
Afnan kini kembali ke rumah untuk mengambil sempel makanan yang tersisa dipiring. Sedangkan klara yang melihat dari dalam rumahnya merasa penasaran bagaimana kabar eliza.
Tak lama setelah itu, afnan keluar dari rumah dan kembali pergi kerumah sakit.
"Afnan terlihat buru buru, apa eliza benar benar parah keadaannya..? Ya bagus deh kalau eliza ikut mati. Jadi gue bisa dengan leluasa buat milikin afnan seutuhnya.!" ucap klara.
Dilain tempat.
Afnan yang telah sampai dirumah sakit langsung menyerahkan sisa kue itu ke dokter yang langsung dioeriksa di laboratorium. Afnan pun pergi untuk melihat keadaan teman teman eliza.
"Assalamu'allaikum..!" ucap afnan saat memasuki ruangan dimana teman teman eliza dirawat.
"Wa'allaikum salam.!" jawab eliza.
"Kalian udah baik kan..?" tanya afnan.
"Iya, kita semua sudah merasa baikan.!" jawab tasya.
"Oh ya kita tadi kerumah lo el, juga ada tujuan lain.!" ucap cika.
"Tujuan apa..?" tanya eliza.
"Kita semua ingin ikut lo di pesantren, karena sejak lo pergi, kita nggak punya kegiatan yang jelas dan hanya dirumah dan sesekali ke kafe.!" jelas karlin.
"Emh bagaimana af..?" tanya eliza.
"Ya itu bagus, kalau kalian mau di pesantren. Tapi harus kalian ingat kalau dipesantren kalian tidak bisa pergi sesuka kalian dan kalian harus mengikuti seluruh kegiatan di pesantren. Kalian mengerti..?" jelas afnan.
"Iya kami ngerti, makasih ya af. Lo udah ijinin kita buat ikut belajar di pesantren." ucap tasya.
"Iya sama sama.! Setelah kalian pulih, kalian bisa langsung ke pesantren.!" ucap afnan.
"Tapi gimana dengan orang tua kalian...?" tanya eliza.
"Orang tua kita setuju kalau kita ke pesantren, dan kalau cika, nyokapnya awalnya nggak setuju tapi cika udah bujuk seribu jurus jadi sekarang di ijinin deh..!" ucap karlin.
"Bagus deh kalau gitu..!"
"Hasil leb dari kue yang kalian makan akan keluar besok, sekarang aku dan eliza harus pulang. Besok kita akan kesini lagi.!" ucap afnan.
"Emang gue nggak bisa disini aja, jagain mereka..?" ucap eliza yang enggan untuk meninggalkan teman temannya.
__ADS_1
"Tidak eliza. Emang kamu nggak kasihan sama anak kamu..? Kamu juga perlu istirahat..!" ucap afnan.
"Iya el, kasihan anak kamu kalau kamu terus disini. Lagian disini ada dokter dan suster yang jagain kita kok. Oh ya, lo bawa aja mobil gue af, jam segini kalau cari taksi pasti udah susah.!" ucap cika.
"Iya, ayo el..!" ucap afnan.
"Gue pulang dulu ya gaes, assalamu'allaikum.!" ucap eliza.
"Wa'allaikum salam.!" jawab mereka.
Eliza dan afnan pun pergi pulang meninggalkan teman temannya dirumah sakit.
Dalam perjalanan, eliza masih memikirkan bagaimana cara untuk membalas klara. Tapi ia tidak boleh sampai ketahuan afnan, karena sudah pasti afnan tidak akan memperbolehkannya.
"Kamu mikirin apa..?" tanya afnan yang bingung dengan eliza yang hanya diam tidak seperti biasa.
"Gue cuma curiga kalau klara sengaja mau ngeracunin gue. Tapi malah kena teman teman gue..!" ucap eliza.
"Kita nggak bisa asal nuduh el. Bisa aja kalau dia beli kue itu dan nggak tahu kalau kue itu beracun..! " ucap afnan.
"Hah, udah gue duga, lo pasti bela dia lagi..!" ucap eliza kesal.
"Iya iya..!"
Afnan hanya bisa menggelengkan kepala melihat eliza yang cemberut. Afnan pun mengusap pelan kepala eliza yang membuat hijab eliza berantakan.
"Afnan..!" ucap eliza yang semakin kesal.
"Makannya jangan cemberut terus.!" ucap afnan.
Dan tak lama kemudian mereka sampai dirumah, mereka segera masuk kedalam rumah untuk beristirahat. Sedangkan klara sedang berbesta dirumah claudia, sehingga ia tidak tahu jika eliza baik baik saja.
Malam pun berakhir dan digantikan sinar mentari yang hangat. Eliza segera menyiapkan sarapan untuk afnan dan ia tak sabar untuk pergi ke rumah sakit tuk menjenguk teman temannya.
"Af, setelah sarapan kita ke rumah sakit dulu ya..!" ucap eliza pada afnan.
"Iya." jawab afnan.
Seusai makan mereka langsung bersiap berangkat ke rumah sakit. Karena semalam klara tidur terlalu larut dan dalam keadaan mabuk membuat klara masih tertidur dan tidak bisa melihat keadaan eliza yang baik baik saja.
Eliza tak sabar ingin segera bertemu dengan teman temannya, dan juga ingin segera mengajak mereka ke pesantren bersama.
__ADS_1
Sesampainya dirumah sakit, eliza dan afnan segera pergi menuju keruang rawat ketiga teman eliza itu. Sesampainya disana, dokter yang menangani mereka juga sedang berada di dalam ruangan.
"Ah kalian sudah datang..!" ucap dokter itu.
"Bagaimana hasil lab nya dok..?" tanya afnan.
"Sesuai dugaan, kue ini mengandung racut didalamnya. Dan racun ini tidak berbahaya dan tidak akan menimbulkan efek serius jika tertelan orang yang sehat dan tidak sedang hamil.!" terang dokter.
"Lalu apa efek yang ditimbulkan jika orang hamil menelan racun itu dok..?" tanya eliza penasaran.
"Racun itu akan menimbulkan efek yang sangat fatal, seperti keguguran..!" jelas dokter itu.
"Ya sudah, itu saja yang saya sampaikan. Dan keadaan kalian bertiga sudah pulih. Jadi kalian hari ini sudah bisa pulang..!" lanjut dokter itu membuat ketiga gadis itu begitu senang.
Berbeda dengan eliza yang masih mencoba berfikir kenapa klara memberikan kue beracun itu kepadanya.
"El lo kenapa..?" tanya tasya, yang melihat sahabatnya itu sedari tadi diam.
"Nggak, gue nggak papa..!" ucap eliza.
"Ya udah, setelah ini tolong antar kita ke mall sebentar ya..! Buat beli beberapa perlengkapan buat dipesantren, kan kalian yang lebih tahu..!" ucao cika yang disetujui eliza dan juga afnan.
Setelah mereka diijinkan untuk pulang. Mereka segera pergi ke mall untuk belanja perlengkapan yang akan mereka butuhkan selama di pesantren.
Eliza membantu mereka untuk memilih baju dan hijab yang cocok dengan mereka. Sedangkan afnan yang seorang pria seorang diri, lebih memilih untuk menunggu para wanita di dalam mobil.
Eliza juga mengambil beberapa pakaian dan hijab untuk dirinya sendiri, setelah memastikan semua barang mereka lengkap. Merekapun menghampiri afnan dan pulang bersama.
Setelah sampai dirumah, eliza melihat klara yang sedang duduk didepan rumah sambil bermain henfon. Eliza yang masih merasa kesal dengan niat buruk klara terhadapnya dan malah dialami teman temannya segera turun dari mobil dan berjalan menuju ke rumah klara.
"Eliza, kamu mau kemana..?" tanya afnan yang segera mengikuti eliza.
Begitu juga tengan tasya, cika dan karlin. Sedangkan klara yang mendengarkan musik dan juga memainkan henfon tidak menyadari kedatangan eliza.
"Maksud lo apaan..?" tanya eliza sambil menarik handsat klara membuat klara begitu terkejut.
Bagaimana bisa..? Kenapa eliza baik baik aja..? Dan bahkan perutnya masih besar..? Apa obatnya nggak manjur ya..? Tanya klara dalam benaknya yang masih bingung dengan kedatangan eliza dirumahnya.
"Maksud lo apa..? Kasih gue kilue beracun..? Lo mau racunin gue dan bayi gue supaya gue keracunankan..?" ucap eliza yang begitu marah.
"A..aku..aku..!" ucap klara terbata bata karena ia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1