Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 78


__ADS_3

Afnan merasa tak tenang, entah kenapa hatinya selalu memikirkan eliza. Karena tak tahan, afnan meminta ijin pada abi nya untuk pulang lebih dulu.


"Mau kemana Gus..? " tanya rizky pelan.


"Aku harus pulang, aku merasa tidak tenang..! Aku ingin melihat keadaan eliza dulu..! " ucap afnan.


"Kalau begitu biar saya temani ya Gus, sebenarnya saya juga merasa khawatir sama neng nadira..! " ucap rizky yang juga memiliki perasaan yang sama dengan afnan.


"Ya sudah, ayo..! "


Dan mereka berdua pun berpamitan untuk pergi pulang lebih dulu. Dan seorang pria yang berdiri dibalik pagar masjid, terlihat sedang mengawasi afnan.


"Hallo..! Dia pergi, sepertinya dia akan pulang. Segera hadang...! " ucap pria itu pada seseorang yang ia telfon.


Afnan segera mengendarai sepeda motornya menuju ke rumahnya begitu juga dengan rizky yang mengikutinya dari belakang. Saat sedang di tengah perjalanan tiba tiba ada segerombolan pria yang tidak dikenal menghadang laju motor afnan dan rizky.


"Siapa mereka Gus..? " tanya rizky.


"Aku juga tidak tahu." jawab afnan.


"Siapa kalian, dan kalian mau apa..? " ucap afnan pada grombolan pria itu.


"Kalian tidak diperbolehkan lewat sini..! " ucap salah satu dari mereka.


"Memangnya kalian siapa sampai melarang orang lewat, ini jalan umum jadi kalian tidak berhak untuk menghadang orang sesuka kalian..! "


"Oh ya..? Tapi kami nggak perduli..! "


Tiba tiba mereka semua menyerang afnan dan juga rizky. Membuat afnan maupun rizky segera melawan mereka balik. Sungguh sial untuk para pria itu yang harus melawan afnan dan juga rizky yang notabenya jago bela diri.


Saat semua pria itu terjatuh, mereka segera berlari kabur sebelum mereka kembali dihajar oleh afnan dan juga rizky.


"Perasaanku semakin tidak enak, ayo kita harus segera sampai rumah..! " ucap afnan yang entah kenapa hatinya tak tenang.


"Iya Gus..! " dan kedua pria ini pun segera melajukan motor mereka menuju rumah afnan dan berharap tidak ada lagi gangguan yang dapat menghambat jalan mereka.


Dilain tempat.


Eliza tersadar dari pingsannya dengan kepala yang begitu sakit, ia terus memegang kepalanya sambil berusaha untuk bisa melihat jelas.


"Gue dimana..? " tanya eliza saat mengetahui jika dirinya tidak sedang berada di dalam rumahnya.

__ADS_1


"Akhirnya lo sadar juga..! " ucap seorang pria yang masuk kedalam ruangan dimana eliza berada.


" Siapa lo..?" tanya eliza yang mulai waspada.


"Lo tenang dulu, kalau nggak gue khawatir kalau bayi dalam kandungan lo akan terganggu..! hhhhhh... " ucap pria itu lagi sambil tertawa keras.


"Lepasin gue..! " ucap eliza sambil menendang keras perut pria itu.


"Ugh.. ternyata lo masih punya tenaga..? " ucap pria itu yang segera melawan segala serangan yang dilayangkan eliza padanya.


Dan pertarungan itu berakhir dengan eliza yang tersungkur ke lantai karena dorongan pria itu.


"Ugh..! " gumam eliza menahan rasa sakit pada perutnya.


"Kenapa..? apa sakit..? " tanyanya.


Pria itu segera mengangkat eliza ke atas ranjang yang ada di dalam kamar itu dan mulai mengikat tangan dan kaki eliza.


"Lepasin gue, jangan berani lo macem macem sama gue..! GUE BILANG LEPASIN..! " teriak eliza.


"Ugh.. berisik banget sich, lo tenang aja..! Aku punya permainan buat lo, dan gue yakin lo bakalan suka permainan gue..! " ucap pria itu.


Eliza merasa ketakutan saat pria di depannya yang masih menggunakan topeng melepas baju, membuat dada bidangnya terlihat.


"Ssuutt.... tenang..! Sampai tangan lo berdarah pun, tali itu tidak akan bisa lepas..! Lebih baik lo nikmatin permainan gue..! " ucapnya membuat seluruh bulu kuduk eliza merinding.


"Hiks.. gue mohon.. hiks.. lepasin gue..! " ucap eliza bergetar dan juga air mata yang mulai membasahi pipinya.


"Kalau gue lepasin lo, sia sia dong gue nangkep dan culik lo..! Tenang aja, ini nggak akan sakit kok..! " ucapnya sambil mulai memegang tubuh eliza secara perlahan.


Buuggh..


Eliza menendang keras perut pria itu sampai jatuh dari ranjang dengan kedua kakinya yang terikat.


"Gue udah coba berbaik hati sama lo, tapi lo masih juga melawan..! Ok sekarang gue akan berbuat kasar..! " ucap pria itu yang langsung menempatkan dirinya diatas eliza.


Sedangkan eliza yang begitu terkejut berusaha memukuli pria itu menggunakan kedua tangannya yang terikat.


"Mari kita mulai permainannya, eliza...!! " ucap pria itu tepat di telinga eliza.


Dilain tempat.

__ADS_1


Afnan dan rizky akhirnya sampai di depan rumah mereka yang pintunya terbuka lebar.


"Kenapa pintunya terbuka..? " ucap afnan yang mulai curiga dan juga semakin khawatir akan keadaan istrinya.


"Assalamu'alaikum..! eliza... nadira..! " ucap Afnan dan rizky yang mulai memanggil nama istri mereka masih masing.


"Emh.. emh...! " teriak nadira yang ada diruang TV dengan mulut yang masih tersumpal.


"Gus, sepertinya ada suara dari sana..! " ucap rizky.


Dan mereka semua pun segera pergi kesana untuk melihat apakah eliza dan nadira ada disana.


"Nadira..! " ucap rizky setelah menemukan istrinya yang dalam keadaan terikat dan mulut tersumpal kain.


Rizky segera melepaskan ikatan pada istrinya itu.


"Hiks... hiks.. mas..!! " isak nadira sambil memeluk suaminya yang dibalas rizky untuk menenangkan istrinya.


"Lalu, eliza ada dimana neng..? " tanya afnan yang masih bingung dengan keberadaan istrinya.


"Hiks.. hiks.. maaf Gus..! " ucap nadira dengan perasaan bersalah.


"Maaf kenapa neng..? " kini giliran rizky yang bertanya.


"Hiks.. eliza.. hiks.. dia dibawa oleh penjahat itu.. hiks..! " jelas nadira membuat afnan begitu terkejut dan menjatuhkan dirinya diatas sofa di ruangan itu.


"Siapa mereka..? kenapa mereka membawa eliza..? apa mereka perampok atau apa.. ? " tanya afnan bertubi tubi dengan perasaan campur aduk nya.


"Aku juga tidak tahu, hiks..yang pasti mereka memang sudah mengincar eliza. Hiks...Karena mereka juga mengenal nama eliza, dan mereka pergi begitu saja tanpa mengambil apapun dirumah ini. hiks..! " jawab nadira yang begitu merasa bersalah.


"Maafkan aku.. hiks.. karena tidak bisa menjaga eliza... hiks..! " ucap nadira.


"Tidak, ini semua bukan salahmu. Tapi salahku yang malah meninggalkan kalian tetap tinggal dirumah berdua saja. Seharusnya aku membawa kalian agar kalian tetap aman..! " ucap afnan yang merasa menyesal dengan keputusannya meninggalkan eliza dirumah.


"Aku akan melapor ke polisi dulu..! " ucap afnan dengan raut wajah yang begitu sedih.


"Tapi Gus, kita belum bisa melaporkan ini ke polisi. Karena kejadiannya belum 24 jam.. ! " ucap rizky membuat afnan kembali duduk dan memegang kepalanya pusing.


"Kita tunggu sampai besok pagi, sebaiknya sekarang kita sholat dan berdo'a agar neng eliza selalu dalam lindungan allah..! " saran rizky.


Afnan pun setuju dan segera mengambil air wudhu, begitu juga dengan rizky dan nadira. Mereka bertiga mendo'akan agar eliza baik baik saja dan segera di temukan.

__ADS_1


Kamu ada dimana eliza..? maafkan aku karena meninggalkanmu sendirian..! tangis afnan pecah mengingat akan kebodohannya meninggalkan istrinya tanpa adanya penjagaan.


__ADS_2