Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 46


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit, eliza segera dibawa keruang ICU. Dan ketiga temannya hanya terduduk lesu di kursi di depan ruanganan itu.


" Oh ya, kita belum mengabari keadaan eliza pada afnan..!" ucap karlin.


"Bagaimana ini..? Afnan pasti akan marah besar pada kita, karena secara tidak langsung eliza jadi seperti ini gara gara kita.!" ucap cika yang ketakutan.


"Mau semarah apapun afnan nanti, kita tetap harus memberi tahunya. Kalian disini, biar gue sendiri yang akan mengabari afnan.!" ucap tasya yang sedari diam.


"Biar gue temenin..!" tawar cika.


"Nggak usah, kalian berdua disini aja. Nanti jika ada perkembangan dengan keadaan eliza, kalian hubungin gue.!" ucap tasya.


"Ok, lo hati hati tasy.!!" ucap karlin.


Tasya pun bergegas menaiki taxi dan menuju kerumah eliza berharap jika afnan ada disana.


Sedangkan afnan terus mengelilingi rumah berharap eliza ada dirumah. Setelah memastikan keseluruh penjuru ruangan yang ada dirumah jika eliza tidak ada didalamnya, afnan terduduk lesu dikursi sambil mencoba menenangkan pikirannya.


"Apa mungkin, ia sedang bersama dengan teman temannya..? Tapi kenapa henfonnya tidak bisa dihubungi..? Aku juga tidak punya nomor teman eliza satupun..!" ucap afnan yang pusing dengan keberadaan istrinya itu.


Beberapa saat kemudia, terdengar suara sebuah mobil yang berhenti di depan rumah afnan. Dan afnan yang mengira itu eliza segera berlari keluar untuk mengeceknya.


Namun bukan eliza yang keluar dari mobil itu melainkan seorang gadis yang tak asing untuknya.


"Bukankah kamu salah satu sahabat eliza..?" tanya afnan.


"Iya, gue tasya. Gue kesini buat kabarin lo kalau eliza..! " ucap tasya terhenti membuat afnan mengernyitkan jidatnya.


"Eliza..? Ada apa dengan eliza..? Dimana dia..?" tanya afnan bertubi tubi, membuat tasya semakin gugup sekaligus takut.


"El..eliza..dia, dia kecelakaan dan masuk rumah sakit..!" ucap tasya pelan namun masih dapat didengar afnan.


"Apa..? Kecelakaan..? Bagaimana bisa..? Ah nanti saja, sekarang dirumah sakit mana eliza dirawat..?" tanya afnan yang begitu panik.


"Rumah sakit medika jaya, gue antar lo pakai taxi..!" ucap tasya.


"Kamu naik taxi, aku akan ikutin kamu dari belakang pakai motor..!" ucap afnan.


"Hmm..!" gumam tasya yang kemudian masuk kembali kedalam taxinya tadi yang ia naiki.


Dilain tempat.


Cika dan juga karlin masih cemas menunggu dokter yang menangani eliza yang masih belum juga keluar.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, dokterpun keluar dan seketika cika dan karlin menghampirinya.


"Bagaimana keadaan teman kami dan juga kandungannya dok..?" tanya karlin.


" Teman kalian baik baik saja dan kandungannya saat ini sedang lemah karena benturan yang cukup keras, tapi untunglah hal itu tidak sampai membuat sahabat kalian keguguran.!" ucap sang dokter.


"Hah..! Apa kita boleh melihat teman kita dok..?" tanya cika.


"Iya, tapi setelah teman kalian dipindahkan keruang rawat ya..!" ujar dokter itu yang kemudian pergi.


Cika dan karlin kini merasa sedikit lega setelah tahu keadaan eliza dan kandungannya baik baik saja. Beberapa saat kemudian afnan dan tasya menghampiri mereka berdua.


"Bagaimana keadaan eliza..?" tanya afnan seketika.


"Dia baik baik saja..! Dan kandungannya juga baik..!" ucap cika yang seketika dicubit karlin, membuat cika tersadar bahwa ia keceplosan mengatakan tentang kehamilan eliza pada afnan.


"Kenapa lo bilang gitu..!" bisik karlin.


"Gue lupa..!"


"Syukurlah..!" ucap afnan yang kini dapat bernafas lega.


"Lo kok nggak terkejut.!" tanya tasya yang bingung karena afnan terlihat biasa saja setelah mendengar bahwa eliza sedang hamil.


"Terkejut untuk apa..?" tanya afnan balik bertanya.


"Ya karena saya sudah tau. Oh ya, saya hampir lupa. Bagaimana eliza sqmpai bisa kecelakaan..?" tanya afnan membuat ketiga gadis itu kembali tegang.


"Emh itu..el..eliza dia naik mobil gue dan dia bilang remnya blong jadi dia kecelakaan.!" ucap tasya.


"Naik mobil kamu buat apa..? Jika dia butuh makanan atau cemilan, dirumah kan banyak..!" tanya afnan detail.


"Emh..bu..buat ikut balapan..!" ucap tasya lirih.


"Apa balapan lagi..?" ucap afnan marah.


"Ta..tapi..gue yakin ada seseorang yang sengaja sabotase mobil gue, makannya remnya blong..!" ucap tasya cepat sebelum afnan semakin marah.


"Lalu dimana mobil kamu..?"


"Hancur terbakar saat menabrak pohon..!" ucap tasya.


"Hah.. Kamu yakin ini hasil dari sabotase orang..?" tanya afnan lagi.

__ADS_1


"Iya. Gue yakin seratus persen. Soalnya saat gue bawa itu mobil gue baik baik aja tapi waktu dibawa eliza tiba tiba rem nya blong..!" jelas tasya lagi.


"Saya minta tolong sama kalian, tolong cari tau siapa yang sabotase mobil kamu..!" ucap afnan seketika membuat tiga gadis itu berbinar, karena mereka terhindar dari amarah afnan.


"Siap..! Lo tenang aja, gue sama cika dan karlin akan cari tahu semua ini. Kalau gitu kita pergi dulu..! Bay...!!" ucap tasya yang kemudian pergi diikuti kedua temannya sebelum afnan berubah pikiran lagi.


Dilain tempat.


Saat ini claudia tengah berpesta dengan teman temannya disebuah kafe setelah mendapatkan ijin dari kakaknya dan juga leon yang sedang tidak ada dirumah.


"Hhhh..akhirnya gue bisa hancurin eliza..!" tawa claudia menggema disana diikuti dengan teman temannya.


"Bener clau, kalau lo tahu ledakannya tadi benar benar besar banget..! Gue yakin eliza nggak akan selamat. Hhhh..!" ucap devi.


Sedangkan tasya dan kedua sahabatnya sedang mencari keberadaan claudia the geng. Yang tidak mereka temukan di bescame biasa claudia dan temannya berkumpul.


"Sial, kemana mereka semua..?" umpat tasya.


"Gimana kalau lo tanya sama david, dia pasti tahu kemana mereka biasa nongkrong selain disini..!" saran cika.


"Lo gila ya, ogah banget gue tanya sama tuh cowok. Gue kan udah putus sama dia, gengsi banget gue..!" tolak tasya.


"Udahlah tasy, cuma kali ini lo coba lupain dulu gengsi lo, demi eliza..!" bujuk karlin.


"Iya tasy..! Emang lo mau kita semua kena omelan afnan..?" ucap cika.


"Ok ok, gue tanya sama david..!"ucap tasya pasrah.


Dengan terpaksa tasya mencoba menghubungi david dan beberapa detik kemudian david menjawabnya.


"Hallo..!"


"Ya hallo..!" ucap tasya malas.


"Ada apa tasy, lo mau ngajak gue balikan lagi ya..?"


"Ya nggaklah..!" teriak tasya membuat kedua temannya itu melototinya.


"Cobalah untuk berbicara yang baik tasy..!" bisik cika.


"Hah. Maksud gue, gue masih ingin memikirkannya dulu. Oh ya gue mau nanya, biasanya claudia sama temen temennya kalau nongkrong dimana ya. Soalnya ada yang bilang tempat tongkrongan mereka itu lagi hits jadi gue juga pengen lihat..!" ucap tasya berbohong.


"Oh itu. Biasanya kalau nggak di bescame di cafe kiraind.!" jawab david tanpa curiga.

__ADS_1


"Oh ok thinks..!" ucap tasya yang segera menuju kecafe yang ditunjukkan oleh david.


Tasya dan kedua temannya bertekat untuk mendapatkan bukti jika kecelakaan eliza, adalah perbuatan claudia dan teman temannya. Dan mereka akan menjebloskan claudia the geng kepenjara karena telah membahayakan nyawa sahabat mereka.


__ADS_2