
Klara begitu senang karena berhasil membuat eliza dimarahi afnan bahkan dihadapan banyak orang. Ia berharap agar eliza tidak pernah berdamai dengan afnan.
"Jadi lo bohong seolah olah eliza dan teman dipesantrennya yang nggak mau bantu lo..? Hingga akhirnya eliza kena bentakan dari suaminya..?" tanya claudia.
"Iya, gue senang saat lihat eliza yang menangis karena dibentak afnan..!" ucap klara.
"Hhh. Sayangnya gue nggak ada disitu..!" ucap claudia.
Mereka berduapun berpesta akan keberhasilan mereka membuat afnan dan eliza bertengkar.
Dilain tempat.
Afnan masih pusing mencari penjual es krim yang mau membuatkan pesanan eliza, Saat ia hendak istirahat, duduk disebuah bangku taman. Ia melihat penjual es krim yang membuat es krimnya langsung saat ada pembeli. Afnan segera menghampiri penjual es krim itu, berharap mau membuatkan es krim pesanan eliza.
"Permisi pak..!" ucap afnan.
"Iya mas, mau beli es krim..?" tanya bapak itu.
"Iya pak..!"
"Mau rasa apa mas, disini ada coklat, vanila, dan juga ada buah buahan..?"
"Saya mau rasa buah pak, tapi saya maunya buah tomat..!" ucap afnan membuat penjual es krim itu bingung.
"Aduh mas, kalau tomat nggak ada..!"
"Ini buat istri saya yang lagi ngidam pak, gimana kalau saya beli tomatnya. Dan nanti bapak bikinin es krimnya. Bapak bisa nggak..?"
"Iya mas, sekarang masnya beli tomat dulu entar bawa kesini lagi. Nanti saya bikinin..!" ucap penjual es krim itu.
Afnan pun bergegas ke supermarket terdekat untuk membeli tomat. Setelah mendapatkan tomatnya, afnan bergegas kembali menemui penjual es krim tadi.
Sesampainya disana, penjual es krim itu langsung membuatkan es krim tomat untuk afnan, tak berselang lama, es krim tomat itu pun jadi.
"Makasih ya pak, jadi berapa semuanya pak..?" tanya afnan.
"Udah nggak usah, kamu simpan aja uangnya..!" ucap bapak itu.
"Loh kok gitu pak, emangnya bapak nggak rugi kalau kasih saya gratisan..?" tanya afnan.
"Nggak, lagipula es krim ini untuk istrimu kan..? Anak saya juga sedang hamil. Jadi saya merasa senang buat ini untuk istrimu. Udah sana, bawa es krimnya ke istrimu. Dia pasti nungguin dari tadi..!" ucap bapak itu.
"Kalau begitu saya permisi ya pak, sekali lagi terima kasih pak..!"
Afnan pun pergi menuju ke eliza sebelum es krim itu mencair. Eliza yang mendapatkan es krim yang ia inginkan pun begitu senang dan langsung memakannya dengan lahap.
"Lo mau..?" tanya eliza sambil menyodorkan sesendok es krim pada afnan. Dan. Afnan menerima suapan es krim dari eliza itu.
"Sekarang kamu maafin aku kan..?" tanya afnan.
"Iya tapi ada syaratnya lagi..?" ucap eliza membuat afnan terkejut sekaligus pusing.
"Lagi..?" ucapnya tak percaya.
__ADS_1
"Iya ini mudah kok. Lo cuma nggak boleh deket deket sama klara. Kalau dia datang ataupun ngajakin lo ngobrol, lo harus cari cara buat menghindar dari dia. Ngertik..?" ucap eliza.
"Iya sayang..!" ucap afnan sambil mencubit pipi eliza.
"Iihh..sakit..!"
"Masak gitu aja sakit..!" ucap afnan sambil mencubit pipi eliza lagi. Eliza yang tidak terima langsung membalas afnan dengan mencubit perut afnan.
Dilain tempat.
Rizky mendekati nadira yang sedang duduk sambil membawa sebuah permen kapas ditangannya.
"Neng..! Ini buat kamu..?" ucap rizky sambil memberikan permen kapas itu pada nadira.
"Makasih mas..!" ucap nadira menerima pemberian rizky.
"Aku nggak nyangka, ada orang yang tega bohong sampai sampai membuat neng eliza dan gus afnan bertengkar hebat seperti tadi..!" ucap rizky.
"Iya mas, awalnya aku juga nggak nyangka kalau klara bisa bohong seperti itu demi mendekati gus afnan.!" tambah nadira.
"Semoga saja kita semua dijauhkan dari orang orang seperti itu, dan semoga saja neng eliza mau memaafkan gus afnan..!" ucap rizky yang tidak bisa membayangkan jika ia yang mendapatkan masalah itu.
"Kalau soal itu. Aku yakin neng eliza sudah memaafkan gus afnan. Kerena dari yang aku lihat, neng eliza bukan tipekal orang yang akan menyimpan dendam. Ia lebih mudah untuk melupakan kesalahan orang dan memaafkan orang.!" ucap nadira.
"Iya, semoga saja..!"
Dilain tempat.
Eliza kembali duduk kerena lelah mengejar afnan tadi, dan afnan pun ikut duduk disampingnya.
"Iya, lalu dimana nadira dan rizky..?" tanya eliza.
"Mungkin disebelah sana..! Ayo kita cari mereka..!" ucap afnan yang kemudian menggandeng eliza.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka bisa menemukan keberadaan nadira dan juga rizky. Mereka pun segera menghampiri mereka.
"Rizky, neng dira..!" panggil afnan.
"Eh gus afnan, neng eliza..! Kalian mau pulang..?" tanya rizky.
"Iya, ini sudah sore kita juga belum sholat..! Apa kalian juga mau pulang. ?" tanya afnan.
"Iya, kita juga mau pulang..!"
"Ya sudah, ayo kita pulang sama sama..!"
Mereka pun pulang bersama sama menuju kerumah mereka masing masing.
Selama perjalanan eliza hanya diam tidak seperti biasanya, membuat afnan bertanya tanya dalam bemaknya.
"Eliza..? Kamu kenapa..?" tanya afnan.
"Gue nggak papa, gue cuma takut jika klara nanti akan berulah lagi dan bahkan akan membuat kita semakin jauh..!" ucap eliza lirih.
__ADS_1
"Kamu tenang aja, aku janji aku akan berusaha untuk menghindari dia dan juga tidak menanggapi ucapannya..!" ucap afnan.
"Li yakin..? Lo nggak akan bohong sama gue kan..?" tanya eliza menyakinkan.
"Iya, lagian aku juga nggak pernah bohong sama kamu kan..?" ucap afnan.
"Ok gue percaya, tapi awas aja kalau lo bohong..!"
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai didepan rumah mereka.
Dilain sisi.
Klara terkejut melihat afnan dan eliza berpelukan lagi diatas motor, ia sedikit lega karena eliza tidak melihat ia mengantarkan claudia tadi.
"Apa..? Bagaimana bisa mereka mesra mesraan lagi..? Dan bahkan mereka tertawa bersama..?" tanya klara pada dirinya sendiri.
"Tidak, gue nggak boleh diam aja. Gue harus cari cara agar gue bisa deketin afnan lagi. Tapi gimana caranya ya..?" ucap klara yang sedang berfikir keras mencari cara.
Tak lama setelahnya, terlihat senyum licik terpancar diwajah klara, ia kemudian masuk kedalam dapur dan ia menarik paksa selang air di pencucian piringnya. Hingga membuat air membasahi seluru lantai dapurnya.
"Dengan begini, gue punya cara untuk membuat afnan datang kerumah gue.!" ucap klara tersenyum puas.
Dan setelahnya ia bergegas kerumah afnan, untuk berpura pura meminta pertolongan afnan.
"Mas afnan..mas afnan..!" panggilnya.
"Mau apa lagi lo, emang nggak puas lo bikin masalah dipesantren tadi ha..?" ucap eliza drngan amarah yang meledak ledak.
"Tolong lupakan soal yang tadi, aku sekarang butuh bantuan mas afnan. Dimana dia..?" ucap klara yang membuat eliza semakin kesal.
Klara yang terus mencoba masuk malah terdorong keluar oleh eliza hingga membuat ia terjatuh.
"Ada apa sayang..?" tanya afnan yang melihat klara terjatuh.
Klara yang berharap agar ditolong afnan hanya bisa terdiam karena afnan tidak memperdulikannya dan malah merangkul bahu eliza.
"Ada apa lagi mbak..?" tanya afnan datar.
"Mas, saya minta maaf karena masalah tadi siang. Saya tidak bermaksud untuk membuat mas afnan dan mbak eliza bertengkar, saya minta maaf.!" ucap klara memelas.
"Hmm..sekarang mbak klara ngapain kesini..?" tanya afnan.
"Saya mau minta tolong buat benerin keran air dirumah saya. Saat saya ingin memasak tadi tiba tiba keran air saya copot hingga membuat seisi rumah saya kebanjiran.
"Nggak bisa..! Kenapa nggak minta tolong yang lain aja..?" ucap eliza ketus.
"Tadi udab saya coba tapi mereka belum pulang dan hanya ada ibu ibu yang nggak bisa bantu saya. Mas afnan tolong ya..! Kalau nggak semua barang barang saya akan basah.!" ucap klara berbohong.
"Ya sudah akan aku bantu..!" ucap afnan terpaksa.
"Kalau gitu gue ikut..!" ucap eliza.
"Tapi mbak, lantai dirumah saya basah semua. Kalau mbah eliza ikut, takutnya nanti mbak eliza terpeleset dan jatuh. Itu tidak baik untuk mbak eliza yang sedang hamil..!" ucap klara.
__ADS_1
"Iya kamu dirumah aja, aku cuma sebentar aja kok. Aku pergi dulu ya..!" ucap afnan yang kemudian mengecup lembut kening eliza dan mengusap perut eliza yang sudah mulai membesar.
Afnan dan klara pun pergi kerumah klara meninggalkan eliza yang beitu kesal karena lagi lagi afnan pergi bersama klara.