Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 52


__ADS_3

Saat ini claudia tengah mengemas barang barangnya kedalam koper, untuk ia bawa pulang kerumahnya dan juga kakaknya.


Saat tengah sibuk, tiba tiba henfonya berbunyi. Dan claudia segera menjawab telfon itu.


"Halo..?" ucap claudia.


"Ya hallo dengan ibu claudia..?"


"Iya dengan saya sendiri..!"


"Ini dari kantor polisi ingin menyampaikan bahwa suami ibu, atas nama leon kami tangkap karena kasus pelaku tabrakan yang mengakibatkan satu korban anak meninggal dunia..!" ucap polisi itu.


"Apa..?" teriak claudia tidak percaya jika leon masuk kepenjara.


"Baik pak, terima kasih atas informasinya." ucap claudia kemudian mematikan telfonnya.


"Gue harus kesana buat mastiin semuanya sendiri..!" ucap claudia yang segera pergi menuju kekantor polisi.


Dilain tempat.


Eliza masih setia menunggu afnan yang masih belum pulang juga, mengingat waktu sudah sore. Eliza yang merasa kecewa karena sudah lelah menyiapkan semua ini untuk afnan berjalan perlahan munuju ke dalam kamar.


Saat hendak masuk kedalam kamar, eliza mendengar suara motor afnan dan langsung berlari kedepan pintu.


"Assalamu'allaikum..!" ucap afnan saat memasuki rumah.


"Wa'allaikum salam..!" jawab eliza dengan senyum manisnya.


Sekejab afnan terdiam karena penampilan eliza yang terlihat begitu cantik dengan pakaian muslimnya dan juga hijab yang menambah nilai kecantikan eliza bertambah.


"Gue udah masak makanan kesukaan lo, emh mungkin sekarang makanannya udah dingin. Lo mandi aja dulu, gue akan hangatkan makanannya.!" ucap eliza yang langsung meninggalkan afnan yang hanya tersenyum melihat usaha eliza membujuknya.


Seusai mandi, afnan menghampiri eliza yang masih sibuk menyiapkan makanan untuk mereka berdua.


"Ini makanlah..!" ucap eliza yang memberikan sepiring makanan untuk afnan dan juga untuk dirinya.


"Kamu menyiapkan ini semua..?" tanya afnan sambil melihat segala hal yang ada dimeja, seperti makanan, bunga dan juga lilin.


"Iya, emh..lo nggak suka ya..?" tanya eliza khawatir.


"Tidak, aku suka. Ayo makan..!" ucap afnan.


Dan merekapun mulai menikmati makanan mereka dengan keheningan tanpa ada yang berbicara.


Saat selesai makan, eliza bergegas membereskan semua piring kotor, sedangkan afnan hanya memperhatikan eliza sambil duduk.


Beberapa menit kemudian azan maghrib berkumandang, membuat afnan beranjak dari duduknya dan hendak mengambil wudhu dan sholat.

__ADS_1


"Tunggu, gue juga mau sholat ..!" ucap eliza menghentikan afnan yang akan bersiap untuk sholat.


Melihat eliza yang sudah mengenakan mukena, afnan segera memimpin untuk sholat berjama'ah dengan afnan.


Setelah selesai melaksanakan sholat, eliza bergegas melepas mukenanya dan berlari kedapur. Ia menghela nafas lega karena kue yang ia masak tidak gosong.


Sedangkan afnan yang melihatnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Kemudian ia mengambil al qur'an dan membacanya.


Eliza kini beralih menghias kuenya sesuai dengan yang ada di internet. Namun bukannya terlihat cantik, hiasan kue eliza melumer sampai kemana mana dan kuenya terlihat berantakan.


Karena kesal eliza hanya menambahkan dua buah ceri diatasnya. Karena keasikan menghias kue, eliza hingga tak sadar waktu terus berjalan dan sekarang azan isya' telah terdengar.


"Akhirnya selesai juga..!" ucap eliza memandang puas pada kue hasil karyanya.


"Sekarang waktunya sholat dulu, setelah itu baru ajak afnan buat nonton bareng sambil makan kue.!" ucap eliza sambil menyimpan kuenya ke dalam kulkas.


Dilain tempat.


Claudia kini sedang berhadapan dengan leon yang terlihat diam saja tanpa mengatakan sesuatu pada claudia.


"Sekarang lo benar benar bebas dari gue..!" ucap leon datar.


"Ya gue tahu. Besok gue akan ajukan perceraian kita ke pengadilan..!" ucap claudia.


"Terserah..!" ucap leon yang sudah tidak perduli lagi, mengngat keadaannya yang sudah dipastikan akan sulit untuk keluar dari sana.


Sedangkan claudia pergi begitu saja dengan wajah dinginnya. Ia berfikir bahwa tidak ada lagi yang bisa ia jadikan alasan untuk mempertahankan pernikahannya dengan leon.


Di lain tempat.


Setelah melaksanakan sholat isya' bersama dengan afnan. Eliza mengajak afnan keruang tv untuk menonton film bersamanya.


"Aku punya kabar buat kamu..!" ucap afnan.


"Kabar apa..?" tanya eliza penasaran.


"Tadi saat aku diperjalanan ke pesantren, aku melihat leon yang dibawa polisi. Dan saat aku bertanya pada warga, mereka bilang kalau leon menabrak anak kecil dan yang lebih lagi anak itu meninggal. Makannya tadi aku baru pulang karena aku membantu pemakaman anak itu dan berharap agar leon tidak akan mendapatkan hukuman yang terlalu berat.


"Kenapa lo malah doain dia seperti itu. Bukankah dia sudah berbuat hal buruk sama kita..? Jadi menurut gue, kita nggak usah perduli sama masalah dia..!" ucap eliza.


"Tidak el, sesama manusia kita tidak boleh mendoakan keburukan untuk orang lain dan juga selagi kita bisa membantu, kita harus membantunya. Tidak ada yang tahu, mungkin dengan bantuan kita, seorang penjahat sekalipun akan bisa bertobat dan juga bisa lebih baik lagi." jelas afnan.


Eliza hanya menganguk, dan seketika ia ingat dengan kuenya dan segera mengambilnya.


"Gue buat kue brownis sesuai resep dari umi buat permintaan maaf gue le lo, nih lo cobain. Gue jamin ini pasti enak banget.!" ucap eliza.


Afnan yang melihat bentuk hiasan kue itu sudah sedikit merasa khawatir, karena tampilannya yang terlihat aneh dan juga taburan kejunya berantakan. Karena tidak ingin membuat eliza merasa sedih, afnan dengan ragu mencoba kue itu sambil menutup matanya.

__ADS_1


"Gimana..? Enakkan..?" tanya eliza.


"Hem..enak.!" ucap afnan.


Ini benar benar terlalu manis, apa dia memasukkan satu kilo gula kedalamnya ya..? Ucap afnan dalam hati.


"Gue mau coba juga..!" ucap eliza yang ingin mencoba kuenya itu.


"Ets..kamu kan buat ini untuk aku, jadi kamu nggak bisa ikut memakannya. Ini semua milikku.!" ucap afnan yang segera menjauhkan kue itu dari eliza karena tidak ingin eliza tahu rasa kue itu.


"Sejak kapan gus afnan jadi orang serakah..?" ucap eliza.


"Aku bukannya serakah. Tapi tadi kamu kan bilang sendiri kalau kamu buat ini untuk aku." ucap afnan.


Eliza pun kembali duduk dan menonton film, sedangkam afnan segera menyimpan kue itu kedalam kulkas.


"Kenapa nghak lo habisin..?" tanya eliza.


"Ya suka suka ku dong. Lagian aku udah kenyang. Kuenya aku makan besok lagi. Jangan coba coba kamu curi loh..!" ucap afnan memperingatkan.


"Iya iya. Udah kita nonton filmnya aja.!" ucap eliza.


Beberapa saat kemudian eliza ikut menangis saat melihat adegan di tv yang menyedihkan.


"Hiks..hiks..!" isaknya.


"Kamu nangis..?" tanya afnan, sedangkan eliza tidak menjawab dan lebih fokus menonton filmnya.


"Aku kira selama ini kamu itu wanita yang kuat, ternyata cuma katena film juga bisa nangis to..!" ejek afnan.


"Emang kenapa..? Masalah buat lo..?" ucap eliza yang tidak terima.


"Dasar cengeng..!" ejek afnan lagi.


"Gue nggak cengeng..!" ucap eliza sambil terus mencubit lengan afnan.


Sedangkan afnan terus berusaha menghindar, sehingga membuat eliza terjatuh diatasnya.


Eliza mulai terpana menatap wajah afnan yang begitu menenangkan, hingga eliza tidak sadar mengatakan sesuatu pada afnan.


"I love you..!" ucap eliza lirih namun masih dapat didengar afnan.


"I love you too..!" jawab afnan dengan senyumnya yang begitu menawan membuat eliza semakin terpaku menatapnya.


"Bolehkah aku menyentuhmu..?" tanya afnan pelan dan hanya dibalas anggukan dari eliza.


Afnan yang tidak ingin menyia nyiakan kesempatan itu segera menggendong eliza masuk kedalam kamar, sebelum nanti eliza berubah pikiran.

__ADS_1


Dan malam ini menjadi malam terindah untuk afnan dan juga eliza.


__ADS_2