Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 9


__ADS_3

Sekian lama perjalanan yang di tempuh eliza dan afnan akhirnya mereka sampai juga di rumah baru mereka.


Eliza melongo melihat rumah yang begitu indah di depan matanya itu.


"Ini rumah lo." tanya eliza.


"Iya. Kenapa...?" tanya afnan balik.


"Lo bener bener mau gue mati kebosanan ya. Lo beli rumah yang jauh dari kota dan apa ini. Di dalam hutan." ucap eliza sewot.


"Tenang aja aku akan membuatmu tidak merasa bosan." ucap afnan dengan menurunkan barang barangnya dari dalam mobil.


"Apa Lo mau ngadain pesta setiap malam...?" tanya eliza berharap.


"Nanti kamu juga tau. Lebih baik sekarang kamu bantu aku menurunkan barang barangmu." ucap afnan.


"Ok. Mana kunci rumahnya. Biar nanti nggak ribet ngambilnya." ucap eliza meminta kunci rumah pada afnan.


Afnan pun tanpa berpikir panjang langsung mengambil kunci dari saku celananya, dan memberikannya pada eliza.


"Hmmm.. Lo angkat sendiri ya. Gue mau tidur dulu. Bay..." ucap eliza yang langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan afnan dengan koper kopernya.


Sedangkan afnan yang baru sadar bahwa ia telah dikerjai eliza pun meneriakan nama eliza dengan keras membuat sopir taxi yang sedari tadi melihat interaksi antara eliza dengan afnan pun tertawa.


Dengan bersusah payah afnan akhirnya selesai memindahkan koper koper ke dalam rumah. Sedangkan eliza masih sibuk berkeliling rumah.


Lelah berkeliling rumah, eliza menghampiri afnan yang masih sibuk merapikan ruang tamu.


"Hei lo bikinin gue makanan dong. Gue laper nih." perintah eliza.


"apa kamu tidak melihatku sedang apa..? Dan bukankan kamu istriku..? Seharusnya kamu yang menyiapkan makanan untuk suamimukan." ucap afnan menolak.


"Dan lo itu tau gue istri lo bukan pembantu lo. Jadi gue nggak mau masak." bantah eliza kembali.


"kamu nggak mau masak bukan karena kamu nggak bisa masak kan...?. " ucap afnan memancing emosi eliza.


"Ya nggak lah. Gue bisa masak kok." ucap eliza cepat.


"Beneran bisa..? Coba kamu masak aku mau lihat kamu beneran bisa masak atau nggak." ucap afnan.


"Ok siapa takut." ucap eliza yang merasa tertantang yang lalu pergi menuju ke dapur.


Sesampainya di dapur eliza melihat ke dalam kulkas yang hanya menyisaka ayam dan juga tomat.


"Sial... Gue kan nggak bisa masak. Disini nggak ada pembantu lagi. Waktu di pesantren yang masak bukan gue. Gue cuma nambahin cabe doang nah ini gue harus masak apa dong." ucap eliza yang dibuat bingung.

__ADS_1


"Aaa.. Gue lihat di internet aja. Lagian tu orang juga nggak akan tau kalau gue lihat di internet hhhhhhh..." ucap eliza yang segera mengeluarkan henfon dari sakunya.


"Ayam goreng saus tomat ini kelihatan lezat. Bikin ini aja deh." ucap eliza.


Kemudian eliza segera membersihkan ayam yang memang sudah dalam bentuk potongan. Setelah itu ia pun membuat bumbu bumbu yang nantinya akan ia gunakan untuk memasak ayamnya dengan bantuan dari resep yang ada di henfonnya.


Namun saat ia memasukkan ayam ke dalam minyak goreng yang telah mendidih tiba tiba. Dorr.. Dooorrr... Ddooorrr..


Minyaknya meledak ledak hingga mengenai tangan eliza. Eliza yang kagetpun segera menutupnya dengan tutup panci yang ada di dekatnya.


"Ayam sialan. Awas aja lo kalau udah matang nanti gue makan lo. Sakit banget tangan gue." ucap eliza yang lalu mencuci tangannya yang terkena minyak tadi.


Karena masih mendengar ayam yang di gorengnya itu meledak ledak membuat eliza tidak berani untuk mengangkatnya. Ia pun mematikan kompornya tanpa membuka tutup pancinya terlebih dahulu.


"Haah.. Kok gosong sih. Trus gimana dong masak iya gue makan ayam gosong gini. Dan nanti kalau afnan sampai tau gue goreng ayam sampai gosong pasti di ketawain. Nggak bisa gue harus cari cara agar dia nggak tau kalau ayam ini gosong." ucap eliza yang kemudian mengambil begitu banyak tomat dan juga cabai merah dari dalam kulkas.


Setelah lama ia memasak akhirnya ayamnya kini tidak menampakkan wujutnya yang hitam karena tertutupi warna merah membahana dari saus tomat yang di buat eliza.


Eliza yang melihat hasil masakannya pun merasa bangga karena berhasil menghidangkan makanan yang dibuat olehnya sendiri tanpa ada yang membantunya.


"Afnan..." panggil eliza dari dalam ruang makan.


Afnan pun yang mendengar panggilan eliza segera menghampirinya.


"Nih gue udah masak. Lo cobain gue jamin lo bakal ketagihan." ucap eliza yang meminta afnan untuk segera mencicipi masakannya.


"Apa kau ini benar benar ingin segera menjadi janda...?" tanya afnan.


"Y nggak lah masak gue yang masih muda dan cantik ini jadi janda. Nggak banget deh." jawab eliza.


"Kalau nggak kenapa ayam gosong ini kamu kasih ke aku buat aku makan ha....?" tanya afnan.


"Kok lo tau sih tu ayam gosong..? Jangan jangan lo ngintip pas gue masak ya..?" tuduh eliza.


"Kamu ini bodoh atau gimana sih. Kalau makanan itu gosong mau di apain tetap aja rasanya nggak enak." ucap afnan.


"Kalau emang lo nggak mau makan masakan gue ya udah bilang aja. Gue bisa kok gabisin sendiri." ucap eliza yang tidak terima di bilang bodoh.


"Ya udah itu kamu makan habisin." ucap afnan yang lalu berjalan menuju ke dapur.


Beberapa menit kemudian afnan kembali dengan nasi goreng di tangannya yang harumnya saja sudah menggugah selera.


Eliza yang dari tadi duduk diam di meja makanpun menatap ke arah afnan setelah mencium bau lezat dari nasi goreng yang di buat afnan.


Tanpa menawari afnan pun memakan nasi gorengnya dengan perlahan membuat eliza tergoda.

__ADS_1


"Sial banget gue nikah sama cowok yang tega makan dengan tenang walau tau istrinya belum makan." ucap eliza menyinggung afnan.


"Sepertinya tadi aku mendengar ada yang bilang kalau dia akan makan masakannya sendiri yang gosong itu sampai habis." ucap afnan balik.


Eliza pun geram dengan sikap afnan yang tidak mau mengalah dengannya. Ia pun menarik paksa piring afnan yang penuh dengan nasi goreng.


"Eehhh.. Kembalikan makanan ku." ucap afnan.


"Lo mau ini..?" tanya eliza sambil menyodorkan sesendok nasi goreng di hadapan afnan.


"Tunggu sebentar." lanjutnya yang lalu memakan nasi goreng afnan dengan cepat tanpa henti.


"Nih gue balikin." ucap eliza yang tidak terlalu jelas karena mulutnya yang di penuhi dengan nasi goreng sambil menyerahkan piring yang kini kosong tanpa sisa.


Afnan pun yang melihat hal itu menatap eliza dengan geram.


"Elizaaa..." teriaknya sedangkan eliza sudah lebih dulu kabur dari hadapan afnan.


Eliza pun masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Ia merebahkan tubuhnya yang lelah karena lari dari afnan.


.


.


.


.


.


.


. Hay... Maaf up nya telat.


.


. Tenang aja author kali ini cuma mau ngingetin doang buat like and comen.


.


. VOTE nya jangan lupa buat dukung author. Karna itu salah satu penyemangat author.


.


. Sampai jumpa lagi

__ADS_1


.


. Salam CHERRY


__ADS_2