
Klara menyiram tubuhnya dengan air dingin untuk menghilangkan begas muntahan dari eliza, dan bahkan baju yang terkena muntahan eliza segera ia buang ke tong samapah. Terlihat klara begitu sangat marah, saat mengingat kejadian menjijikan itu.
"Gue akan buatperhitungan yang tidak perlah lo bayangkan sebelumnya eliza. Lihat saja nanti." ucap klara dengan wajah yang begitu marah.
Dilain tempat.
Nadira sedang sibuk memasak sarapan untuk suaminya dan tiba tiba rizky datang dan memeluknya dari belakang membuat nadira terkejut.
"Hah..mas..?" ucap nadira.
"Iya..kenapa kamu masih gugup..?" tanya rizky yang kemudian melepaskan pelukannya.
"Ya mungkin karena aku masih belum terbiasa..!" ucap nadira.
Rizky pun duduk di ruang makan sambil memperhatikan nadira karena ia tidak ingin membuat nadira gugup dan masakannya nanti tidak akan selesai.
"Mas, nanti aku ada janji buat ajarin neng eliza mengaji lagi..!" ujar nadira sambil meletakkan hasil masakannya.
"Iya, tapi bukannya neng eliza sudah lancar belajar membaca al qur'an..?" tanya rizky.
"Iya, tapi sekarang neng eliza ingin tahu tentang beberapa hukum islam. Katanya agar dia bisa menceramahi gus afnan saat gus afnan melakukan kesalahan nanti..!" jelas nadira.
"Hhh..neng eliza masih belum bisa menghilangkan tingkah lucunya..!" ucap rizky.
"Iya, tapi sebenarnya neng eliza adalah orang yang baik. Tinggal kita sebagai orang yang dekat dengannya harus bisa membimbingnya agar bisa tetap dijalan yang benar..!" ucap nadira.
"Iya kamu benar, semoga saja rumah tangga neng eliza dan gus afnan baik baik saja tentunya kita juga..!" ucap rizky mengundang senyum diwajah nadira.
Dilain tempat.
Afnan dan eliza tengah bersiap untuk pergi kepesantren, saat mereka akan berangkat tiba tiba, klara datang menghampiri mereka.
"Mas afnan..!" panggilnya.
"Iya, ada apa mbak..? Tanya afnan, sedangkan eliza memutar bola matanya bosan melihat klara yang tidak kapok kapok berurusan dengannya.
"Kalian mau kemana..?" tanya klara.
"Kita mau kepesantren, udah sana pulang. Kita mau pergi sekarang.!" jawab eliza ketus.
"Emh sebenarnya, selama ini aku ingin sekali belajar tentang agama karena salama aku tinggal diaustrali aku tidak pernah bisa belajar agama..!" curhat klara sambil memasang wajah sedihnya.
"Apa mbak klara mau belajar di pesqntren kami..?" tawar afnan membuat eliza merasa tidak senang.
"Tentu saja, apakah boleh..?" tanya klara.
__ADS_1
"Tentu saja, tapi mbak klara bawa kendaraan sendiri ya..!" ucap afnan.
"Oh iya, aku akan bawa mobilku, karena kemarin aku baru saja membelinya..!" ucap klara yang kemudian bergegas pergi.
"Eh tunggu mbak..!" teriak afnan menghentikan langkah klara.
"Iya mas..?"
"Tolong berpakaian yang tertutup dan pakai hijab ya mbak..!" ucap afnan.
"Tapi saya nggak punya, apa aku harus beli dulu bajunya sekarang..?"
"Emh eliza, bisa tolong pinjamkan baju dan hijabmu satu untuk mbak klara..?" ucap afnan pada eliza.
"Nggak mau, biar dia beli aja sendiri..!" ucap eliza kesal dengan ide afnan.
"Sayang..! Nanti akan aku ganti setelah kita pulang..!" bujuk afnan dan dengan terpaksa eliza setuju.
Sedangkan klara yang mendengar panggilan afnan, merasa kesal karena afnan memanggil sayang pada eliza disaat ia ada disana.
"Nih..!" ucap eliza sambil memberikan baju dan juga hijab untuk dipakai klara.
Dan klara pun berpamitan untuk bergati baju terlebih dahulu, dan eliza masih saja cemberut karena lagi lagi ia diminta afnan untuk membantu klara. Padahal afnan tahu jika eliza tidak suka pada klara.
Sesampainya di pesantren, klara keluar dari mobil membuat beberapa santri menatap kearahnya dengan bertanya tanya siapa dirinya.
Klara segera menghampiri afnan dan eliza. Tak lama setelahnya, rizky dan juga nadira sampai dipesantren.
"Assalamu'allaikum gus, neng dan..?" ucap rizky dan nadira sambil menatap ke arah klara.
"Oh ini mbak klara, dia tetangga baru ku. Jadi dia ingin ikut belajar disini. Apa neng nadira bisa bantu..?" tanya afnan.
Sedanhkan nadira merasa bingung karena ia melihat eliza yang seolah olah tidak setuju dengan kepala yang ia geleng gelengkan perlahan. Afnan yang merasa aneh segera menatap kearah eliza.
"Emh..baik gus, saya akan bantu mbak klara buat belajar ngaji..!" ucap nadira membuat eliza kecewa dan seketika cemberut.
"Baiklah kalau gitu, ustadz rizky sebaiknya kiya segera keruang kelas santri sekarang..!" ajak afnan.
Dan para pria itupun pergi meninggalkan tiga wanita itu bersama.
"Maaf neng, neng eliza dipanggil sama bu yai..!" ucap santriwati dalam.
"Oh iya, makasih ya..!" jawab eliza yang kemudian santri itu pun berpamitan pergi.
"Nad, gue kerumah umi dulu ya..!" ucap eliza.
__ADS_1
"Iya.!" jawab nadira yang kemudian eliza segera pergi untuk menemui umi.
"Mari mbak ikut saya..!" ucap nadira mengajak klara ikut bersamanya.
Dilain tempat.
Eliza menghampiri umi yang ingin berbicara dengannya.
"Assalamu'allaikum umi..!" ucap eliza.
"Wa'allaikum salam nak, akhirnya kamu datang juga umi udah tunggu kamu dari tadi..!" ucap umi.
"Ada apa mi..?" tanya eliza penasaran.
"Sini duduk dulu..!" ucap umi sambil meminta eliza untuk duduk disampingnya.
"Bagaiman kabar cucu umi..?" tanya umi.
"Lagi kesal umi..!" ucap eliza yang membuat umi bingung.
"Kesal kenapa nak..?"
"Kesal karena ia harus lihat ayahnya yang didekati wanita lain umi..!" curhat eliza melalui atas nama anaknya.
"Wanita lain siapa..?"
"Ada tetangga baru, ia tinggal didepan rumah eliza. Waktu kemarin eliza sama afnan pulang dari sini. Afnan nggak sengaja nolongin cewek itu umi. Eh cewek itu malah langsung nempel keafnan padahal disitu juga ada eliza umi. Dan bahkan ia bawa kue sebagai ucapan sama tetangga baru katanya tapi kuenya dibawain cuma buat afnan dan lagi umi, tadi pagi dia datang kerumah buat kasih bubur cuma satu mangkuk dan itupun dibawakan untuk afnan aja.!"
"Benarkah..? Apa umi perlu bebicara dengan afnan tentang ini..?" tanya umi yang tidak ingin menantunya merasa sedih.
"Tidak usah umi, umi tenang aja. Eliza udah bisa menangani itu semua. Eliza nggak akan biarin cewek kayak gitu berhasil deketin afnan.!" jelas eliza.
"Ya sudah, tapi kalau kamu butuh bantuan umi, kamu harus langsung bilang ya..!" ucap umi.
"Siap umi. Ya udah ya mi, eliza harus menemui nadira untuk belajar mengaji dan juga eliza harus mengawasi cewek itu. Karena lagi lagi ia terus ingin menempel pada afnan bahkan ia juga ikut kesini." ujar eliza.
"Ingat ya nak, kalau ada apa apa kamu harus langsung bicara sama umi. Dan juga kamu jangan terlalu banyak pikiran karena itu tidak baik untuk ibu hamil." ucap umi mengingatkan.
"Iya umi, eliza pergi dulu ya assalamu'allaikum..!"
"Wa'allaikum salam."
Eliza pun pergi menuju ke tempat sanyri putri untuk menemui nadira dan juga klara yang ada disana.
"Semoga saja rumah tangga anakku baik baik saja ya allah, hamba berharap tidak ada hal yang dapat menghancurkan rumah tangga mereka. Amin." ucap umi berdoa untuk eliza dan afnan.
__ADS_1