
Claudia saat ini sedang mengurus surat perpisahannya dengan leon, ia benar benar sudah tidak perduli lagi pada keadaan leon saat ini.
"Clau lo yakin mau cerai dari leon..?" tanya devi.
"Iya, lagipula apalagi yang gue pertahanin. Dia juga udah dipenjara. Lagipula dengan ini gue akan bebas..!" ucap claudia tanpa ada rasa sedih dibenaknya.
"Lalu gimana soal eliza. Bukankan sekarang lo nggak akan perduli dengan eliza yang tidak akan mengancam kebahagiaan lo clau..?" tanya widia.
"Soal eliza, sampai gue mati sekalipun gue nggak akan pernah biarin dia bahagia gitu aja. Sebelum gue kenal leon dan menikah dengannya, eliza telah jadi musuh bebuyutan gue. Jadi nggak akan ada hal yang bisa buat gue biarin eliza bahagia.!" jelas claudia yang masih tidak berhenti dengan segala kebenciannya pada eliza.
"Tapi clau dengan kejadian kemarin. Gue yakin eliza akan lebih berhati hati dan bisa saja dia tidak akan mau lagi balapan sama kita jadi kita tidak punya peluang buat hancurin dia.!" ucap devi.
"Hah..siapa bilang. Gue punya ide yang jauh lebih menarik yang bukan hanya bisa membuat eliza tidak bahagia bahkan hal ini bisa membuat hidupnya hancur..hhhhh..!" claudia tertawa bahagia dengan ide jahat yang sudah ia siapkan dikepalannya untuk eliza.
Dilain tempat.
Eliza dan nadira membagikan sneck untuk orang tua para santri baru. Mereka begitu kompak membuat bu ibu dan bapak bapak yang melihat hal itu berfikir jika mereka adalah sahabat baik.
"Ini bu..!" ucap eliza sambil memberikan sneck kepada ibu ibu tidak lupa ia melempar senyumnya yang membuat ia terlihat begitu ramah.
"Terima kasih neng..!" ucapnya.
"Sama sama.!"
"Eliza.." panggil nadira.
"Iya..?" jawab eliza.
"Apa sudah kebagian semuanya..?" tanya nadira.
"Iya udah..!"
"Gimana kalau sekarang kamu ikut aku buat mendata para santri yang akan dibagi kelompok kedalam kamar.?" tanya nadira.
"Boleh, ayo..!" ucap eliza antusias.
Merekapun pergi kekelas para santriwati yang sudah berbaris bersiap untuk mendapatkan teman baru dalam satu kamar mereka.
"Assalamu'allaikum ustadzah..!" ucap nadira.
"Assalamu'allaikum.!" ucap eliza.
"Wa'allaikum salam, wah ada neng eliza juga. Sini biar saya perkenalkan kepara santri..!" ucap ustadzah fitri.
"Nah perkenalkan ini neng nadira, neng nadira ini istri dari gus pondok pesantren ini. Sekaligus menantu satu satunya dipesantren ini.! Kalian bisa panggil neng eliza..!" terang ustadzah fitri membuat eliza menjadi gugup.
__ADS_1
"Assalamu'allaikum neng..!" ucap mereka.
"Wa'allaikum salam.!" jawab eliza singkat karena ia yang begitu gugup.
"Nah sekarang kita akan membagi kalian kedalam kelompok. Setiap kelompok berisikan 5 orang yang akan menempati satu kamar.!" jelas ustadzah.
"Neng eliza, tolong neng yang ambil undian nama santrinya, dan neng dira yang akan menyebutkannya dan saya yang akan mencatatnya ya..!" ucap ustadzah.
Dan eliza pun segera mengambil gulungan nama itu satu persatu dan memberikannya pada nadira.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka selesai dalam pembagian kelompok dan juga kamar, setelah menyimpan barang barang mereka, para santri diperbolehkan untuk keluar untuk bertemu dengan orang tua mereka yang telah menunggu mereka, sebelum nanti mereka akan pergi dan meninggalkan putra dan putri mereka disana.
"Eliza..!" ucap nadira.
"Iya..!" ucap eliza.
"Emh apa kamu sudah menerima gus afnan dalam hidupmu..?" tanya nadira membuat eliza mengernyitkan dahinya bingung.
"Emh jangan salah paham dulu. Sebenarnya aku cuma ingin tahu, bagaimana caramu bisa bersikap biasa dengan gus afnan. Sedangkan aku selalu merasa gugup saat bersama dengan mas rizky. Aku juga ingin bersikap biasa dengannya tapi itu sulit." curhat nadira.
"Ooh itu, gue sebenarnya merasa gugup saat dekat dengan afnan. Tapi gue sering bertengkar dengan afnan tapi itu bisa dibilang bercanda hingga membuat gue merasa nyaman dengan afnan dan tidak merasa gugup lagi.!" jelas eliza.
"Mas rizky memang sudah mengajakku bercanda namun, aku selalu gugup.!"
"Oh ya el, aku lihat kamu agak gemukan sekarang..!" ucap nadira.
"Benarkah..? Emh emang akhir akhir ini gue juga merasa gitu sich mungkin karena efek hamil ya..?" ucap eliza.
"Apa..? Jadi kamu sedang hamil..?" tanya nadira yang baru sadar jika perut eliza juga terlihat menonjol meskipun ia sedang memakai gamis.
"Iya..!"
"Berapa bulan..?" tanya nadira yang terlihat antusias dengan kabar kehamilan eliza.
"Gue belum tahu, soalnya gue belum cek kedokter..!"
"Selamat ya, semoga kamu dan anak kamu sehat selalu sampai hari persalinan nanti..!" ucap nadira.
"Iya, terima kasih.!" ucap eliza.
Aku juga ingin bisa hamil, tapi gimana caranya kalau aku selalu gugup saat berdekatan dengan mas rizky..? Dan aku juga nggak bisa terus menerus membuat mas rizky menungguku. Ucap nadira dalam hati.yang dilema dengan dirinya sendiri.
Dilain tempat.
Claudia menemui seorang gadis cantik disebuah kafe. Gadis itu terlihat cantik dengan rambut lurus sebahunya dan juga riasan tipis yang membuatnya terlihat imut.
__ADS_1
"Apa kabar clau, gue denger lo udah nikah..?" tanya wanita itu.
"Iya itu benar tapi sekarang gue sedang dalam masa perceraian dengan dia..!" jelas claudia.
"Kenapa..? Bukannya lo baru aja nikah ya..?" tanya wanita itu.
"Ya itu karena gue udah nggak ada rasa sama dia lagipula dia sekarang juga udah ada dipenjara..!" ucap claudia.
"Dipenjara..? Kenapa..?"
"Kasus tabrakan yang menewaskan satu anak..!"
"waw..lalu rencana lo sekarang gimana..?"
"Gue akan fokus hancurin hidup musuh gue..!" ucap claudia membuat wanita dideoannya bingung.
"Karena itu, gue senang lo datang ke sini.!" ucap claudia lagi.
"Ya gue kan sepupu terbaik lo..!" ucap wanita.
"Thinks klara..!"
Ucap claudia oada wanita itu yang ternyata adalah sepupu claudia yang tunggal di australia bernama klara.
"Gue mau lo bantuin gue buat hancurin dia, buat dia lebih memilih mati daripada hidup..!" ucap claudia.
"Itu hal yang mudah. Lo jelasin aja orangnya ke gue..!" ucap klara.
Claudiapun segera menceritakan semua hal tentang eliza kepada klara dan juga rencananya untuk menghancurkan hidup eliza.
Dilain tempat.
Eliza kini sedang membantu umi yang sedang memasak, bukan hanya eliza. Nadirapun ikut membantu.
Beberapa saat kemudian afnan, abi dan juga rizky datang menghampiri tiga wanita berharga mereka.
"Wah baunya harum banget, kalian masak apa..?" tanya afnan yang segera menghampiri mereka.
"Sesuatu yang spesial..!" jawab eliza.
"Oh ya bisa aku cicipi..?" ucap afnan yang bersiap untuk mencoba makanan itu.
"Ets..entar dulu. Kita bawa keruang makan setelah itu baru kita makan sama sama..!" larang eliza yang segera membawanya keluar dan afnan pun mengejarnya. Di ikuti umi dan abi dari belakang.
Sedangkan nadira mengambil piring dan akan membawanya keluar namun karena tangannya yang licin membuatnya hampir menjatuhkannya, namun rizky membantunya hingga piring itu tidak jadi jatuh. Dan pandangan mereka pun bertemu membuat detak jantung nadira berdetak dengan cepat karena gugup.
__ADS_1