
Di lain tempat.
Leon terlihat begitu marah hingga ia menjungkir balikan meja didekatnya.
Lihat saja el apa yang akan aku lakukan untuk membawamu kembali ke pelukanku lagi. Ucap leon dalam hati dengan mengepalkan tangannya dan kemudian memukul dinding.
Saat hendak pergi, leon dihadang seorang pelayan untuk dimintai pertanggung jawaban. leon yang sedang kesalpun segera memegang kerah baju sang pelayan dan leon pun memukul perut pelayan itu dengan begitu kerasnya. Tidak berhenti disitu saja leon bahkan memukul wajah pelayan itu hingga tersungkur di hadapannya.
Setelah puas akan karyanya leon dan teman temannya pergi meninggalkan bar tersebut.
"Leon setelah ini kita kemana..?. " tanya dico
"Kalian kalau mau pulang pulang aja gue ada urusan." ucap leon.
Setelah semua temanya pergi, meninggalkan leon dan dico.
"Lo mau kemana, lo nggak mungkin pulang dalam keadaan mabukkan..?." ucap dico
"Kerumah lo, daripada pulang ntar ujung ujungnya diusir bokap." ucap leon.
"Apa...rumah gue..?." tanya dico.
"Hm, lagian lo kan cuma tinggal bertiga sama adik dan pembantu lo kan, jadi gue yakin rumah lo masih luas kalau gue disitu." ucap leon.
Dico pun hanya bisa pasrah dengan keputusan leon daripada ia menerima pelampiasan kemarahan leon.
Kemudian leon dan dico pun menaiki mobil mereka masing masing dan pergi menuju rumah dico.
Sesampainya dirumah dico.
Leon dan dico segera masuk kedalam rumah, baru saja beberapa langkah masuk, mereka di hadang adik dico, yang tak lain tak bukan yaitu claudia.
"Kak, lo darimana aja sih, gue cariin juga..." ucap claudia yang kemudian terdiam saat melihat keberadaan leon disamping kakaknya.
Leon.? dah lama gue nggak lihat dia, terakhir kali waktu malam itu, itupun dia buru buru pulang waktu gue dateng.
*Flashback*
"Oh ya kenalin, leon ini adik gue namanya claudia, dan clau ini leon." ucap dico memperkenalkan sahabatnya kepada adiknya.
"Hay, gue claudia." ucap claudia memperkenalkan diri.
"Leon." ucap leon singkat.
Dingin amat nih cowok. ungkap claudia dalam hati.
"Oh ya dic gue cabut dulu." ucap leon berpamitan.
"Buru buru amat lo" ucap dico.
"Hm.. gue males kalau ntar diomelin bokap." ucap leon.
"Ya udah." ucap dico.
Leon pun pergi menuju ke mobilnya dan melajukannya menjauh dari rumah sahabatnya itu.
Sedangkan claudia hanya memandang kepergian leon tanpa bisa mengobrol lama dengannya.
"Em.. kak, kakak punya temen ganteng juga ya". ucap claudia.
__ADS_1
"Ya, trus kenapa..?" tanya dico.
"Kenalin dong." ucap claudia.
"Ya..ya..ya... pliiiis" ucapnya lagi.
Dico yang kenal betul adiknya yang jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dia akan terus menerus berusaha mendapatkan dan itu berarti dico akan sulit untuk tidur karena adiknya akan terus mengganggunya pun dengan pasrah memberikan nomor telefon leon pada adiknya.
"Tanks kak..." ucap claudia setelah mendapat nomor telefon leon dan ia berlali meninggalkan kakaknya menuju ke kamarnya.
*FLASHBACK OFF. *
"Lagi kumpul, emang kenapa..? tumben cari gue." ucap dico menyadarkan lamunan adiknya.
"Emm.. gue cuma mau minta uang, jatah uang sebulanku dah abis." ucap claudia yang tersadar dari lamunannya.
"Ya entar gue transfer." ucap dico.
"Oke." jawab claudia.
"Hay..leon dah lama lo nggak kesini. Lo kemana aja." ucap claudia akrab.
"Sibuk." ucap leon cuek.
"Dic tunjukin kamarnya." ucap leon menghentikan pergerakan claudia yang ingin berbicara lagi.
Dico pun segera pergi untuk menunjukkan kamar yang nanti akan digunakan leon menginap dan meninggalkan adiknya yang masih termenung di depan pintu.
"Jadi leon bakal nginap disini..? Kesempatan bagus, gue akan manfaatin buat lebih dekat dengan leon." gumam claudia yang terlihat begitu senang.
Setelah itu claudia berjalan menuju kamarnya, ia segera menghubungi ketiga sahabatnya.
"Beneran..? Kalau gitu lo jangan sia siain clau, lo deketin aja terus." ucap diva.
"Ya bener tuh kata diva pepet trus aja clau." ucap widia.
"Ya gue tau, tapi gimana caranya..?." tanya claudia.
"Em.. gimana kalau lo masak sarapan aja clau. Pasti entar dia suka." saran mita.
"Masak.? lo kan tau gue nggak bisa masak." ucap claudia.
"Ya elah clau gitu aja pusing, lo kan bisa pesn makanan terus lo bilang, kalau makanan itu lo yang masak." kata mita.
Claudia pun terdiam memikirkan saran dari sahabatnya itu.
"Gimana clau.?." tanya diva.
"Oke, ntar pagi gue coba deh." ucap claudia.
"Smoga sukses clau...." ucap widia.
"Thanks. Ya udah gue mau tidur." ucap claudia lalu memutuskan telefonnya.
Malampun berlalu dengan cepatnya. Dan kini tepat pukul 5 pagi claudia bangun dan memesan beberapa menu makanan untuk sarapan.
Tak butuh waktu lama makanan itupun sampai di rumahnya. Ia pun bergegas menata makanan itu kepiring saji. Sedangkan bik sri membantu memasakkan nasinya.
"Bik entar kalau ditanya kak dico siapa yang siapin ini semua, bilang aja kalau gue yang masak semua ini ya." ucap claudia pada pembantunya.
__ADS_1
"Baik non." jawab bik sri.
"Kalau gitu bibik beresin semua bungkus makanan ini jangan sampai ada yang lihat. Gue mau bangunin kakak dulu." ucap claudia yang kemudian pergi menuju ke kamar kakaknya.
"Tumben non claudia mau ke dapur, biasanya juga sarapan sama makan sehari hari diluar. Aneh." gumam bik sri, lalu bergegas melaksanakan perintah claudia.
Di lain tempat claudia berusaha untuk membangunkan kakaknya dengan menggedor pintu kamar kakaknya.
"Kak bangun... kak... bangun dah siang kalik.." teriak claudia yang membuat dico terbangun dengan terpaksa.
"Apaan sih pagi pagi teriak teriak. Tadi malam kan udah gue transfer uangnya." ucap dico sambil membuka pintu kamarnya.
"Ihh.. bukan itu. Yuk sarapan." ajak claudia.
"Hah gue nggak salah denger..? lo masak..? Mimpi apa semalam gue ya." gumam dico tak percaya.
"Ih.. beneran. Oh ya, sekalian leon dibangunin ok. Gue tungguin dimeja makan ya kak." ucap claudia yang langsung berlari meninggalkan kakaknya yang masih melongo melihat sikap adiknya.
Setelah mandi. Dico lalu memanggil leon untuk pergi ke meja makan dimana adiknya sudah menunggu mereka.
Sedangkan claudia terlihat begitu kesal karena kakaknya dan leon tak kunjung datang. Setelah lama menunggu akhirnya claudia melihat dua pria itu sedang berjalan menuju ke arahnya.
"Lama amat sih." sewot claudia.
"Hmm.. " gumam dico cuek.
"Dah.. buruan duduk sebelum makanannya dingin, gue udah capek capek masak ntar jadi nggak enak lagi." ucap claudia membuat kakaknya dico tersedak.
"Ghuuk.. ghuk.. apa.? lo sendiri yang masak..? gue ragu kalau bukan garam yang lo masukin malah racun." ucap dico yang membuat leon ikut terkejut.
"Jadi adik lo ini belum pernah masak..?" tanya leon.
"Belum." jawab dico.
"Eh tenang aja. Gini gini gue bisa kok masak ya walaupun nggak pernah masak. Lagian kalian tadikan udah memakannya tadi, gimana rasanya enak enak aja kan..?" terang claudia membuat leon dan dico saling menatap dan mulai melanjutkan makan mereka.
Sedangkan claudia tersenyum sambil menatap leon.
Lihat saja, suatu hari nanti lo bakal berlutut di hadapan gue leon. kata claudia dalam hati. Dan kemudian ia mulai ikut menghabiskan makanannya.
.
.
.
.**Hay... kawan
.Pada kangen nggak sama cherry
.Maaf ya lagi bisa up
.Tapi tenang aja
.Mulai hari ini cherry bakal rajin up
.
.
__ADS_1
.Ok sampai jumpa lagi**