Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 77


__ADS_3

Eliza dan nadira menghabiskan waktu mereka untuk mengaji bersama. Atau lebih tepatnya eliza lah yang meminta diajari mengaji oleh nadira.


"Waah.. aku lihat kamu sudah semakin lancar mengajinya.! " ucap nadira yang melihat peningkatan pada eliza.


"Ya itu semua karena afnan selalu mengajari gue sesudah sholat. Dan ditambah dengan lo yang selalu membimbing gue saat siang hari di pesantren." ucap eliza.


"Bukan.! Semua ini berkat kerja keras kamu yang ingin menjadi lebih baik..! " ucap nadira.


"Oh ya sekarang kita nonton TV yuk..! " ajak eliza yang disetujui oleh nadira.


Di lain tempat.


Afnan masih saja merasa tak tenang meninggalkan eliza dirumah, meskipun ada nadira yang menemaninya tapi entah kenapa hatinya masih tidak tenang.


Karena merasa gelisah terus menerus, afnan mengambil henfonnya dan segera menghubungi eliza.


Sedangkan eliza yang sedang seru serunya menonton film tak menyadari jika telfonnya berbunyi.


"El..! " panggil nadira.


"Hmm..? " gumam eliza yang masih fokus menonton film dan juga memakan cemilan yang ada ditangannya.


"Sepertinya ada yang menelfonmu..! " tegur nadira.


Eliza segera melihat henfonnya yang berada di atas meja, dan benar saja afnan sedang menelfonnya.


"Hallo af..? Ada apa..? " tanya eliza.


"Kamu dimana...? " tanya afnan.


"Dirumah, lagi nonton TV sama nadira.! " jawab eliza yang seakan tahu jika afnan sedang mengkhawatirkannya.


"Ya sudah, ingat untuk segera menghubungiku jika ada hal yang mencurigakan.! " ucap afnan di sebrang sana.


"Iya Gus afnan..! Lo tenang aja, istri lo yang cantik ini bisa jaga diri..! " ucap eliza membuat afnan menjadi kesal.


"Tetap saja, kamu harus menghubungiku..! " tambah afnan.


Namun bukannya menjawab, eliza malah mematikan telfonnya secara sepihak agar afnan tidak mengganggunya lagi.


Sedangkan di sisi lain.


Afnan begitu kesal dengan eliza yang seenaknya mematikan telfonnya sebelum ia selesai berbicara.


"Ada apa Gus..? " tanya rizky yang melihat raut wajah afnan yang kesal.

__ADS_1


"Tidak ada apa apa, sebaiknya kita segera kesana. Karena acaranya akan segera dimulai." ajak afnan dan mereka pun segera masuk ke dalam tempat yang sudah disiapkan untuk mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


David dan juga tiga anak buahnya kini sedang memantau keadaan rumah eliza yang kini terlihat sepi karena sudah cukup malam.


"Kita tunggu beberapa menit lagi, dan pastikan tidak ada orang lain selain eliza..! " perintah David pada ke tiga anak buahnya.


Dilain sisi.


Eliza yang melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan merasa mengantuk.


"Udah jam segini, sebaiknya kita segera tidur..! " ucap nadira.


"Iya, gue juga udah ngantuk..! " ucap eliza.


Dan mereka berdua pun segera masuk kedalam kamar untuk tidur. Saat eliza mematikan lampu kamarnya, david dan anak buahnya bergegas mendekat kerumah eliza.


David mengawasi rumah eliza dan memastikan jika tidak ada afnan di dalam rumah itu.


"Sekarang..! " ucap David.


Dan tiga orang suruhan david segera berusaha untuk membuka pintu rumah eliza menggunakan alat yang sudah mereka siapkan sebelumnya.


Salah satu dari pria itu berjalan mendekat kearah kamar eliza dan berniat untuk masuk kedalamnya.


Sedangkan eliza dan nadira yang mendengar suara langkah kaki yang ada diluar kamar mereka segera beranjak dari tidur mereka.


"Sepertinya ada seseorang..! " ucap nadira pelan, lebih tepatnya berbisik pada eliza.


"Iya, apa mungkin afnan atau rizky..? " tebak eliza dengan suara pelan.


"Tidak mungkin, mereka pasti mengucapkan salam sebelum masuk rumah..! " ucap nadira yang begitu masuk akal.


"Iya, lo benar. Jadi, apa mungkin diluar ada penjahat..? " ucap eliza.


"Kita harus segera menghubungi gus afnan dan mas rizky..! " ucap nadira yang segera menghubungi kedua pria itu.


Sedangkan eliza berdiri dibalik pintu sambil membawa raket nyamuk untuk bersiap memukul siapa saja yang masuk ke dalam kamarnya.


"Bagaimana..? " tanya eliza yang sudah merasa takut.


"Tidak ada jawaban..! mungkin saja mereka tidak mendengar suara henfonnya mereka karena disana pasti berisik..! " ucap nadira yang segera meraih bantal untuk ia jadikan senjata.


Kedua wanita yang tengah hamil itu bersiap dengan senjata mereka masing-masing dengan perasaan yang takut dan juga was was.

__ADS_1


Tak lama kemudian pintu kamar eliza terlihat dibuka paksa menggunakan sebuah alat. Karena sebelumnya eliza sudah mengunci pintu itu.


"Siap siap..! " ucap eliza memberi aba aba untuk nadira yang berdiri disisi lain pintu untuk bersiap.


Dan saat pintu kamarnya sepenuhnya terbuka oleh pria dengan topeng hitam, nadira segera menyerang pria itu menggunakan bantal. Disusul dengan eliza yang menyetrum pria itu menggunakan raket nyamuk di tangannya.


"Aaarrhh....!! " teriak pria itu karena setruman dari eliza yang akhirnya membuatnya jatuh pingsan.


Tak lama setelah itu, datang seorang pria lain yang membuat nadira sepontan melempar vas bunga milik eliza yang ada di nakas di dekatnya pada pria itu.


Dan berhasil membuat pria itu jatuh tersungkur dengan kepala yang mengeluarkan darah. Nadira berjalan mundur karena merasa takut jikalau pria itu mati di tangannya.


Eliza yang melihat gelagat nadira segera mengecek nadi pria itu dan memastikan jika pria itu hanya pingsan.


"Lo tenang aja..! dia cuma pingsan." ucap eliza.


"Sekarang bagaimana eliza.? aku takut..! Bagaimana jika penjahatnya masih ada..? " ucap nadira yang khawatir.


"Sebaiknya kita cari senjata lagi untuk berjaga jaga jika penjahat itu masih ada. Oh ya, lo coba buat hubungin afnan lagi pake hp gue. Gue akan jaga jga kalau ada orang lagi..! " ucap eliza sambil menyerahkan HP nya pada nadira.


Nadira segera menelfon afnan namun lagi lagi tak ada jawaban. Namun ia tidak menyerah dan terus mencoba menghubungi afnan dan berharap agar mendapat jawaban.


Saat eliza mengawasi keadaan tiba tiba dari arah belakang ada seseorang yang memukul punggungnya keras hingga membuatnya tak sadarkan diri.


Nadira yang mendengar suara keras jatuh seketika menoleh kearah eliza. Dan benar saja, disana eliza sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan seorang pria disampingnya yang membawa sebuah balok kayu di tangannya.


"Eliza..! Apa yang kamu lakukan..!! " teriak nadira yang hendak menyelamatkan eliza namun ada sebuah tangan yang menariknya kebelakang.


"Lepas..! lepaskan aku..! Kalian mau apa..? " teriak nadira yang berusaha lepas dari ikatan pria itu.


Nadira diikat kuat dengan sebuah tali dan di duduk kan dilantai bahkan mulut nadira juga ditutup dengan sebuah kain.


"Emh.. eeemmh...! " teriak nadira dengan air mata yang sudah mulai membanjiri wajahnya.


"Makannya jangan berisik..! tenang aja, kita nggak akan apa apain lo. Dan kita nggak akan ambil apapun di rumah ini selain wanita itu..! " ucap pria itu sambil menunjuk ke arah eliza yang masih tak sadarkan diri.


"Hah, melawan dua wanita hamil aja nggak becus...! " ucap pria itu kepada kedua pria yang tadi sempat pingsan karena nadira dan eliza.


"Cepat kalian bawa eliza ke mobil gue..! " perintahnya.


"Lalu gimana sama wanita ini bos..? " tanya salah satu pria itu.


"Biarkan saja, lagipula dia nggak akan bisa lepas dari ikatannya itu...! " ucap pria yang dipanggil bos itu dan berlalu pergi keluar dari rumah eliza.


"Hiks.. hiks.. eliza, maafin aku. hiks.. aku nggak bisa lindungin kamu.. hiks... eliza..!! " ucap nadira dalam hati yang merasa begitu bersalah karena ia tidak berhasil menepati janjinya pada afnan.

__ADS_1


__ADS_2