Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 51


__ADS_3

Nadira saat ini sedang menyiapkan makan siang untuk suaminya, ia merasa sedikit aneh dengan suasa yang baru untuknya itu.


Nadira yang begitu fokus masak, tidak menyadari jika rizky sedari tadi memperhatikannya. Rizky kemudian berjalan mendekati nadira.


"Ada yang bisa kubantu..?" tanya rizky.


Mendengar seseorang dari belakangnya, nadira terkejut sehingga ia tidak sengaja mengenakan jarinya pada pisau. Rizky yang melihat jari nadira berdarah segera mengambil plester yang ada di kotak p3k.


"Maaf maaf, mas nggak berniat buat kagetin kamu..!" ucap rizky yang segera membalut luka nadira dengan plester setelah membersihkannya.


"Tidak papa mas, ini cuma luka kecil.!" ucap nadira.


"Ya sudah, sebagai ucapan maaf mas. Sekarang kamu duduk aja disini. Biar mas yang masakin kamu..!" ucap rizky sambil mendudukkan nadira dikursi.


"Emang mas bisa masak..?" tanya nadira tidak yakin.


"Bisa dong. Mas ini jago kalau urusan masak. Kamu mau makanan apa..? Mas bisa masak semua..!" ucap rizky menyombongkan diri.


"Hhh..baiklah, emh saya mau mas masak sayur asam sama ikan bakar..!" ucap nadira.


"Itu aja..?" tanya rizky memastikan, dan dijawab anggukan oleh nadira.


"Ok, kamu lihat ya..!" ucap rizky yang segera meraih celemek dan memakainya, kemudian mencuci tangan.


Selesai memastikan dirinya bersih, rizky segera meraih bumbu bumbu dan bahan masakan itu dan memasaknya dengan begitu cepat.


Nadira yang melihat hal itu merasa terkejut serta takjub karena suaminya bukan hanya pintar mengaji. Tapi juga begitu mahir dalam urusan dapur.


Dilain tempat.


Eliza menyiapkan segala bahan masakan yang akan ia masak. Setelah mendengarkan perkataan dari wanita ditaman tadi, eliza bergegas pulang dan segera membersihkan rumah dan kini bersiap untuk masak. Ia ingin segera berdamai dengan afnan.


FLASHBACK ON.


"Jadi kenapa kamu sediri kesini dan nggak sama suami kamu..?" tanya wanita itu.

__ADS_1


"Dia pergi dari tadi pagi, karena marah sama gue. Ya emang gue yang salah sich, tapi gue udah minta maaf dan bahkan dia selama aku hamil juga menyebalkan.!" ucap eliza yang kembali kesal saat mengungat afnan.


"Kenapa..?"


"Kemarin gue ikut balapan mobil, dan tanpa gue ketahui, mobil yang gue gunain buat balapan disabotase lawan gue. Sehingga gue mengalami kecelakaan, tapi gue nggak papa kok. Tapi dia marah banget sama gue sampai sampai dia nggak ngajak gue ngomong dan juga dia lebih memilih buat tidur disofa ruang tamu." jelas eliza panjang lebar.


"Ya menurutku itu wajar sich. Pertama dia marah sama kamu, karena dia khawatir sama keselamatanmu dan juga anak kalian. Yang kedua, jika dia memilih tidur diluar, itu lebih baik dari pada tidur dengamu namun dibenaknya masih menyimpan amarah. Tapi jika dia tidur diluar, ia akan menenangkan fikirannya sendiri hingga ia bisa menghilangkan amarahnya..!" jelas wanita itu dengan sabar.


"Tapi dia juga membuat gue marah kok. Beberapa hari yang lalu. Saat kita belanja untuk bulanan, gue oengen banget bikin rujak buah dan mungkin aja itu salah satu nyidam gue. Tapi apa dia malah bentak gue didepan umum..!" ucap eliza mengingat kejadian itu.


"Membentak, memangnya kenapa. Apa karena kamu belanja terlalu banyak..?" tanya wanita itu.


"Bukan karena itu, tapi karena hal sepele. Cuma gara gara gue pengen banget makan rujak nanas. Eh dia malah bentak gue. Padahal nanasnya nggak mahal lo, dia aja sanggup beli buah buahan itu semua buat gue sampai kulkas dirumah nggak muat. Tapi cuma 1 buah nanas ajas dia nggak mau..!" ucap eliza jengkel.


Sedangkan wanita disampingnya itu, tertawa terbahak bahak mendengar cerita eliza membuat eliza bingung.


"Kenapa ketawa..?" tanya eliza.


"Hhhh.. Jadi karena buah nanas..?" ucap wanita itu sambil mengatur nafasnya.


"Kok nggak salah sich, dia aja sampai bentak bentak gue.!" jelas eliza.


"Ya kalau soal bentak emang nggak seharusnya dia bentak kamu. Tapi kalau soal ngelarang kamu makan buah nanas, itu benar. Soalnya nanas itu nggak baik buat orang hamil dan bahkan pernah ada kasus orang keguguran karena memakan buah nanas.!" terang wanita itu membuat eliza mengerti.


"Oo...jadi karena itu..! Gue baru tahu..!" ucap eliza.


"Nah sekarang, emangnya kamu nggak mau berusaha buat minta maaf sama suami kamu..? Dan coba untuk berdamai dengannya. Aku yakin saat kamu didiamkan rasanya nggak enak.!" saran wanita itu.


"Iya sich, saat dia nggak mau ngomong sama gue. Rasanya sepi banget. Tapi gimana caranya..?" tanya eliza.


"Coba kamu buat rumah bersih dan rapi, masak makanan kesukaannya setelah itu kamu bersiin diri kamu dan dandan sesuai dengan yang suami kamu suka..! Aku yakin suami kamu akan langsung memaafkanmu. Karena suamiku juga sering marah jadi aku bujuk seperti itu dan kami kembali akur..!" nasehat wanita itu lagi.


"Ooo..kalau gitu makasih ya, oh ya. Kenapa lo baik banget nasehatin gue kayak gitu..? Padahal kita nggak kenal sama sekali.!" tanya eliza bingung.


"Kamu mirip banget sama adikku, dulu dia juga mengalami masa masa seperti kamu. Tapi adikku selalu mementingkan egonya, dan berakhir ia diceraikan suaminya. Karena dia sangat tidak terima diceraikan dia depresi dan kini dia direhabilitas.!" terang wanita.

__ADS_1


Eliza dapat melihat kesedihan diwajah wanita disampingnya itu, ia pun menepuk punggung wanita itu pelan.


"Tenang aja, gue yakin adik lo pasti bisa kembali baik..!" ucap eliza memberi semangat.


"Iya terima kasih..!"


"Ya sudah, gue mau pulang dulu. Gue akan coba lakuin yang lo katakan tadi. Semoga aja suami gue maafin gue.!" ucap eliza semangat.


"Iya..! Tapi ingat, kamu juga nggak boleh terlalu lelah karena itu tidak baik untuk kandungan kamu..!"


"Iya, terima kasih. Gue pulang dulu ya..daa..!" ucap eliza yang bergegas pergi, membuat wanita itu tersenyum manis melihat kepergian eliza.


FLASHBACK OFF.


Setelah menyelesaikan masakannya, eliza bergegas mandi dan bersiap jika nanti afnan pulang.


Dilain tempat afnan sedang mencoba menenangkan ayah anak itu di depan kantor polisi.


"Maaf pak, bukan maksud saya untuk membela siapa siapa disini. Saya hanya ingin bapak tenang dan coba bapak berfikir dengan tenang. Jika bapak seperti ini, putra bapak akan sedih melihat orang tuanya seperti ini. Dan dia pasti tidak ingin bapaknya marah marah seperti tadi.!" ucap afnan pelan.


"Hiks..saya harus bagaimana..? Anak saya satu satunya meninggal..!" ucap pria itu sambil menangis karena tak kuat lagi menahannya.


"Ya saya mengerti. Tapi coba bapak pikirkan, jika bapak menuntut hukuman seberat apapun bahkan hukuman mati apa hal itu dapat mengembalikan anak bapak..?" ucap afnan.


"Tapi setidaknya, putra saya akan tenang.!" ucap bapak itu.


"Bapak yakin..? Bukankah hal itu hanya akan membuat putra bapak tidak merasa tenang karena urusannya tidak selesai selesai dan bahkan melihat orang tuanya begitu kacau.!"


"Lalu apa yang harus saya lakukan..?" tanya bapak itu.


"Serahkan semuanya pada allah, dan serahkan semua permasalahan pelaku tabrak anak bapak pada polisi. Lebih baik sekarang bapak mengurus pemakaman putra bapak karena tidak baik menunda nunda pemakaman. Saya akan membantu bapak untuk mengadakan tahlilan dirumah bapak.!" ucap afnan yang membuat bapak itu diam sejenak dan memikirkan perkataan afnan.


"Baiklah, saya akan serahkan semuanya kepada polisi.!" ucap bapak itu.


Afnan pun ikut pergi bersama bapak bapak itu kerumahnya untuk mengurus pemakaman putra bapak itu.

__ADS_1


__ADS_2