
Afnan mengambil handuk dan berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka. Sedangkan eliza masih berdiri mematung di dekat ranjang.
Ia masih begitu gugup untuk ikut masuk ke dalam kamar mandi bersama afnan.
"Eliza..! Ayo...! " ucap afnan yang sudah menyiapkan air hangat untuk eliza.
"Gue tadi kan udah bilang kalau gue bisa mandi sendiri. Mendingan lo keluar aja..! " usir eliza dengan kesal.
"Gimana kamu mau mandi sendiri..? luka operasinya belum sembuh jadi kamu nggak bisa membersihkan seluruh tubuhmu sendiri..! Udah nggak usah malu..! Ayo..! " paksa afnan sambil menarik eliza masuk ke dalam kamar mandi.
"Afnan gue nggak mau..!! " teriak eliza.
"Nggak usah malu eliza..! Lagian aku juga udah pernah lihat tubuh kamu..! " ucap afnan yang malah semakin membuat eliza merasa malu.
"Afnan..!! " teriak eliza.
Sedangkan umi dan juga bibi eliza yang berada di luar dan sedang memandikan cucu mereka, tertawa geli mendengar perkelahian eliza dan afnan.
"Hhhhh.. mereka sepertinya tidak bisa hidup dengan akur..!! " ucap bibi eliza.
"Iya, mereka benar benar lucu..! Hhhh.. " Sambung umi.
Tak lama setelahnya eliza keluar dari kamar mandi, dengan balutan gaun panjang berwarna crem. Di ikuti afnan dari belakang yang seluruh tubuhnya basah.
"Kenapa kamu masih cemberut aja sich. Seharusnya aku yang marah tauk...! " ucap afnan.
"Kenapa lo yang marah..? Dengan seenaknya lo lihat tubuh gue telanjang. Jadi wajar dong gue marah..! " ucap eliza dengan pipi yang merona seperti kepiting rebus.
"Ya seharusnya aku yang marah. Coba lihat, aku jadi basah kuyup karena kamu siram tadi..! "
"Ya itu akibatnya kalau kamu berani lihat dan sentuh tubuh gue tanpa seijin gue..! "
"Hhh.. kenapa aku harus ijin..? Kalau seluruh tubuh kamu milikku. Jadi terserah kapan aku mau lihat dan sentuh..! " goda afnan sambil mendekat kearah eliza.
"AFNAN...!! "
"Kenapa..? "
"Dasar gus mesum..!! "
"Hhhhh.. Eliza istriku..! Tidak ada sebuah larangan untuk seorang gus berbuat mesum pada istri sah nya. Bahkan itu sangatlah dianjurkan..! " ucap afnan yang dengan gesit mencuri ciuman pada bibir istrinya itu. Membuat eliza terkejut.
__ADS_1
"AFNAN...!!" teriak eliza. Sedangkan afnan langsung berlari secepat kilat masuk kembali ke kamar mandi agar tidak terkena bogeman dari istrinya itu.
Setelah eliza selesai berdandan dan memakai hijabnya. Ia segera keluar untuk melihat anaknya.
"Umi, bibi..! Apa tadi dia nangis..? " tanya eliza sambil duduk disamping bibinya.
"Nggak kok sayang..! Coba lihat, kelihatanya dia senang banget habis mandi..! " ucap umi.
"Trus, mana suami kamu..? " tanya bibi.
"Dia lagi mandi, mungkin sebentar lagi dia juga selesai..! "
Tak lama setelah itu, afnan keluar dari kamar mandi dengan celana hitam dan juga baju koko yang sewarna dengan busana eliza.
"Ayo semua kita berangkat..! " ucap afnan membuat eliza menatapnya bingung.
"Berangkat..? Kemana..? " tanyanya bingung.
"Ke pesantren..! Kita akan adakan acara syukuran dan sekaligus pemberian nama anak kamu nak..! " jelas umi.
"Pesantren..? Emh kalau gitu, maaf umi. Eliza nggak bisa ikut..! " ucap eliza dengan raut wajah takutnya.
"Kenapa ..? " tanya bibi.
Sedangkan afnan yang paham akan kondisi istrinya langsung mengejar eliza.
"Eliza..! " panggil afnan.
"Kalau lo mau paksa gue buat ikut lo ke pesantren, lebih baik lo keluar sekarang..! " usir eliza yang duduk di ujung ranjang menghadap ke jendela yang langsung memperlihatkan pemandangan taman kecil di rumahnya.
"Hah..! Aku mengerti kalau kamu belum siap untuk muncul ke publik. Tapi apa kamu tidak kasihan dengan anak kita..? Dihari syukuran kelahirannya dan pemberian namanya, ibunya tidak ada bersamanya..? Dan apakah kamu tidak ingin tau nama anak kita nanti..? "
"Lo kan bisa kasih tau gue nanti setelah lo pulang..! " ucap eliza masih tetap menolak.
"Dengarkan aku. Ikutlah kami ke pesantren.! Kamu bisa tetap berada di dalam kamar. Dan aku tidak akan memaksamu untuk keluar dan bertemu orang lain..! Bagaimana..? " bujuk afnan.
Sejenak eliza tidak menjawab afnan dan memikirkan apa yang dikatakan afnan barusan.
"Ok gue iku ke sana..! Tapi lo janji kan..? Kalau lo nggak akan paksa gue keluar..? " pinta eliza.
"Aku berjanji..! Ya sudah, ayo kita berangkat..! " ajak afnan.
__ADS_1
Selama perjalanan, eliza hanya diam tanpa bersuara. Dan terus menatap keluar jendela mobil. Ia masih merasa gugup untuk masuk ke dalam pesantren.
Beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya sampai di pesantren. Sesuai keinginan eliza yang tidak ingin dilihat orang banyak. Afnan pun mengarahkan mobil bibinya menuju ke pintu samping rumah abinya. Agar tidak ada banyak orang yang akan melihat eliza.
"Kita sudah sampai..! Ayo kita masuk kedalam..! " ucap afnan yang kemudian keluar lebih dulu dari mobil dan membukakan pintu untuk bibinya dan umi.
Sedangkan eliza masih merasa takut dan membuat ia masih duduk diam di dalam mobil. Saat afnan membukakan pintu untuknya. Eliza merasa terkejut dan merasa tidak berani untuk keluar.
"Ayo..! " ajak afnan sambil mengulurkan tangannya untuk eliza.
Dengan ragu eliza meraih tangan afnan dan keluar dari mobil. Disana sudah ada abi, paman, rizky, nadira, dan ke tiga teman eliza.
"Tolong bawa eliza masuk kedalam kamar..! Jangan sampai orang lain melihatnya..! " ucap afnan. Dan nadira dengan ke tiga teman eliza segera membawa eliza masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar.
Sedangkan anak eliza dibawa umi setelah tertidur di dalam mobil tadi. Tepatnya setelah disusui eliza selama perjalanan tadi.
Kini eliza terduduk di dalam kamar seorang diri karena seluruh temannya harus membantu acara di luar. Tak lama setelahnya, nadira masuk dengan membawa makanan dan juga minuman di sebuah nampan.
"Assalamu'alaikum..! " ucap nya.
"Wa'allaikum salam.! " Jawab eliza.
"El, ini aku bawain makanan sama minuman buat kamu..! Apa aku boleh menemani kamu disini.? Soalnya aku dilarang buat bantuin di luar..! "
"Tentu saja.! Lagian kandungan lo juga sudah sebesar itu. Jadi lebih baik lo nggak kecapekan..! " ucap eliza dengan senyuman.
"Iya..! "
Dilain tempat.
Abi sedang memimpin do'a untuk cucunya itu. Setelahnya acara pemotongan rambut. Dan pemberian nama.
Banyak kiyai besar yang menghadiri acara itu, begitu juga dengan para wali santri yang ikut di undang untuk merayakan acara itu.
"Maaf sebelumnya kyai, tapi kenapa ibu bayinya nggak kelihatan ya..? Sebentar lagi kan pemberian nama anaknya..! " ucap salah satu wali santri.
Abi yang tidak dapat menjawab hanya terdiam membuat semua orang ikut bertanya tanya. Begitu juga para kyai yang ikut mempertanyakannya.
"Bagaimana ini..? " tanya umi pada bibi eliza.
"Gimana nih.? gue yakin kalau mereka semua pasti tau hal sudah terjadi lewat video yang di sebarkan Claudia..! Dan mereka pasti ingin memancing agar eliza keluar dan menjelaskan kebenarannya..! " ucap tasya, pada ke dua temannya.
__ADS_1
"Sepertinya memang seperti itu..! " sambung karlin.
Semua orang masih terus mengajukan pertanyaan tentang keberadaan eliza. Membuat keluarga eliza dan teman temannya yang mengkhawatirkan eliza merasa bingung untuk menjawabnya.