ucap afnan mengejutkan umat dan abinya.
"Lo kanapa nak, bukankah akan lebih baik jika kamu dan eliza di pesantren untuk beberapa hari sampai kamu sembuh nak... ?" ucap umi.
"Iya mi bi, afnan tidak akan membuat eliza mengerjakan pekerjaan rumah kok, afnan cuma ingin eliza yang rawat afnan dan hal ini juga bisa membuat hubungan afnan dan eliza semakin dekat. "
"Ooo kalau itu yang kamu inginnkan, umi sama abi ijinkan. " ucap abi.
"Terima kasih ya bi, mi.. " ucap afnan tersenyum penuh makna.
Lihat saja, aku akan mengajarimu bagaimana menjadi istri yang baik. ucap afnan dalam hati.
Beberapa waktu kemudian, mereka sampai didepan rumah afnan. Rizky memasukkan baju afnan kedalam rumah sedangkan afnan mencoba membangunkan eliza.
"Hai bangunlah kita sudah sampai. ayo bangun.. " ucapnya sambil menepuk perlahan pundak eliza.
"Emhhh... Sebentar lagi paman.. eliza masih ngantuk. " ucap eliza ngelantur.
"Bangun sayang... kamu sedang bersama suamimu bukan PAMANMU.. " bisik afnan sambil mengeraskan kata paman pada eliza yang seketika membuat eliza terbangun.
"Looo.. " ucap eliza.
"Iya ini aku SUAMIMU bukan pamanmu, ayo bangun kita sudah sampai. Auh.. pundakku terasa patah karenamu. "
__ADS_1
"Apaaa.. gue nggak segendut itu ya, cuma buat sandaran aja udah lebay banget, dasar cowok nyebelin. " ucap eliza yang langsung pergi meninggalkan afnan.
Umi menatap heran kearah eliza yang masuk kedalam rumah seorang diri tanpa afnan.
"Lo.. Afnan nya mana nak kok kamu masuk sendiri.. ?" tanya umi.
"Oh.. e.. itu umi, eliza udah kebelet mau ke kamar mandi, tadi eliza ajak masuk afnan nya nggak mauk katanya kasian kalo eliza harus jalan pelan pelan sambil megangin afnan sedangkan eliza udah kebelet. " celetuk eliza asal yang untungnya mertuanya itu dengan mudah mempercayainya.
"Ooo gitu, ya udah biar umi yang bantu afan, kamu kekamar mandi aja dulu, katanya tadi udah kebelet ".
"ooohh iya umi. " ucap eliza segera berlari ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat eliza keluar dan mendapati afnan yang duduk didepan abi dan umi yang duduk disebelahnya.
"Kebetulan nak eliza udah keluar, jadi umi sama abi akan pulang sekarang, karena masih banyak pekerjaan dipesantren yang haru dikerjakan." pamit abi.
"Kok umi sama abi buru - buru pulang sich... emangnya kalian nggak akan menginap disini, trus yang ngerawat afnan siapa dong.. ?" tanya eliza panik.
Serentak umi, abi dan rizky mengernyitkan jidat mereka menatap heran kearah eliza.
"Ee.. nak, maaf ya umi harus pulang tapi umi setiap hari kesini kok buat anterin makanan, kamu nggak papa kan rawat afnan sendirian... ?" tanya umi khawatir.
Belum sempat menjawab, afnan lebih dulu menjawab pertanyaan uminya.
"Umi ini. umi nggak usah repot-repot bawa makanan kesini, kalau umi mau kesini, umi langsung kesini aja, lagi pula eliza inikan istri afnan, sudah tugasnya buat merawat afnan jadi umi nggak usah khawatir dan juga afnan suka kalau makan makanan yang dimasak istri afnan. Maaf ya mi bukannya afnan nolak ataupun nggak suka masakan umi tapi... " ucap afnan panjang lebar.
" Nggak papa nak, lagipula tidak ada yang salah dari perkataanmu, wajar apabila suami lebih menyukai masakan istrinya karena itu adalah makanan yang paling istimewa bahkan abi juga sama. " ucap abi memotong perkataan anaknya.
"Ya sudah, umi akan kesini bawain buah aja nggak usah makanan.. bolehkan... ?" tanya umi sambil menatap kearah abi.
Sontak semua orang tertawa, kecuali eliza yang ketar ketir dengan nasipnya sebentar lagi.
"Ya sudah, kita pulang dulu, kalian hati-hati dirumah. Dan kalau ada masalah atau apa langsung hubungin umi ya. " ucap umi.
"Ya umi," jawab afnan dan eliza bersamaan.
"Afnan baik - baiklah pada istrimu jangan terlalu menyusahkannya. " peringat umi.
" Iya umi, umi tenang aja menantu umi ini akan afnan buat sebahagia mungkin. " ucap afnan dengan senyuman tampannya itu.
"Ya sudah, kita pulang dulu, Assalamualaikum. "
"Wa'allaikum salam. "
__ADS_1