Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 29


__ADS_3

Leon berfikir keras cara membalas afnan. Sedangkan claudia berfikir cara menyingkirkan eliza.


"Daripada lo mikirin eliza melulu, mending lo cari pacar baru deh leon. Cewek juga banyak bahkan jauh lebih baik daripada eliza." ucap claudia berharap agar leon segera menjadikannya kekasih.


"Emang cewek mana yang lebih hebat dari eliza.. ?" tanya leon bosan.


"Ya gue lah, masih nanyak lo, lagian ya yon. Eliza itu udah nggak mikirin lo buat apa lo nungguin dia terus." ucap claudia terhenti karena leon lebih dulu mencekik lehernya.


"hugk.. hugk.. le.. pas.. " ucap claudia kesakitan.


"Ini peringatan yang terakhir. Jangan pernah mengatakan hal ini lagi, atau gue akan benar benar nyingkirin lo. " ancam leon dan lalu melepaskan tangannya dari leher claudia.


"Ughk.. ughk.. " claudia terbatuk sambil memegang lehernya yang memerah. Ia tidak pernah menyangka kalau leon bisa sekejam dan senekat itu.


Leon pergi tanpa mengatakan sepatah katapun pada claudia yang masih terduduk lemas.


"Jika lo masih bersikeras ingin merebut eliza lagi. Gue juga akan tetap berusaha buat lo jadi milik gue dan apabila gue gagal eliza pun tidak akan lo dapatkan." gumam claudia.


Claudia berjalan lunglai masuk kedalam kamarnya dan tidak menyadari bahwa kakaknya melihatnya sedang berjalan dengan tertatih tatih.


"Clau. " panggil david.


Claudia berhenti dengan was was karena tidak ingin kakaknya tau kalau ia sedang terluka.


"Clau lo kenapa..?" tanya david yang menarik tangan adiknya itu dengan paksa hingga claudia menghadap kearahnya.


"Leher lo kenapa.. ?" tanyanya lagi saat melihat leher claudia memerah bekas tangan leon.


"Dan semalam lo tidur dimana..? clau jawab. Kenapa lo diam aja... ?" bentak david karena claudia masih saja tidak menjawab semua pertanyaan darinya.


"Gue semalam diklub gue tidur disana dan leher gue nggak papa kok, cuma tadi gatal aja jadi gue garuk sampai merah gini. Udah deh gue ke kamar dulu. " jawab claudia berbohong.


Claudia segera masuk kedalam kamar, meninggalkan kakaknya yang menatap claudia dengan curiga.

__ADS_1


"Emangnya di klub ada nyamuk ya.. ? mungkin nyamuknya ikut karaokean." gumam david yang lalu pergi dari depan kamar adiknya.


Sedangkan claudia didalam kamar terlihat begitu marah mengingat perlakuan leon kepadanya.


"Gue bakal bikin perhitungan buat lo el. Lihat aja nanti. " ucap claudia yang begitu kesal.


Dilain tempat.


Eliza menatap bosan kearah tv dengan acara yang membosankan. Sedangkan afnan sedang berada di sawah. Ia menyesal karena ia tidak ikut serta afnan tadi karena tadi ia berfikir ia akan bisa pergi bersama teman temannya namun mereka semua sibuk.


"Apa gue nyusulin ke pesantren aja kali ya. Gue bosen banget dirumah. " ucap eliza dan segera memesan taxi dan ia bergegas berganti pakaian yang mana tidak mungkin ia kepesantren memakai celana pendek.


Saat dalam perjalanan taxi eliza berhenti membuat eliza kebingungan.


"Ada apa pak.. ?" tanya eliza.


"Itu non, ada mobil biru yang berhenti mendadak didepan kita. " jawab sopur taxi itu.


" Udah pak, biar gue aja yang turun." ucap eliza saat melihat sopir taxinya hendak keluar dari mobil.


"Heh.. mau apa lagi lo. Masih kurang waktu itu gue kalahin ha.. ? " tanya eliza.


"Gue kesini cuma buat ngingetin lo buat jauh jauh dari hidup leon. Lagipula lo kan udah punya suami jadi lebih baik lo jagain aja suami lo dan nggak usah ganggu leon lagi. " ucap orang itu yang tak lain tak bukan adalah claudia dan juga teman temannya.


"hhh.. lucu sekali. Bukannya emang gue udah nggak ada urusan lagi ya sama leon.. ? Dan juga gue nggak ada minat tu buat mungut sampah yang udah gue buang kalau lo mau ya ambil aja. " ucap eliza dan hendak pergi.


Merasa tersinggung, claudia melayangkan pukulannya namun berhasil ditangkis eliza.


"Emang ya kalau sampah itu lebih cocok kalau sama tong sampah. " ejek eliza lagi.


"Elizaaa... gue nggak akan biarin lo bahagia. Gue bakal hancurin hidup lo. Lo ingat itu... !!!" teriak claudia saat mobil yang di tumpangi eliza melaju menjauh.


Setelah beberapa waktu kemudian eliza akhirnya sampai dipesantren. Setelah membayar taxi, eliza segera masuk kedalam pesantren.

__ADS_1


"Assalamu'allaikum umi. " ucap eliza dengan senyum yang indah diwajahnya.


"Wa'allaikum salam, nak eliza kamu kesini.. ? tapi afnan bilang tadi kamu nggak mau kesini. " ucap umi yang terkejut dengan kedatangan menantunya.


"hhh.. tadi emang eliza lagi pengen dirumah mi. Tapi tiba tiba eliza kangen banget sama umi. Makannya eliza kesini. " ucap eliza membuat uminya tersenyum.


"Oh ya, umi mau buat apa.. ?" tanya eliza saat melihat umi membawa banyak barang.


"Oh ini ada bahan makanan untuk dimasak nanti, gimana kalau kamu ikut umi masak. Disana juga banyak santri santri yang ikut masak, gimana... ?" tawar umi.


"Emm.. ok deh. Eliza bantuin. " ucap eliza yang langsung mengambil alih belanjaan itu dari tangan umi dan membawanya masuk.


Umi dan eliza segera membereskan beberapa bahan masakan dan mulai memasak sedangkan beberapa santri wati menyiapkan beberapa masakan yang sama namun dalam jumlah yang besar untuk makan para santri di pesantren.


"Em umi. Kenapa umi masak sendiri..? kan mereka masak banyak, kenapa umi nggak tinggal ambil beberapa untuk makan umi sama abi.. ?" tanya eliza.


"Jadi meskipun makanannya dalam menu yang sama tapi abi kamu akan sangat suka kalau yang masak itu umi sendiri. Dan sekarang kamu juga bantuin umi jadi afnan juga pasti suka. " ucap umi membuat eliza murung.


"Tapi umi. Eliza nggak bisa masak, goreng ikan aja gosong. " ujar eliza membuat beberapa santriwati yang mendengarnya tertawa kecil.


"Jangan ada yang berani ketawain gue, awas kalian. " ucap eliza marah, membuat mereka terdiam seketika.


"Nak, kamu pasti bisa masak. Gimana kalau umi yang bantuin kamu masak.. ?" tawar umi membuat eliza tersenyum.


"Beneran umi mau ngajarin eliza.. ?" tanya eliza semangat yang dibalas dengan anggukan dari umi.


Eliza pun dengan semangat menyiapkan bahan bahan masakan sesuai intruksi dari umi. Dan beberapa waktu kemudian masakan eliza dan umi selesai.


"Sepertinya sudah hampir siang. Kamu mau anterin makanan buat afnan nak.. ?" tanya umi.


"Iya mi, ini udah eliza bungkus. Umi sama abi makan aja dulu, eliza entar makan sama afnan aja. " ucap eliza yang segera pergi kebelakang pesantren menuju ke sawah dimana afnan berada.


Saat dalam perjalanan afnan melihat nadira bersama temannya sedang berbinjang. Eliza berjalan perlahan dan berniat untuk menguping.

__ADS_1


Namun sebuah suara mengejutkannya dari belakang.


"Eliza.. "


__ADS_2