
Afnan kini sedang menunggu eliza yang masih belum sadar. Dan saat ini eliza telah dipindahkan keruang rawat karena kondisi eliza sudah membaik.
Ia cukup kecewa dengan sikap eliza yang lagi lagi tidak mengindahkan perkataannya. Padahal ia sudah melarang eliza untuk ikut balapan lagi namun eliza masih saja nekat ikut balapan dan berakhir seperti ini.
"Kenapa kamu lakuin ini lagi el..? Bahkan kau sampai tidak memperdulikan keselamatanmu dan juga anak kita el..?" ucap afnan pelan.
Drreet..dreet..
Henfon afnan bergetar karena sebuah panggilan. Afnan segera mengangkat telfon dari abinya.
"Assalamu'allaikum abi..!" ucap afnan.
"Wa'allaikum salam af, bagaimana dengan nak eliza..? Apa dia baik baik saja dirumah nak..?" tanya abi.
"Oh iya bi, eliza baik baik aja kok bi. Sekarang dia lagi tidur jadi maaf ya bi, afnan nggak bisa kasih telfonnya ke eliza nya.!" ucap afnan.
"Tidak papa, syukurlah kalau nak eliza baik baik saja. Tadi umi mu sempat khawatir lihat kamu tadi pergi karena kepikiran sama eliza.!" jelas abi.
"Iya bi, tolong sampaikan ke umi kalau eliza baik baik aja. Tadi afnan cuma kepikiran kalau eliza kesepian dirumah sendirian.!" terang afnan berbohong.
"Ya sudah kalau gitu, abi matiin ya telfonnya. Wassalamu'allaikum." ucap abi.
"Wa'allaikum salam bi.!" ucap afnan yang kemudian tertunduk lesu karena ia baru saja berbohong pada abinya.
"Sekarang kamu memaksaku untuk berbohong el. Agar umi dan abi tidak khawatir sama kamu..!" ucap afnan lesu.
Beberapa saat kemudian seorang dokter dengan perawat masuk kedalam ruangan eliza.
"Permisi..!" ucapnya.
"Iya dok..!" jawab afnan yang segera berdiri dari duduknya.
"Saya akan memeriksa mbak elizanya dulu..!"
"Iya dok silahkan..!" Yang kemudian keluar dari ruangan eliza sembari menunggu dokter yang memeriksa eliza keluar.
Dilain temapat.
Tasya dan kedua temannya telah sampai disebuah cafe yang dikatakan oleh david padanya tadi dan benar saja disana terdapat dua mobil yang tak asing untuk tasya .
"Ayo, mereka ada didalam.!" ucap tasya yang sudah tak sabar.
"Tunggu dulu tasy, gue punya rencana.!" ucap cika yang kemudian membisikkan rencananya pada karlin dan tasya.
"Ok, kalau gitu gue masuk dulu." ucap tasya yang bergegas masuk kedalam cafe.
Tasya berjalan menuju kemeja claudia dan juga teman temannya yang sedang tertawa senang.
"Oh..jadi benar kalian yang sudah sabotase mobil gue sampai sampai eliza kecelakaan..?" tanya tasya yang seketika membuat claudia the geng terkejut dengan kedatangannya.
"Kalau iya emang kenapa ha..?" tanya devi.
__ADS_1
"Gue yang udah motong kabel rem mobil lo..! Dasar bodoh..!" ucap widia.
"Hhh tasy..tasy..kasihan banget lo ya. Udah putus sama kakak gue, dan sekarang harus kehilangan mobil dan juga sahabat lo itu.!" ejek claudia.
"Lo..!" ucap tasya geram yang hendak menonjok claudia.
"Mau apa lo..? Lo berani sama kita ha..? Oh ya gue mau tau gimana kabar temen lo itu..? Apa proses pemakamannya udah selesai..?" tanya widia.
"Hhh..sayangnya apa yang kalian bayangkan itu meleset. Biar gue kasih tau ya, saat ini keadaan eliza itu baik baik saja dan bahkan kandungannya. Hhh jadi lebih baik kalian bersiap siap deh buat dipanggil sama polisi..!" ancam tasya.
"Emangnya lo punya bukti apa..?" tanya claudia.
"Kita punya buktinya..!" ucap karlin sambil menunjukkan hasil rekaman dihenfonnya.
Hal itu membuat claudia dan teman temannya terkejut dan hendak merebut rekaman itu dari tangan karlin.
"Ets..nggak akan semudah itu..!" ucap karlin yang kemudian pergi dengan tasya menuju kemobil taxi yang sudah disiapkan oleh cika.
Claudia yang melihat karlin dan tasya pergi segera mengejar mereka. Saat akan mengejar mereka menggunakan mobil, namun ban mobil mereka teleh kempes karena ulah dari cika.
"Sial..!" umpat claudia.
"Gimana ini clau..? Kita nggak mau masuk penjara..!"
"Diam.. ! Gue juga nggak mau masuk penjara..!" ucap claudia yang segera menelfon seseorang.
Dilain tempat.
"Nyonya eliza baik baik saja. Dan setelah infusnya habis, ia sudah boleh pulang.!" jelas dokter itu.
"Syukurlah.!" ucap afnan.
"Oh ya ini saya sudah resepkan beberapa vitamin pengut kandungan untuk nyonya eliza, jadi sekarang ada bisa langsung menebusnya di apotik..!" ucap dokter itu sembari menyerahkan secarik kertas yang berisikan resep obat eliza.
"Terima kasih dok..!"
"Iya sama sama, kalau begitu saya permisi dulu..! "
Setelah kepergian dokter itu, afnan segera melihat keadaan eliza yang masih tertidur pulas.
Setelah memastikan eliza yang masih tertidur, afnan bergegas menuju keapotik untuk menebus obatnya.
Sedangkan dilain tempat.
Tasya, cika dan karlin tertawa puas dengan hasil pekerjaan mereka. Dan sekarang mereka sedang menuju ke kantor polisi untuk segera menyerahkan barang bukti itu.
Namun dalam perjalanan mereka tiba tiba sebuah mobil hitam menghadang mobil taxi mereka.
Terlihat beberapa pria yang diantaranya tak lagi asing bagi mereka.
"David..?" ucap tasya.
__ADS_1
David dan juga segerombolan pria dibelakangnya menghadang mobil taxi yang ditumpangi tasya dan teman temannya.
Salah satu pria itu menarik paksa sopir taxi itu keluar dan memukulinya. Tasya yang melihat itu segera turun dan menghalaunya.
"Hentikan..! Kalian mau apa, menghadang mobil kita..?" ucap tasya.
"Serahkan videonya..!" ucap david pelan.
"Video apa..?" tanya karlin berpura pura tidak tahu.
"Serahkan video itu sama gue atau gue suruh anak buah gue buat habisin tuh bapak bapak..!" ancam david.
"Tolong jangan, tolong ampuni saya. Saya tidak tahu apa apa, saya masih punya keluarga yang harus saya nafkahi..!" ucap sopir itu memelas.
"Kalian pikir, kalian bisa lakuin sesuka kalian ha..?" ucap tasya yang bergegas menendang tangan pria yang memegangi sopir.
Tiga gadis itu melawan keempat pria, dengan tasya yang melawan satu pria dan juga david seorang diri.
"Sial..!" ucap tasya yang hampir kewalahan.
Dalam hitungan detik tasya berhasil ditangkap anak buah david. Bahkan kedua temannya juga sama tertangkap.
"Gue emang masih sayang sama lo, tapi jangan lo pikir gue akan biarin lo ganggu adik gue. Bahkan untuk hancurin lo gue akan lakukan buat adik gue. Ngerti lo." ucap david sembari merebut henfon karlin dan membantingnya sampai hancur.
"Lepasin mereka. Kita cabut sekarang.!" ucap david yang kemudian pergi bersama anak buahnya.
"Haah..sial..!" teriak tasya.
"Sekarang bagaimana tasy..?" tanya cika.
"Kita kembali kerumah sakit..!"
"Ok..!"
Karlin kemudian berjalan menuju kesopir yang masih terduduk lemas karena baru saja melihat kejadian tadi.
"Anda tidak apa apa kan pak..?" tanya cika.
"Tidak apa apa neng, tapi bagaimana jika mereka akan lembali lagi..?" ucapnya takut.
"Tenang aja pak, mereka nggak akan kesini lagi..!"
"Oh ya pak, bapak bisa nggak anter kita kerumah sakit sekarang..?" tanya cika.
"Emangnya kalian terluka..?" tanya sapor itu.
"Tenang aja kita semua baik baik aja, ada teman kita yang masuk kerumah sakit karena kecelakaan makannya kita mau kesana..!" jelas tasya.
"Oh..ya sudah ayo masuk, saya akan antarkan kerumah sakit..!"
Mereka kini menuju kerumah sakit dengan wajah sedih dan juga kecewa dengan diri mereka sendiri karena gagal untuk menjebloskan claudia the geng.
__ADS_1