
Klara begitu terkejut saat melihat afnan yang sedang berdiri dibalik dinding dan juga ada dua orang lagi yang ikut bersama dengan afnan.
"Bagaimana bisa mereka sampai disini..? Ini gawat..! " gumam Klara yang segera masuk kembali ke ruangan dan segera memberitahu claudia.
"Gawat..!! " ucap Klara panik.
"Lo kenapa sich , apanya yang gawat..? " tanya claudia yang bingung dengan tingkah Klara yang tiba tiba aneh.
"Afnan dan juga temannya ada disini..! Dan mereka sedang berada di balik dinding ruangan sebelah. Sekarang kita harus bagaimana..? " tanya Klara.
"Ok sekarang lo keluar, dan coba lo alihkan pandangan afnan dan juga temannya itu. Sedangkan gue akan keruang eliza dan memindahkan eliza secepatnya..! "
"Ok, gue akan coba alihkan perhatian mereka. "
Dan Klara pun keluar dan berjalan kearah afnan dan kedua temannya. Sedangkan claudia keluar dan berjalan menuju ke tempat eliza dikurung, dan yang pasti ia melewati jalan lain, agar afnan dan yang lain tidak melihatnya.
Dilain tempat.
David berjalan pelan menuju ke eliza yang masih tertidur. Ia pun meletakkan piring dan gelas yang ia bawa ke atas ranjang disamping eliza duduk.
"Bangun...! " ucap david dengan keras agar eliza bisa terbangun.
Eliza yang mendengar suara orang pun berusaha keras membuka matanya meskipun sangat berat. Ia melihat orang bertopeng itu lagi, yang seketika membuatnya waspada dan ketakutan.
"Lo.. ? Mau apa lagi lo kesini..? " tanya eliza dengan wajah yang waspada.
"Hah..Kenapa.? Lo takut gue apa apain lo lagi..? Tenang aja...! Gue kesini cuma buat anterin makanan ini doang. Sekarang lo makan...! " ucap david yang kemudian meraih piring itu dan mulai menyuapi eliza.
Eliza terus menerus menutup mulutnya rapat rapat dan sesekali menggelengkan kepalanya hingga membuat sendok di tangan david terjatuh.
Ia tidak akan sudi untuk makan dari tangan pria yang telah mengotorinya.
"Dasar keras kepala..! Lo pikir dengan lo nolak makan, gue akan lepasin lo karena kasihan..? Denger ya, kalau lo nggak mau makan. Bisa aja anak dalam kandungan lo akan ikut kelaparan dan mungkin aja dia akan mati..! "
"DIAM....!! Dasar brengsek..! Setelah menyentuh gue, lo masih berani buat datangin gue..!" teriak eliza dengan penuh kebencian.
"Hah..! Nggak usah sok suci deh lo. Gue yakin, lo juga menikmatinya kan..? "
__ADS_1
"Dasar brengsek..! Kalau lo berani, buka topeng lo sekarang..!! "
"Kenapa..? Lo mau lihat wajah pria yang sudah meniduri lo..? Hhhhhh.... sayangnya gue lebih suka saat lo tidak pernah tahu wajah gue..! "
"Ok..! karena lo nggak mau makan juga, gue nggak akan perduli lagi..! " ucap david lagi yang kemudian pergi keluar meninggalkan eliza yang masih menahan amarahnya.
"Brengsek....! Lepasin gue..!! " teriak eliza disisa sisa energinya.
Saat david keluar dari kamar itu, tiba tiba claudia datang membuat david merasa bingung.
"Ada apa..? Kenapa wajah lo kelihatan panik gitu..? " tanya david.
"Suami eliza ada di dalam vila, gue nggak tau gimana mereka bisa masuk dan melewati para penjaga di depan. Yang pasti, lo harus lakukan sesuatu untuk mengurus hal ini. Mereka ada tiga orang, dan Klara saat ini sedang mengalihkan perhatian mereka. Gue akan urus eliza, dan lo beresin tiga orang itu...! " ucap claudia.
Dan david pun segera pergi keluar vila melalui pintu belakang untuk melihat situasi di luar vila. Sedangkan claudia segera masuk ke dalam kamar dimana eliza di kurung.
David melihat pintu vila bagian depan kosong tanpa ada satupun penjaga yang bertugas di sana.
"Kemana mereka semua..? " tanya David yang bingung karena anak buahnya tak ada di sana.
"Woy...! Kalian semuanya kemana..? " teriak David membuat para penjaga yang masih antri di depan kamar mandi samping segera berlarian menghadap ke david.
"Maaf bos, tapi tadi perut kita semua tiba tiba sakit. Dan sampai sekarang masih saja sakit bos..! " ucap salah satu dari anak buah david.
Duutt...
Duuuttt
Duuuttt....
"Ma... maaf bos...! Sepertinya kita harus balik ke kamar mandi lagi..! " ucap mereka yang kemudian berlari menuju ke kamar mandi meninggalkan david yang begitu marah.
"KALIAAAAN.....!! "
Dilain tempat.
"Mas afnan..? " panggil seorang wanita yang membuat afnan dan kedua temannya menoleh ke sumber suara itu.
__ADS_1
Dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat Klara sudah berada di depan mereka. Dan membuat mereka harus menyusun cara lain untuk bisa segera mungkin menemukan eliza.
"Mas afnan kok bisa ada disini..? Emh ke.. kenapa mas afnan nggak hubungin aku dulu..? Jadikan aku bisa siapin makanan buat mas afnan dan juga teman teman mas afnan ini..! " ucap Klara mencoba untuk setenang mungkin.
"Cikh... nggak usah sok baik deh..! Mendingan lo kasih tau kita, dimana lo sembuyiin kak eliza..! " ucap radit yang tak sabar lagi mendengar kata manis Klara.
"Aa.. apa maksudmu..? Eliza..? Untuk apa aku sembunyiin eliza..? Aku tidak tau eliza ada dimana..! " ucap Klara yang terlihat begitu gugup dan juga ketakutan.
"Oh ya..? Apa kamu yakin tidak tau keberadaan neng eliza..? Lalu kenapa kamu gugup..?" kini giliran rizky yang membuat Klara semakin ketakutan.
"A.. aku tidak tau, sungguh..! Mas afnan, mas percaya sama aku kan..? Mana mungkin aku menculik eliza..? " sangkal Klara lagi.
"Kami akan percaya setelah kami melihat seluruh ruangan yang ada di dalam vila ini. .! " ucap afnan.
Dan mereka pun segera memasuki setiap ruangan yang mereka lihat, sedangkan Klara begitu panik karena takut jika mereka tau keberadaan eliza.
"Hai..! kalian tidak bisa sembarangan masuk kedalam..! " ucap Klara panik.
"Kenapa..? Lo takut kita nemuin eliza..? " ucap radit.
"Penjaga..!" Teriak Klara.
Klara yang sudah begitu bingung segera memanggil para pengawal yang menjaga ruangan di depan kamar dimana eliza dikurung.
Dan tak lama setelahnya, terdapat sepuluh orang dengan tubuh besar dan kekar yang datang dan menghadang afnan dan kedua temannya.
"Seret mereka semua keluar..!! " perintah Klara.
Dan sepuluh pria dengan pakai serba hitam itu langsung menyerang afnan dan kedua temannya. Radit yang belum begitu pandai langsung panik dan berlari kebelakang tubuh Klara.
Ia langsung membekuk tangan Klara dan memanfaatkannya untuk berlindung.
"Jangan ada yang berani deketin gue..! kalau kalian tidak ingin lihat bos kalian terluka..! " ancam radit.
Sedangkan afnan dan rizky sibuk melawan para pengawal itu. Dan tak butuh waktu lama mereka berhasil melumpuhkan ke sepuluh pengawal itu dengan tangan kosong.
"Woy....!!! " teriak David membuat afnan dan semua orang menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Gus, sebaiknya Gus afnan pergi dan cari neng eliza. Urusan pria itu, biar saya yang hadapi..! " ucap rizky.
Afnan pun bergegas pergi ke arah asal para pengawal itu, sedangkan rizky langsung menghadang David yang hendak mengejar afnan.