Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 84


__ADS_3

Afnan tak hentinya memanjatkan doa untuk eliza di sebuah masjid yang ada di rumah sakit itu. Tak pernah sebelumnya ia merasakan rasa sakit yang teramat dalam seperti ini.


Karena kelalaiannya menjaga eliza, kini istri dan anaknya berada dalam situasi yang berbahaya.


"Ya allah, maafkan hamba yang begitu pasrah akan cobaanmu. Tapi hamba benar benar memohon padamu ya Allah, hamba mohon selamatkan istri dan juga anak hamba. Sungguh hanya kepadamu hamba meminta pertolongan..! " doa afnan dengan air mata yang tak dapat ia hentikan lagi.


Ia tidak perduli jika orang akan melihatnya yang begitu rapuh, yang terpenting baginya sekarang adalah keselamatan istri dan anaknya.


Beberapa saat setelahnya, afnan segera kembali ke depan ruangan dimana istrinya sedang menjalani operasi. Disana sudah ada umi, abi, paman, bibi, nadira dan juga ketiga teman eliza yang begitu khawatir akan keselamatan eliza dan anaknya.


Satu jam kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan operasi, membuat semua orang langsung menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaan istri saya dok..? " tanya afnan cepat.


"Iya dok, bagaimana keadaan putri kami..? " tanya bibi eliza.


"Iya dok, menantu saya baik baik saja kan..? " sambung umi.


Semua orang begitu khawatir hingga membuat dokter itu terdiam sejenak membuat mereka semakin takut dak khawatir.


"Mohon tenang dulu ya..! Bayi nyonya eliza terlahir dengan selamat dan lengkap tanpa kekurangan apapun dan sekarang ada diruangan inkubator..! " jelas dokter yang malah menjelaskan bayi eliza bukannya keadaan eliza.


"Maaf dok, tapi saya tanya soal istri saya..! " ucap afnan yang dibuat semakin ketakutan.


"Emh.. kalau keadaan nyonya eliza saat ini sedang koma, ia mengalami pendarahan yang cukup hebat karena efek sebuah obat yang dikonsumsi oleh nyonya eliza." jelas dokter itu.


Membuat afnan terdiam, ia merasa seakan batu besar menghantam dunianya yang membuatnya runtuh seketika itu juga.


"Apa saya bisa menemui istri saya..? " tanya afnan yang terlihat jelas di raut wajahnya jika ia benar benar hancur setelah dengar keadaan eliza.


Setelah mendapatkan ijin dari dokter afnan masuk keruangan dimana eliza berada dengan semua alat yang terpasang di tubuh eliza.


Afnan tak perduli lagi seberapa banyak ia telah menangis seperti seorang wanita. Setelah melihat keadaan istrinya yang begitu mengenaskan ia meneteskan air mata lagi dan lagi.


"Assalamu'alaikum eliza. Sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu, karena kamu berhasil melahirkan anak kita dengan selamat. Apa kamu tidak mau melihat anak kamu..? Cepatlah sadar..! Apa kamu tidak mau memarahiku karena lalai menjagamu dan anak kita..? Hiks.. sadarlah..! Setelah kau sadar. Kamu bebas memarahiku sepuasmu..! "

__ADS_1


Afnan mengecup lembut kening eliza, ia berharap agar eliza segera sadar.


"Cepatlah sadar..! Aku benar benar merindukanmu...!" Setelah semua hal yang dikatakan afnan, tak membuat perubahan dalam kondisi eliza saat ini.


Dilain sisi.


Leon menatap tak percaya saat orang yang tak lagi asing untuknya, masuk kedalam jeruji besi bersamanya. Ya itu adalah david, yang tak lain tak bukan mantan kakak iparnya sekaligus temannya.


"Kenapa lo bisa ada disini..? " tanya Leon.


Namun david hanya terdiam tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan Leon.


"Woi..! gue nanya sama lo..! Lo tuli ya..? " ucap Leon kesal.


"Hmm... Gue culik orang..! " ucap david singkat.


"Siapa..? Tasya..? Lagian ngapain lo pakai acara culik culik tasya..? Kalau lo suka langsung nikahin aja..! " ucap Leon yang mengira jika tasya lah orang yang di culik david.


"Nggak usah sok nasehatin gue deh lo..! Jangan lupa, setelah apa yang lo lakuin ke claudia. Kita bukan teman lagi..! " ucap david dingin.


"Siapa juga yang mau jadi temen lo lagi. Heh.. Gue juga ogah punya temen yang bisanya diperalat sama adiknya..! " ejek leon.


"Kenapa..? Memang benarkan..? "


"Sialan..! " umpat david yang dengan cepat menghajar Leon.


Tak ingin kalah, Leon pun membalas setiap pukulan david.


"Hhhh... Leon.. Leon. Asal lo tau, gue bisa ada disini bukan karena menculik tasya. Melainkan menculik wanita yang lo sayang sekaligus wanita yang menjadi penyebab adik gue menderita.. ! " ucap david untuk memancing amarah Leon.


"Apa maksud lo..? "


"Hah.. lo lupa, atau pura pura bodoh..? Eliza adalah penyebab lo bersikap kasar sama claudia kan..? Ya gue menculiknya. Dan bahkan gue juga sudah menikmati tubuhnya..! "


Mendengar perkataan david, darah Leon seketika mendidih dan ia langsung menghajar david habis habisan.

__ADS_1


"Brengsek..! Sebenarnya mau lo apa..? Kalau lo dendam sama gue, seharusnya lo balas gue bukan eliza, brengsek...!! " Amarah Leon benar benar memuncak.


Ia menghajar david dengan membabi buta hingga membuat david babak belur.


"Ya, lo benar..! karena itu, sekarang lo bisa ada di sini..! Hhh... Leon, seorang ketua geng motor yang selalu buat onar. Ditangkap polisi karena menabrak seorang anak hingga tewas. " ucap david sambil berdiri setelah tendangan keras Leon yang membuatnya terjatuh dan membentur dinding.


"Lo tau.? Itu semua karena rencana gue. Gue yang udah potong kabel rem motor lo sampai lo kecelakaan dan menabrak anak itu. Sayang sekali, keluarga anak itu luluh akan nasehat dari suami eliza itu. Kalau bukan karena suami eliza, gue yakin kalau lo akan membusuk dipenjara ini untuk seumur hidup lo... hhhhhh...! "


"Brengsek..!!" teriak leon yang kembali melayangkan pukulan keras pada david.


Begitu keras suara pertarungan mereka, hingga membuat dua polisi mendatangi mereka.


"Hei.. berhenti..! Siapa yang suruh kalian bertengkar ha..? Hai kamu, ikut kami..! ada yang mau bertemu..! " ucap polisi itu kepada david.


Dan david pun ditarik keluar sel dengan keadaan babak belur dan penuh luka diwajah dan juga tubuhnya.


Dilain tempat.


Setelah mengadzani anaknya diruangan inkubator, afnan kembali ke ruangan eliza berada.


Ia mulai melantunkan ayat ayat alquran untuk kesembuhan eliza. Sedangkan para orang tua saling bergantian melihat kondisi eliza.


Saat ini, tinggallah afnan dan eliza berdua. Afnan membacakan Al Quran untuk eliza dengan mata yang kembali mengeluarkan air.


Seusai membaca, afnan memegang tangan eliza dengan perlahan. Seolah ia bisa saja menyakiti tubuh eliza jika ia memegang tangan eliza dengan kuat.


"Aku merindukanmu eliza..!! " gumam afnan.


Beberapa saat kemudian mata eliza perlahan membuka, memperlihatkan sepasang mata teduh.


"Af.. afnan..! " panggil eliza lirih.


"El.. eliza.? Kamu sudah sadar..? Aku sangat merindukanmu..! " ucap afnan yang seketika itu langsung memeluk eliza.


Tak ingin rasanya ia melepaskan pelukan itu. Ia benar benar bersyukur atas kesadaran eliza dari komanya.

__ADS_1


"Ah.. tunggu sebentar, aku akan panggilkan dokter. Kamu jangan banyak gerak dulu ya..! " ucap afnan yang begitu bahagia.


Afnan segera keluar untuk memanggil dokter untuk memeriksa keadaan eliza. Namun sebelum itu, ia mengecup kening eliza. Yang hal itu malah membuat eliza terdiam dalam pikirannya sendiri.


__ADS_2