Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 89


__ADS_3

Afnan sedang menunggu paman eliza di depan pintu rumah abinya membuat abi yang melihatnya merasa aneh.


"Kamu lagi ngapain sich af..? Trus bukannya tadi kamu mau nyusulin eliza..? Trus eliza nya mana..? " tanya abi.


"Eliza ada di depan. Afnan ini lagi nungguin paman, ada hal yang mau afnan omongin sama paman. " jawabnya.


Selang beberapa saat kemudian, paman eliza berjalan ke arah rumah abi.


"Assalamu'alaikum..! " ucapnya.


"Wa'allaikum salam...! " jawab abi dan juga afnan bersamaan.


"Silahkan duduk dulu paman..! " ucap afnan.


"Afnan tahu apa yang ingin paman sampaikan saat ini..! Tapi sebelum itu, afnan ingin mengutarakan pendapat afnan terlebih dahulu apa boleh paman..? " tanya afnan membuat pamannya terkejut.


"Ya tentu saja nak..! "


"Tadi afnan tidak sengaja mendengar pembicaraan paman dan eliza, bukannya afnan tidak mengijinkan eliza untuk tinggal di rumah paman..! "


"Apa..? jadi eliza tidak ingin tinggal di sini..? " tanya umi memotong ucapan afnan.


Umi begitu terkejut setelah mendengar perkataan anaknya tadi. Ia yang awalnya berniat untuk mengambil air malah tidak sengaja mendengar perkataan afnan. Sedangkan bibi eliza masih menemani bayi afnan di dalam kamar.


"Emh umi..? Duduk dulu umi, biar afnan jelasin semuanya...! " ucap afnan.


"Jadi gini, afnan tau yang saat ini dirasakan oleh eliza. Afnan mengerti jika saat ini eliza butuh ketenangan untuk menghilangkan rasa traumanya. Tetapi jika eliza tinggal di rumah paman dan bibi, bukan tidak mungkin eliza akan semakin terpuruk dengan rasa takutnya. Dan memilih untuk berpisah dengan ku.! " Jelas afnan setelah umi duduk di samping abi.


Semua orang mencermati setiap kata yang diucapkan afnan, dan mereka berfikir apa yang dikatakan afnan memang benar. Apalagi saat di rumah sakit eliza sudah pernah berkata jika ingin berpisah dari afnan.


"Lalu bagaimana nak..? " tanya paman.


"Tadi eliza bilang sama afnan, jika ia tidak ingin tinggal di pesantren karena tidak ingin nama baik pesantren tercoreng karena video eliza yang telah tersebar. Sebelumnya afnan sudah membicarakan hal ini dengan para polisi. Dan mereka berhasil menghapus semua video yang tersebar di publik. Jadi hal ini tidak lagi masalah. " ucap afnan yang kemudian terdiam sejenak.

__ADS_1


"Tapi tetap saja eliza masih belum bisa menghilangkan rasa takutnya untuk tinggal disini. Karena itu, afnan sudah membeli rumah baru dengan uang hasil penjualan rumah afnan yang lama. Karena tidak mungkin afnan membawa eliza kembali kesana, karena bisa jadi trauma eliza akan semakin parah jika afnan membawanya kembali kesana..! "


"Dengan eliza tetap tinggal dengan afnan. Afnan punya kesempatan untuk menghilangkan trauma eliza dan membuat eliza melupakan tujuannya untuk berpisah dari afnan.! "


"Ya kalau begitu, kita semua setuju nak..! karena memang tidak mudah untuk menghilangkan trauma semacam ini..! " ucap abi.


"Syukur lah kalau kalian setuju dengan rencana afnan. Tapi afnan masih butuh bantuan abi, umi, paman dan juga bibi untuk membuat eliza mau tinggal dengan afnan..! "


"Tenang saja bibi akan bantu..! " ucap bibi eliza yang tiba tiba ada dibelakang afnan sambil menggendong bayi afnan yang sudah terbangun dari tidurnya.


Dilain tempat.


Eliza begitu bosan menunggu paman nya yang masih belum kembali. Setelah lama menunggu akhirnya pamannya datang begitu juga dengan bibinya yang menggendong anaknya yang menangis.


"Bibi..? " ucapnya.


"Ini, susui dulu anakmu. Kenapa kamu nggak masuk masuk..? Lihat sekarang anakmu menangis karena lapar..! " ucap bibinya yang memarahinya.


"Emh..! " gumam eliza yang bingung harus mengatakan apa pada bibinya itu.


Namun eliza sejenak menatap kearah rumah abi, berharap ia bisa melihat afnan dan juga mertuanya untuk terakhir kalinya.


Apa mereka marah sama gue..? Kenapa mereka tidak keluar untuk melihat cucu mereka sebelum pergi..? Tapi mungkin lebih baik seperti ini. Jadi mereka akan lebih mudah untuk menjalani hidup, tanpa adanya gangguan. Ucap eliza dalam hatinya.


"Eliza ayo masuk..! " ucap bibinya lagi yang berhasil memecahkan lamunan eliza.


Selama perjalanan eliza hanya terfokus pada anaknya tanpa melihat ke arah luar. Sehingga ia tidak mengetahui jika jalan yang dilalui pamannya bukanlah jalan yang menuju kerumah mereka.


Beberapa saat kemudian mobil mereka berhenti dan membuat eliza merasa aneh. Karena biasanya perjalanan dari pesantren menuju kerumah pamannya memakan cukup waktu, tapi saat ini mereka sudah berhenti.


"Ada apa paman..? Apa mobilnya mogok..? " tanya eliza yang kebingungan.


"Nggak.! Mobilnya baik baik aja.! " jawab paman.

__ADS_1


"Trus kenapa mobilnya berhenti.? Dan kelihatannya ini bukan komplek rumah kita paman..! "


Dengan kebingungan eliza, di lain sisi. Afnan dan kedua orang tuanya telah sampai di sebuah komplek perumahan asri. Dimana afnan telah membeli sebuah rumah dengan lahan yang terbilang luas, untuk eliza.


"Maaf ya umi, abi. Kalian harus ikut afnan jalan kaki. Soalnya kalau kita bawa mobil kita masuk kesini, takutnya eliza lihat dan langsung menolaknya...! " ucap afnan.


"Iya nggak papa nak. Kami tidak masalah jika harus jalan kaki. Yang terpenting kamu dan juga eliza bisa kembali berhubungan baik seperti dulu lagi. Dan menjadi keluarga yang sakinah mauwadhah warahmah..! " ucap abi.


"Makasih ya umi, abi..! Sekarang kita tunggu eliza di dalam rumah..! " ucap afnan sambil membuka pintu rumah barunya.


Dilain tempat.


Eliza yang masih kebingungan menatap aneh pamannya yang malah melajukan kembali mobilnya memasuki komplek itu. Terlihat komplek itu begitu asri dengan pohon pohon yang tertata rapi di samping trotoar kecil.


Dan setiap rumah memiliki lahan yang cukup luar hingga dibuat sebagai taman dan juga pepohonan.


Beberapa menit kemudian, mobil yang dinaiki eliza kembali berhenti di depan sebuah rumah dengan lahan yang luar dan taman bunga yang begitu indah.


"Kenapa berhenti lagi paman..? " tanya eliza yang semakin kebingungan.


"Kita sudah sampai..! "


"Ini rumah siapa..? jangan jangan pamna bawa eliza ke psikolog..? " ucap eliza curiga.


"Ya nggak lah eliza sayang..! Ini adalah rumah yang akan kamu tempati..! Bukannya tadi kamu bilang ke pamanmu kalau kamu mau menenangkan pikiranmu dulu..? Ya lingkungan ini cocok buat kamu..! " jelas bibinya.


Eliza turun dari mobil dengan menggendong anaknya dan mulai berjalan perlahan sambil melihat ke seluruh penjuru rumah barunya itu.


"Rumah dengan lahan luas ini, sama persis dengan rumah yang di sukai afnan. Kalau dia disini pasti lahan lahan ini akan langsung dia tanami dengan pohon buah." Gumam eliza.


"Gimana..? Kamu suka..? " tanya pamannya.


"Suka banget.! Makasih ya paman, bibi..! "

__ADS_1


"Iya sama sama, ayo masuk..! Kasihan anak kamu kepanasan..! "


Dan mereka pun berjalan bersama menuju ke rumah baru eliza. Sedangkan kejutan besar telah menunggu eliza di dalam sana.


__ADS_2