Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 45


__ADS_3

Kini afnan sedang menjadi saksi untuk pernikahan nadira dengan rizky, namun kini entah kenapa hatinya merasa tak tenang ia sedang merasa cemas dengan keadaan eliza yang sendirian dirumah.


"Ada apa gus..?" tanya rizky.


"Tidak papa, aku cuma sedikit kepikiran dengan eliza yang sekarang dirumah sendirian.!" ucap afnan.


"Wah..gus afnan kelihatannya sangat cinta sama neng eliza..!" goda doni.


"Ya itu wajarkan, makannya kamu segera lamar neng sarah biar nggak iri.!" ejek afnan.


"Saya nggak iri kok, iya kan riz..?" ucap doni sambil meminta belaan dari rizky.


"Emh maaf don, tapi aku kan juga udah mau nikah..!" ucap rizky mematahkan harapan doni.


Dilain tempat.


Terlihat eliza yang telah datang dijalan yang ditunjukan oleh seseorang yang menelfonnya tadi.


"Jadi kalian yang menelfonku tadi..?" tanya eliza pada segerombolan gadis yang tak asing lagi.


Mereka tak lain tak bukan adalah para sahabat claudia, yang memang sedari tadi menunggu kedatangan eliza.


"Kenapa kalian sendiri..? Mana claudia..? Jika claudia tidak ada. Untuk apa kalian menelfon eliza..?" ucap tasya yang merasa sedikit curiga dengan mereka.


"Hah..lo tenang aja, kali ini bukan claudia. Tapi gue yang akan balapan sama lo..!" ucap devi.


"Hhhh..lo bercanda..? Claudia aja kalah sama eliza, apalagi elo." ejek cika.


"Kita lihat aja dulu..!" ucap devi sambil tersenyum sinis setelah melihat salah satu temannya yang berada tepat dibelakang mobil tasya, dan mengacungkan jempolnya.


"Ayo kita mulai..!" ucap devi yang segera masuk kedalam mobilnya.


Eliza yang juga hendak masuk kedalam mobil ditarik oleh tasya.


"Perasaan gue nggak enak, lebih baik gue aja ya yang balapan..!" ucap tasya khawatir.


"Udah lo tenang aja." ucap eliza yang segera masuk kedalam mobil dan bersiap untuk balapan dengan devi.


Eliza segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan devi dibelakangnya, saat akan melewati sebuah tikungan.


Eliza terkejut karena rem mobilnya tidak berfungsi, ia mulai panik karena mobilnya dalam kecepatan penuh.


"Bagaimana ini..? Remnya blong..!" ucap eliza.


Dreeett..drreett..


Henfon eliza bergetar karena seseorang menelfonnya. Eliza yang melihat bahwa tasya yang menelfonnya segera mengangkatnya.


"Hallo tasy..gawat..rem mobil lo blong..!" teriak eliza yang seketika membuat tasya terkejut seketika panik.

__ADS_1


"Apa..?" teriak tasya.


"Ada apa tasy..?" tanya cika.


"Rem mobilnya blong..!" jelas tasya yang seketika kedua temannya ikut terkejut.


"Lo udah sampai mana el..?" tanya tasya lagi.


"Gue udah deket sama tikungan pertama..!"


"Ok gue kesana, lo coba cari tempat yang banyak rumputnya dan lo lompat keluar dari mobil itu.!" ucap tasya sambil berlari dengan kedua sahabatnya meninggalkan para teman teman claudia disana yang sedang bahagia.


"Ok.!"


Sedangkan, devi yang melihat mobil yang dikendarai eliza melaju tak beraturan tersenyum senang,dan segera menepikan mobilnya untuk menyaksikan mobil eliza, yang sebentar lagi pasti akan menabrak pohon pohon yang ada disebrang jalan berbelok itu.


"Halo clau..!" ucapnya setelah menelfon claudia.


"Saat ini mobil yang dipakai eliza sedang berjalan tak beraturan menuju kejalan tikungan. Gue yakin sebentar lagi ia akan mengalami kecelakaan.!" ucap devi pada claudia.


FLASHBACK.


Widia bersiap dengan guntingnya dan bersembunyi dibalik sebuah pohon sambil menunggu eliza datang kesana.


Beberapa waktu kemudian, yang mereka tunggu akhirnya datang. Devi yang bertugas mengalihkan perhatian eliza dan teman temannya agar tidak melihat keberadaan widia.


Dan segera memotong kabel rem mobil tasya. Setelah menyelesaikan tugasnya, widia cepat cepat keluar dari bawah mobil tasya dan mengacungkan jempolnya pada devi. Yang menandakan bahwa pekerjaannya sudah beres.


FLASHBACK OFF.


Eliza yang melihat disebelah kanan jalan terdapat rumput yang cukup tinggi segera melepaskan sabuk pengaman dan membuka pintu mobilnya bersiap untuk melompat.


Saat melihat mobilnya yang akan segera menabrak mobil, eliza segera melompat keluar dari mobil. Dan dalam hitungan detik, mobil tasya meledak setelah menabrak sebuah pohom.


Pruang...


Piring yang dipegang afnan tiba tiba yerjatuh dari tangannya, membuat semua orang menatapnya.


"Ada apa gus..?" tanya rizky yang ikut terkejut.


"Entah kenapa, aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada eliza.!" ucap afnan.


"Bagaimana kalau gus coba telfon dulu..!" saran doni.


Afnan pun mengikuti saran doni dan segera mencoba menelfon eliza, namun tak bisa.


"Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi.!" terdengar suara dari operator yang menambah kekhawatiran afnan pada eliza.


"Henfonnya tidak dapat ditelfon.!" gumam afnan khawatir.

__ADS_1


"Emh.. rizky. Saya minta maaf, sepertinya saya nggak bisa menghadiri acara resepsinya.!" ucap afnan lagi.


"Tidak papa gus, saya mengerti. Lagipula acara intinya kan sudah selesai. Saya juga sudah senang dan berterima kasih karena gus afnan bersedia untuk menjadi saksi pernikahan saya.!" ucap rizky.


"Iya, kalau begitu saya permisi dulu.!" ucap afnan berpamitan.


Dilain tempat.


Devi yang melihat ledakan itu pun tersenyum, dan segera melaporkan hal itu pada claudia.


"Sesuai rencana clau, mobil itu meledak.!" ucap devi yang kemudian mematikan telfonnya.


Devi yang tidak ingin ada orang yang tahu segera memutar balikkan mobilnya dan kembali ketempat dimana teman temannya berada.


Dilain sisi, tasya dan kedua sahabatnya terus berlari menuju ketempat yang dikatakan eliza tadi. Dan cika yang sedang menelfon ambulanc untuk berjaga jaga.


Saat hampir sampai ditempat yang dikatakan eliza, mereka melihat mobil devi yang berputar arah. Membuat mereka semakin khawatir dengan keadaan eliza.


Setelah sampai disana, mereka melihat mobil tasya yang sudah terbakar dan sebagian besar sudah hancur.


"El..eliza . Lo dimana el..!" teriak mereka yang terus mencari keberadaan eliza.


"Gue disini..!" ucap eliza yang masih terbaring dirumput dengan tangan yang terus memegangi perutnya.


"El..lo nggak papa kan el..?" tanya cika.


"Gue nggak papa, cuma perut gue sakit banget..!" ucap eliza sambil terus menahan sakit perutnya.


"Lo tenang dulu ya, kita udah panggil ambulanc kesini..!" ucap tasya.


Dilain tempat.


Afnan yang begitu khawatir dengan eliza setelah beroamitan dengan rizky dan nadira dan juga abi, uminya segera pergi dengan motornya menuju kerumahnya untuk melihat keadaan eliza.


Selama dalam perjalanan, hati afnan tetus merasa tidak tenang sampai sampai ia hampir saja menabrak sebuah kucing.


"Hah.." afnan menghela nafas setelah mengerem motornya mendadak.


"Semoga saja kamu baik baik saja el.!" ucap afnan.


Afnan kembali melajukan motornya menuju kerumahnya kini dengan kecepatan sedang. Meski hatinya kini sedang khawatir.


Beberapa saat kemudian, afnan telah sampai dirumahnya dan segera masuk kedalam untuk memastikan keadaan eliza.


"Assalamu'allaiku..!" ucap afnan saat memasuki rumah.


"El..! Eliza..!" panggil afnan namun tidak ada sebuah jawaban, membuat afnan semakin khawatir karena sampai sekarang henfon eliza masih tidak dapat ia hubungi.


Sedangkan Eliza kini sedang terbaring disebuah ambulanc yang menuju ke rumah sakit. Dangan ketiga temannya yang ikut khawatir dengan keadaan eliza dan kandungannya. Hingga tidak ada satupun dari mereka yang ingat untuk menghubungi afnan.

__ADS_1


__ADS_2