Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 26


__ADS_3

Bruaaakk...


Eliza dan afnan sontak memutuskan pandangan mereka karena terkejut mendengar benda yang terjatuh. Meraka menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Iii.. ikan gue... " teriak eliza saat melihat seekor kucing menyeret dengan susah ikan yang cukup besar itu pergi.


"Sudahlah, itukan masih ada satu lagi. Lagipula itu sudah jadi rezeki kucing itu. Sudah sana duduk biar aku yang goreng ikannya lagipula tanganmu sedang terlukakan." ucap afnan yang mengambil alih pisau disamping eliza.


"Biar gue bantu..!!" ucap eliza membuat afnan terkejut.


"Ada yang mulai perhatian...?" goda afnan dengan senyum manis yang terparkir indah diwajahnya.


"Apaan sich, gue mau bantuin tuh biar cepet aja. Lagian gue udah laper kalau gue bantuin kan jadi lebih cepat selesainya. Nggak usah geer deh jadi cowok tuh." sangkal eliza kesal.


"Iya iya makasih, gini aja kamu halusin aja bumbunya biar aku bersiin ikannya. " ucap afnan.


Eliza mulai mengambil semua bumbu yang diberitahukan afnan yang kemudian ia haluskan.


Braak... braak.. braak...


Afnan terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya itu.


"Bukan seperti itu." ucap afnan menghentikan kegiatan eliza.


"Kalau kamu sekencang itu, bukan cuma bumbunya yang akan hancur tapi juga ulekannya akan ikut hancur. " sambungnya.


"Trus gimana, gue kan nggak tau. " ucap eliza membela diri.


"Gini caranya." ucap afnan memegang ulekan itu beserta tangan eliza yang memegang ulekannya. Afnan mulai mencontohkan cara menghaluskan bumbu, sedangkan eliza terus menerus menatap afnan.


Beberapa saat kemudian afnan menghentikan tangannya dan melepaskan genggamannya pada eliza. Membuat eliza tersadar dari lamunannya.


"Eemm.. ok gue bisa kok. " ucapnya salah tingkah.


"oo iya udah aku lanjutin bersiin ikannya." kata afnan.


Setelah beberapa waktu kemudian, akhirnya ikan mereka sudah matang. Eliza menatap ikan itu dengar mata berbinar.


"Waow... kelihatannya enak. " ucap eliza yang langsung mengambil sepotong ikan itu dan mulai memakannya.


"Hemmm... ini enak banget. " ucap eliza yang begitu menikmati makanannya.


Afnan yang melihat istrinya senang dengan masakannya tersenyum manis dan mulai ikut makan.


Beberapa saat kemudian mereka selesai dengan sarapan mereka. Afnan berjalan keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pada eliza. Sedangkan eliza mendapat oekerjaan untuk mencuci perlengkapan makan mereka tadi.

__ADS_1


Setelah selesai mencuci piring, eliza menghampiri afnan yang ada diluar rumah. Terlihat afnan sedang bicara seorang pria paruh baya di seberang jalan.


"Afnan.." teriak eliza.


Sontak afnan menoleh kesumber suara itu, dan mendapati istrinya yang sudah berdiri di depan pintu.


"Ayo kita pergi sekarang. Itu taxi nya sudah menunggu dari tadi. " ucap afnan yang ternyata sudah memesan taxi sedari tadi.


"Oh.. tunggu sebentar, gue ambil tas dulu. " ucap eliza yang kemudian lari masuk ke dalam kamar untuk mengambil tasnya.


Di dalam perjalanan afnan sibuk membaca perlahan al qur'an kecil ditangannya. Sedangkan eliza yang merasa bosan memainkan musik di henfonnya.


Dilain tempat.


"Neng..dira.!!" panggil rizky saat berpapasan dengan nadira.


"Ya ustads. " jawab nadira halus.


"Bisa bicara sebentar.. ?" tanya rizky.


"Em.. tapi ustads. "


"Hanya sebentar, kita bisa duduk dikursi bawah pohon dekat lapangan itu.. !!" ucap rizky yang kemudian berjalan terlebih dahulu di susul nadira dari belakang.


"Saya hanya ingin memastikan saja, apa kamu benar benar menerima keputusan kedua orangtua kita.. ?" tanya rizky.


"Bukankah semalam saya sudah menjawabnya, apa ustads tidak mempercayai saya. Lalu untuk apa ustads datang melamar saya.?" ucap nadira yang ternyata rizky semalam telah melamar nadira.


FLASHBACK...


Rizky berjalan menuju rumah pak yai yang terletak disamping pesantren.


"Assalamu'allaikum. " salam rizky.


"Wa'allaikum salam, silahkan masuk nak. " jawab abi.


"Ada yang bisa saya bantu pak yai.?"


"Jadi gini, kemarin pak haji rahmat datang kemari untuk membicarakan tentang pernikahan putrinya." jelas pak yai.


"Maksud pak yai.. ? neng nadira... ?" tanya rizky.


"Iya, "


"Maaf sebelumnya pak yai, tapi seperti yang kita semua ketahui bawha gus afnan telah menikah, lalu apa yang anda maksud dengan perencanaan pernikahan neng nadira.. ?" tanya rizky bingung.

__ADS_1


"Hhhh... iya kamu benar. Tapi rencana itu bukan untuk afnan, melainkan kamu nak rizky. "


"Ap.. apa saya tidak salah dengar.. ?" ucap rizky terkejut, dan merasa tidak percaya pada apa yang ia dengar.


"Maaf sebelumnya karena saya ikut campur tentang kehidupan nak rizky. Saya hanya berfikir bahwa nak rizky ini sudah cukup usia untuk menikah, dan juga nak nadira adalah gadis yang baik dan dari keluarga yang baik pula. jadi menurut saya ini sudah cocok. apalagi nak rizky sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri." jelas abi panjang lebar.


"Kalau itu yang terbaik untuk saya menurut pak yai, saya akan nenerimanya. Namun bagaimana dengan pendapat neng nadira.. ? saya tidak begitu yakin kalau neng nadira bersedia menikah dengan saya. " ucap rizky yang merasa kecil hati.


"Karena itu nanti malam jemputlah ibu mu dan kita akan berkunjung kerumah haji rahmad. " jelas abi yang disetujui rizky.


Setelahnya rizky berpamitan pergi untuk menjemput ibunya.


Ayah rizky telah meninggal sejak ia kecil. Dan ia hanya dibesarkan oleh ibunya seorang diri hingga ia ditawari untuk belajar di pesantren tanpa harus membayar sepeserpun. Dan kini ia menjadi seorang ustads yang mengajar di pesantren dan mendapatkan penghasilan untuk menghidupi ibunya.


Malampun tiba, rizky dan ibunya menghampiri pak yai dan bu yai yang sudah menunggunya di mobil. Setelah memasuki mobil, rizky mulai melajukan mobil secara perlahan menuju ke rumah nadira.


Selang beberapa waktu kemudian mereka telah sampai di depan rumah nadira, rizky keluar dari mobil dengan perasaan tak karuan. Ia takut akan ditolak nadira mentah mentah karena ia tak sebanding dengan gus afnan yang dulu dijodohkan dengan nadira dulu.


"Assalamu'allaikum. " ucap abi.


"Wa'allaikum salam. Kalian sudah datang, ayo silahkan masuk.!!" jawab pak rahmad.


Rizky berjalan perlahan dengan batin yang terus memanjatkan do'a untuk menenangkan hatinya.


"Silahkan duduk.!!" ucap pak rahmad mempersilahkan duduk untuk para tamunya.


"Bu.. tolong panggilkan nadira.!!" pinta pak rahmad pada istrinya yang duduk disampingnya.


"Baik bah.. tunggu sebentar. " jawabnya yang kemudian berjalan menuju ke kamar nadira.


Tak lama kemudian nadira berjalan keluar bersama ibunya dengan hijab biru yang membuat wajahnya bercahaya.


Rizky seakan terpanah menatap wajah ayu nadira yang membuat hatinya semakin tak karuan, sebelumnya ia tak pernah menatap wajah itu karena itu tidaklah pantas. Apalagi dulu nadira adalah wanita yang dijodohkan dengan gus afnan yang menambah ia tak pernah berfikir sekalipun bagaimana rupa nadira.


Pak rahmad dan abi yang menatap rizky ikut tersenyum.


"Ghmmm... " gumaman pak rahmad menyadarkan rizky dari tatapannya kepada nadira yang kemudian beristiqfar.


"Jadi kita langsung ke intinya saja ya. Nak nadira kedatangan saya, istri saya, rizky dan juga ibunya kemari ada keperluan untuk melamar nak nadira untuk nak rizky. Saya harap nak nadira bisa menerima hal ini tanpa memandang adanya saya dan juga pesantren." ucap abi.


Nadira yang mendengar itu langsung terkejut dan menatap rizky dengan kening berkerut.


"Nak, usiamu saat ini sudahlah cukup untuk menikah dan abah sangat ingin melihatmu menikah, nak rizky memiliki kepribadian yang cukup baik dan bahkan ia adalah seorang ustads. abah pikir rencana ini sangatlah baik untuk kalian. " ucap pak rahmad.


Nadira tidak langsung menjawab dan ia mulai tenggelam dalam lamunannya, membuat semua orang khawatir akan jawaban nadira.

__ADS_1


__ADS_2