Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 56


__ADS_3

Eliza yang menunggu piring untuk makan yang dibawa nadira terlalu lama lalu memutuskan untuk mengeceknya kedapur. Saat ia akan memasuki dapur ia tidak sengaja melihat nadira yang sedang bertukar pandangan dengan rizky yang terlihat begitu romantis.


Karena tidak ingin mengganggu, eliza pun bersembunyi dibalik tembok sambil mengintip nadira dan juga rizky.


Sedangkan afnan yang melihat tingkah istrinya aneh segera menegurnya yang berakibat mereka menjadi ketahuan oleh nadira dan rizky.


"Kamu ngapain sich, katanya mau ambil piring..?" tanya afnan dengan suara yang cukup keras untuk didengar nadira dan rizky.


"Syuuutt..jangan berisik.!" ucap eliza pelan.


"Neng eliza, gus afnan..!" tegur rizky membuat eliza terperanjat kaget.


"Kalian sedang apa..?" tanya rizky seolah tidak terjadi apa apa antara dirinya dengan nadira.


"Eee..itu, gue mau ambil piring tapi afnan bilang dia aja yang ambil makannya kita ribut disini hhhhh..!" ucap eliza bohong.


"Oo ini piringnya udah saya bawa. Ayo keruang makan..!" ajak rizky yang kemudian pergi diikuti afnan dibelakangnya.


"Kamu tadi lihat..?" tanya nadira yang terlihat begitu malu dengan pipi yang merona.


"Hhh..maaf gue nggak sengaja lihatnya. Hhhh..!" ucap eliza.


"Aduh..aku malu banget..!" gumam nadira sambil menutup mukannya dengan kedua tangannya.


"Hhh udah lo tenang aja, gue sendiri kok yang tahu. Afnan nggak tahu. Jadi lo tenang aja gue nggak akan bilang kesiapa siapa. Ya udah, ayo kita makan. Semua orang pasti nunggu kita.!" ucap eliza yang kemudian mengajak nadira kemeja makan.


Mereka pun makan bersama sedangkan ustadzah fitri ijin untuk pulang lebih dulu karena ada urusan sehingga tidak ikut makan bersama.


Dan para santri juga sedang makan diruang makan para santri setelah orang tua mereka pulang tadi.


Eliza begitu lahap memakan makanannya bahkan ia lebih dulu habis dibandingkan yang lain. Namun eliza masih merasa lapar dan masih ingin memakan ayam bakar yang ada dihadapannya namun ia merasa malu untuk mengambilnya.


"Nak kamu kok makannya sedikit banget..? Wanita hamil itu perlu makan makanan yang banyak.!" ucap umi seolah tahu isi pikiran eliza dan segera mengambilkan ayam bakar itu kepada eliza.


"Nak nadira kamu juga harus makan yang banyak. Agar baik buat tubuh kamu.!" ucap umi yang kemudian mengambil setengah ayam bakar yang sama dengan eliza dan menaruhnya dipiring nadira.


"Emh ini sudah cukup kok bu yai..!" ucap nadira.


"Iya umi, eliza juga udah kenyang kok." ucap eliza bohong karena ia merasa malu.

__ADS_1


"Udah makan aja ya..!" ucap umi.


Eliza tanpa ragu lagi memakan ayam bakar itu hingga habis, membuat afnan neledeknya.


"Katanya kenyang, kok masih bisa habis..?" ucap afnan.


"Ya kan kita nggak boleh buang buang makanan, itu namanya mubazir. Makannya gue habisin..!" sangkal eliza.


Afnan yang mendengar alasan istrinya hanya tersenyum.


Ya dia memang pintar mencari alasan. Ucap afnan dalam hati.


Setelah makan, rizky dan juga nadira pamit untuk pulang karena hari mengajar akan dimulai besok pagi.


Sedangkan eliza yang merasa bosan berjalan menuju ke atap rumah yang memang tersedia sebuah mezanin yang digunakan juga untuk menjemur pakaian.


Eliza menatap keseluruh penjuru pesantren yang terlihat jelas dari atas dan mulai mengingat waktu pertama kalinya ia datang kepesantren.


Ia mulai tersenyum saat mengingat ia dulu selalu membuat afnan kesal terhadapnya dan bahkan ia sampai memanjat tembok pesantren yang tinggi itu untuk kabur dari sana.


Dari belakang afnan menghampiri eliza. Dan ia duduk disamping eliza hingga membuat eliza terkejut dengan keberadaan afnan yang tiba tuba disampingnya.


"Kamu sedang apa disini sendiri..?" tanya afnan.


"Ya aku dulu juga berfikir akan sangat sulit untuk membuatmu berubah dan bahkan mungkin tidak akan pernah bisa. Tapi aku sangat senang saat kamu mau berusaha berubah menjadi lebih baik seperti sekarang." ucap afnan.


"Af, maafin gue ya. Karena selama ini gue selalu bikin masalah buat lo. Dan gue nggak pernah mau dengerin basehat lo..!" ucap eliza.


"Tidak apa, aku juga minta maaf karena aku selalu memarahimu. Sekarang kita mulai hidup kita dari awal. Kau mau kan..?" tanya afnan.


"Iya..!" ucap eliza.


Afnan yang mendengar itu langsung mencium kening eliza lembut. Sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya, kehidupan mereka bisa berubah seperti ini.


"Sudah sore, sebaiknya kita segera pulang..!" ucap afnan.


"Ayo..!"


Setelah berpamitan dengan abi dan umi, afnan dan eliza mengendarai motor menuju kerumah mereka. Selama perjalanan, eliza tertawa dengan segala cerita afnan disaat ia masih kecil dulu.

__ADS_1


"Hhh ternyata lo juga nakal ya..hhhh..!" ucap eliza.


Saat sedang asik bercanda tiba tiba ada seorang wanita dengan pakaian yang robek dibagian lengannya berlari didepan motor afnan hingga afnan dengan cepat mengerem motornya.


"Tolong..tolong..aku. Ada orang yang ingin melukaiku..!" ucap wanita itu sambil memegang erat tangan afnan.


Dengan cepat afnan menarik tangannya yang dioegang wanita itu.


"Siapa yang mengejarmu..?" tanya afnan.


"Mereka..!" ucap wanita itu sambil menunjuk kedua pria dengan tubuh besar mereka.


"El kamu tunggu disini sama wanita ini..!" ucap afnan yang menghadang dua pria itu.


"Kalian mau apa..?" tanya afnan.


"Kita mau wanita itu, lebih baik lo pergi dari sini sebelum kita habisi..!" ancam pria dengan tubuh kekar itu.


"Bukan aku yang pergi, melainkan kalian yang harus pergi..!" ucap afnan yang kemudian melawan kedua pria itu.


Afnan dengan keahlian bela diri akhirnya bisa mengalahkan dua pria itu hingga mereka pergi ketakutan.


"Terima kasih ya, kalau bukan ada kamu. Mungkin aja aku sudah terluka..!" ucap wanita itu yang memegang tangan afnan lagi.


Eliza yang melihatnya merasa cemburu dan begitu kesal.


Dasar wanita kegatelan, udah tau pria itu punya istri masih aja nempel nempel. Ucap eliza dalam hati.


Sedangkan afnan yang tangannya dipegan wanita itu segera menariknya lagi.


"Maaf, sebaiknya kamu segera pulang, disini tidak aman. Jika kamu masih disini bisa saja pria pria itu kembali lagi kesini." ucap afnan.


"Bisakah kau mengantarkanku..? Aku takut jika dijalan nanti mereka menggangguku lagi." ucap wanita itu manja.


"Sayang, aku sedikit mual. Diluar terlalu lama membuatku merasa dingin. Bisakah kita segera pulang. Ibu hamil tidak baik kalau kedinginan..!" ucap eliza yang meraih tangan afnan sambil mengusao pelan perutnya.


"Oh iya, maaf mbak. Saya nggak bisa ngantar mbak pulang karena saya bawa motor dan istri saya juga harus segera pulang. Gini aja, akan saya pesankan taksi online aja ya.!" ucap afnan yang segera memesankan taksi online untuk wanita itu.


Tak lama kemudian taksi yang dipesan afnan datang, dan wanita itu dengan wajah cemberut segera masuk kedalam taksi. Sedangkan eliza bergegas melepaskan tangannya pada afnan.

__ADS_1


"Ayo pulang..!" ucap eliza ketus.


Kenapa dengannya..? Bukannya tadi dia lemas dan mual..? Kenapa sekarang bertingkah dingin pada ku..? tanya afnan dalam benaknya yang bingung dengan perubahan sikap eliza.


__ADS_2